Hartcone's posts with tag: articles
Cacoy Doce Pares World Federation (CDP-WF) di bina oleh Grandmaster Ciriaco "Cacoy" Canete (Sabuk Hitam Dan 12)
CDP-WF adalah satu system stick fignting/pertarungan bertongkat jarak pendek dengan memakai media tongkat rotan sepanjang 71cm, Pertarungan jarak pendek tersebut dinamakan "Corto Kurbada" dan karakteristiknya adalah pukulan lengkung yang ditata dalam bentuk pertarungan sebenarnya.
GM Cacoy Canete juga memasukkan konsep Judo dan Jujutsu, yang dalam penerapannya dikenal sebagai "Eskrido"
Selain Single stick/tongkat tunggal, dalam system ini diajarkan double stick/tongkat ganda (pengki-pengki), stick dan pisau (espada y daga) dan aplikasi penggunaan tangan kosong dalam pertarungan (pangamot)
Pusat CDP-WF berlokasi di Jalan Padila 81a-C, Cebu City - Filipina, dimana ini adalah lokasi berdirinya System Doce Pares yang berdiri th 1932.
CDP-WF "Hall of Fame" March 2008
Akhir minggu pertama Maret 2008, adalah satu moment yang bersejarah bagi dunia FMA (Filipino Martial Arts), Ini adalah Hall of Fame CDP-WF yang pertama, berlokasi di Cebu-Filipina dimana ini adalah pusat dari menyebarnya System Doce Pares ke seluruh dunia, termasuk salah satunya adalah Indonesia.
CDP-WF "Hall of Fame" pertama ini secara tidak langsung adalah "Gath" akbar yang dihadiri oleh praktisi FMA dari beberapa negara, Australia, United States, Germany, New Zealand, Mexico, Indonesia and especially the Philippines.
Dan pada momen itu diberikan penghargaan kepada para praktisi Arnis-Eskrima yang dianggap mempunyai peran penting dalam kiprahnya di FMA khususnya CDP-WF.
Penghargaan untuk Master Guro Glen Gardiner
Master Guro Glen Gardiner sebagai pemrakarsa Arnis-Eskrima di Indonesia CMAA (Combine Martial Arts Academy), mendapat penghargaan berupa "Excellence in the Promotion of Sport Eskrima", ini adalah terbilang satu peretasi yang gemilang yang dicapai oleh Master Guro Glen Gardiner, dimana dalam waktu yang singkat (sekitar 2 tahun) beliau sudah bisa menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah untuk acara tahunan Kejuaraan Dunia Arni-Eskrima CDP-WF pada tahun 2007 di Kuningan Jakarta, dan berhasil membawa harum nama Indonesia dimata Internasional dg membawa Indonesia menduduki peringkat Kedua dalam pengumpulan medali, setelah Australia.
Secara lengkap "Hall of Fame CDP-WF" :
Doce Pares “Legend” Award Ciriaco “Cacoy” Cañete (Philippines) Eulogio “Yoling” Cañete (posthumous) Filemon “Momoy” Cañete (posthumous)
Lifetime Achievement Award Martin Gardiner (Australia) Dan Inosanto (USA)
Most Notable Doce Pares GM of the Year Richard Bustillo (USA)
Most Notable Doce Pares Master of the Year Ron Lew (USA)
Most Notable Eskrima Competitor of the Year Men Chuck Cañete (Philippines) Ed Eyas (USA) Anthony Kleeman (USA) Jon Mac (Philippines) Vince Palumbo (Australia) Emery Puskas (USA)
Women Vicki Simos (Australia) Andrea Wheatley (Australia)
Excellence in the Promotion of Sport Eskrima Glen Gardiner (Indonesia) Dominic Lavalle (Australia)
Doce Pares School of the Year Craig Bajraktarvic - Hayward (Australia)
Organization of the Year Anton St. James (England)
Eskrimadore of the Year John Moore (Australia) Carlos Jantsez Patalinghug III (USA)
Law Enforcment Instuctor of the Year Uwe Claussen (Germany) Rob Davis (Australia) Leigh Jenkins (New Zealand)
Exemplary Dedication to Doce Pares David Amiccuni (USA) Saturnino Arcilla (Philippines) Narrie Babao (USA) Mike Castro (USA) Florencio Cautiverio Jr. (USA) Wally Estropia (USA) Manuel Fransisco Jr. (USA) Steve Hacht (USA) Lyndon Kemp (Australia) Guy Kinanahan (USA) Nonito Limchua (Philippines) Maris Lukasevics (Australia) Christopher Naislowski (Australia) Jan Nycek (Poland) Ken Pannell (USA) Carlos Patalinghug Sr. (USA) Christopher Petrilli (USA) Angel Postigo (Mexico) Kevin Seskis (Australia) Ronnie Tapec (USA)
