"Tuutt... tuutt... tuutt... !! Bunyi nada Telpon Genggam Jeth si Ronin, rupanya ia menelpon istrinya, memang selama persidangan perkara, dia ga tidur dirumah, Rupanya setelah mikir2 dia berpendapat ga mungkin istrinya meracuni dia, ehh kangen juga ternyata sama kemolekan, dan manjanya Maia Iya Kouhi.
Tampaknya telponnya tersambung...
"Halo....!"
"Halo, selamat siang", terdengar suara wanita disana.
"Lho, siapa ini?", Jeth heran ga biasanya suara istrinya seperti ini.
"Oh, saya pembantu baru disini Pak. Saya baru kerja. Baru datang siang ini."
"Kalau begitu, Ibu mana?"
"Ibu sedang di kamar tidur Pak."
"Kalau begitu tolong panggilkan."
"Maaf Pak, Bapak siapa yah?"
"Saya suaminya."
"Hah, lha wong Ibu dikamar sama Bapak kok?!", si wanita yang mengaku pembantu itu kaget
"Apa ?!?!?!" si Jeth lebih kaget lagi.
Si pembantu jadi bingung. "Nama kamu siapa?" tanya si Jeth lagi.
"Nama saya Inem, Pak." jawab si pembantu itu dengan gemetar.
"Inem, seperti apa laki-laki yang di kamar dengan ibu?"
"Rambutnya lurus, dan keliatan berbadan kekar. Ada jenggot tapi ga ada kumis, Pak !!", jawab Inem dengan terbata-bata.
"KURANG AJAR !!! Pasti si Pak Dhe Harkon itu. INEM !!!", teriak Jeth Si Ronin.
"Ya pak?"
"Coba kamu intip, sedang apa mereka?"
"Aduh Pak, saya ngga berani"
"HEH !!! Saya Tuanmu tau !!! Cepat sana liat !!! Kalau tidak saya pecat kamu."
Dengan lutut gemetar, Inem berjalan sambil mengendap-endap menuju kamar majikannya. Dengan tangan gemetar dibuka pintu kamar itu dengan sangat hati-hati agar tidak diketahui orang yang didalam. Setelah itu dia melihat keadaan didalam dan langsung ke telpon lagi.
"Halo Pak..."
"Yah, apa yang terjadi disana?" jawab Jeth dengan tidak sabar.
"Anu, pak ..."
"ANU APA ?! CEPAT CERITAKAN !!!" bentak si Jeth.
"Ibu sama laki-laki itu sedang tidur, Pak"
"Cuma tidur?" tanya si Jeth lagi dengan tidak sabar.
"Mereka berdua sedang tidur tapi tidak pakai baju."
"APA ?!?!?! KURANG AJAR !!! SUDAH SAYA DUGA !!! DASAR ISTRI SIALAN !!! RUPANYA ITU ALASAN DIA MERACUNI AKU !!!", maki si Jeth.
"INEM !!!", panggil si Jeth lagi dengan teriak tentunya.
"Iya Pak"
"Cepat ambil tali dan ikat tangan dan kaki mereka berdua, CEPAT !!!"
"Aduh Pak, kalau ini saya benar-benar nggak berani Pak", jawab Inem dengan suara yang hampir menangis.
"Dasar kamu bodoh !!! Hayo cepat laksanakan nanti saya kasih uang 1 juta" perintah si Jeth dengan tidak sabar. Karena diiming-imingi uang, timbul keberanian si Inem. Langsung diletakkan gagang teleponnya dan larilah dia ke dapur untuk mencari tali. Setelah di dapatkan talinya dengan mengendap-endap Inem masuk ke kamar majikannya. Dengan sangat hati-hati agar tidak terbangun, pertama dia ikat tangan si Pria lalu kakinya.
Kemudian dia ikat tangan dan kaki si Ibu. Tapi sial, karena gugup tanpa sadar si Ibu terbangun. Melihat keadaan dirinya yang di ikat, si Ibu teriak: "INEM. APA YANG KAMU LAKUKAN ?! Kamu mau merampok yah ?!"
"Maaf Bu, saya disuruh Bapak." langsung si Inem lari ke arah telpon, meninggalkan nyonya majikannya yang berteriak-teriak dengan marahnya dan si Pria yang mulai terbangun juga.
"Pak, sudah saya ikat Pak" lapor si Inem dengan ngos-ngosan.
"Bagus, sekarang ambil kamera di meja kerja saya ..."
"Meja kerja Bapak dimana?", potong si Inem.
"Gimana sih kamu ini. Itu yang di bawah tangga."
"Tangga???" si Inem kebingungan "Di rumah ini kan ngga ada tangganya, Pak. Nggak ada tingkat.", timpal Inem.
Hening sesaat.
"Berapa nomor telpon ini?", tanya si Jeth
"8902076, Pak", jawab si Inem dengan polos.
"Wadohhh sialan !! Salah sambung, Maaf !!"
"KLIK", Jeth si Ronin sambil cengengesan memutus hubungan telpon itu...