Most Valuable Master Instructor of the Year Carlos Patalinghug Jr. (USA)
Most Valuable Instructor of the Year Nestor Feria (USA) Kevin Lumsden (USA) Maria Esplana Patalinghug (USA)
Most Valuable Martial Arts Trainer of the Year Rudolfo Alvarez (Mexico) David Lumsden (USA) Bruce Shinegawa (USA) Zachary Whitson (USA)
Most Valuable Student of the Year Tobias Ricker (Germany) Steve Sarkisian (USA) Dorota Skibinski (Australia) Dian Tanaka (USA)
Outstanding Contribution in the Art of Eskrima/Arnis Roland Dantes (Philippines) Pat Mike (USA) Juan Zubiri (Philippines)
Most Valuable FMA Journalist of the Year Dave Carter (USA) Steven Dowd (USA) Aimee Giron (USA) Chuck Martinez (USA)
Sumber: CDP-WF "Hall of Fame" (Bahasa Inggris)
Ini adalah tulisan seorang sahabat, yang lagi ada tugas kantor ke Manila - Filipina, Keberadaan FMA Seperti keadaan Pencak Silat di negri kita, digandrungi orang barat tapi disebagian besar masyarakat sendiri pada ga tau secara detail. Yang lucu lagi tidak ada website FMA yang aktif di update terus-menerus untuk situs2 di Filipina, yang banyak malah dari situs2 Eropa, Amerika dan Australia.
Travel report
Ceritanya saya sedang jadi ekspat di Manila nih... sampai akhir Bulan Juni... (jadi maap kalo jarang muncul)...
Lucunya, tanya sini sana di lingkungan kantor, tidak ada satupun yang tau soal FMA... kayaknya nasipnya sama dengan silat di tanah air, kurang populer di kalangan kerah putih... mereka taunya Judo, Boxing sama Karate.
Satu-satunya teman yang pernah dengar soal Arnis malah bilang kalau setahu dia itu beladiri impor dari Amerika... mak jegrik!!! Padahal dia asli orang Cebu.
Tadi pagi kebetulan ketonton Fight Quest di Discovery, temanya kali ini adalah Kali... nah loh... Doug latihan Kali di salah satu sudut kumuh di Manila... betul-betul yang tradisional itu yang terpinggirkan rupanya...
Jejak Arnis, Kali dan sebagainya masih tetap tidak ditemukan di Metro Manila. Di beberapa sport center malah gak ada kegiatan beladiri sama sekali. Yang saya temukan justru Kyokushinkai Karate. Sudah ada titik terang soal alamat beberapa master dan sudah sempatkan lewat, tapi yakampun... tempatnya kayak Jakarta Utara atau Pasar Senen. Macetnya gak kalah sama Jakarta.
Saya disarankan untuk main ke markas marinir Filipina, karena di sana-lah FMA terbaik dilatih... tapi mana berani... nanti dikira mata-mata lagiiii...
Perlengkapan FMA juga jarang ditemukan di toko-toko olahraga. Lucunya saya justru ketemu tongkat untuk Arnis di toko suvenir... untungnya Mbak-nya punya koleksi yang bukan untuk hiasan...
Buku-buku martial art terbitan dan berbahasa lokal juga justru lebih banyak soal karate, judo dan taekwondo. Tidak ada terbitan lokal soal FMA.
Yah, tentu saja semua keterbatasan ini sebagian besar karena keterbatasan informasi yang saya miliki sebelum berangkat ke sini (disamping kerja rodi yang dari jam 9 sampai 11 malem ). Lain kali disuruh berangkat ke sini lagi, saya akan cari-cari informasi dulu di Jakarta.
( Antara SS)
Beberapa hari terakhir ini ada kejadian di dunia cyber, beberapa forum ga bisa dibuka, konon kabarnya kena satu virus yang bernama DDos, dan impactnya cukup heboh, dan saat ini semua thread lama databasenya tidak bisa dibuka, akhirnya pihak admin Kaskus pun, menggembok seluruh thread lama... Hal yang memprihatinkan, ternyata dibalik semua itu ada "perang" user antar Forum, hal ini terlihat dari statement yang dibuat bersama antara admin Kaskus dan admin YogyaFree... Mohon perhatian dari pengguna Kaskus dan YogyaFree karena hal ini diperlukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa ini di Internet.
Menyikapi perkembangan akhir-akhir ini, dimana Komunitas Kaskus dan Yogyafree telah dipecah belahkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga menyebabkan kedua Komunitas ini menjadi saling terganggu. Hal ini seharusnya tidak terjadi karena telah merusak persatuan kita.
Kaskus dan YogyaFree tidak akan saling mengganggu secara institusi dan merupakan forum sahabat.
Bila ada yang melakukan penyerangan yang mengatas namakan Kaskus atau YogyaFree, maka itu hanyalah oknum yang sengaja hendak mengadu domba antar komunitas kita.
Untuk itu kedua admin komunitas menghimbau/menginstruksikan untuk menghentikan segala jenis serangan.
Hormat kami
Admin Kaskus (andre) / Admin YogyaFree (Adi)
Statement ini dibuat oleh kedua belah pihak pada tanggal 20 Mei 2008, Pukul 9.40
Untunglah semuanya sudah berakhir, walaupun sekarang di Kaskus sendiri imbasnya masih diusahakan ditanggulangi dan member Kaskus harus membuat thread2 yang baru untuk menyambung beberapa topik Martial Arts yang masih menjadi pembahasan disana... Semoga semua cepat teratasi, ada hikmah yang di ambil dibalik semua ini, perpecahan tidak menghasilkan kemajuan, yang ada adalah kerugian bersama. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!!
Kalau liat teman2 Tinju/Muay Thai atau temen2 Silat, biasanya saat menyerang atau menerima pukulan ada bunyi: sssahhh!! atau cssshhh!!
Nah apa itu buat gaya2an?? biar keren?? kan suaranya heboh.
Sebenarnya ada satu tujuan disana, yaitu ngirit napas dan menghindari "ngeden", yaitu mengambil nafas lewat hidung, dan membuang nafas melalui mulut yang agak ditahan sehingga mengeluarkan bunyi mendesis. Saya hanya membahas dari sisi anatomi sajah dari yang saya tau, monggo nanti kalau dihubungkan dg kekuatan "inner" yang bisa ditimbulkan (kalau ada, saya ga ngerti sejauh itu)
Kalau napas dikeluarkan banyak, otomatis ada penarikan napas yang panjang, yang memberi pengaruh utama dalam orang bernafas itu adalah level CO2 dalam paru2, untuk itulah di Tinju, Muay Thai dll yang penting adalah pengeluaran nafas, bukan bingung cara memasukkan nafas, dg pembuangan nafas otomatis ada intake, keluar banyak intake juga banyak dan butuh waktu yang lama, pembuangan dikit tentunya intake juga dikit untuk balance-nya.
Selain itu bunyi: sssahhh!!/cssssshh!! adalah untuk memberikan penegangan pada otot2 perut, sehingga bisa menahan pukulan yang mungkin harus diterima saat kita melakukan serangan.
Mungkin pembaca akan langsung bertanya2: lho kenapa kok ga ditahan sajah nafasnya saat menerima pukulan?? kan lebih hebat??
Perlu diingat rongga perut dan dada itu seperti balon, ada keseimbangan tekanan udara, ketika kena pukul udara yang di dalam ronga paru2 akan cari jalan keluar dg menekan rongga perut, ketika katup (hidung dan mulut) ditutup dg menahan napas, bagian yang paling lemah adalah bagian bawah rongga perut (jadi kaya ngeden) bila itu terjadi efeknya akan buruk, bisa ambeiyen kata orang yang ahli
Dalam menyerang ketika melakukan tendangan atau pukulan kita butuh energi yang dibakar, dan itu butuh O2, dg suara susssh!! cshhh!! sssaahh!! berarti ada pengiritan/pembatasan pengeluaran, dimana level CO2 dalam paru2 masih belum terlalu jenuh, dan O2 yang tersisa di paru2 digunakan semaksimal mungkin tanpa menarik napas lagi.
Misalnya ketika melakukan combo serangkaian pukulan dan tendangan, dg pengiritan nafas tsb, tidak dibutuhkan penarikan nafas yang panjang disela2 combo tersebut, seandainya nafas dibuang "penuh" paru2 akan kosong dimana butuh "waktu panjang" untuk intake yang mempengaruhi pembakaran pada otot yang digunakan dalam rangkaian penyerangan combo tsb. Tetapi itu semua adalah salah satu cara dalam management nafas, masih banyak cara yang lainnya pada setiap aliran beladiri untuk mensiasati olah nafas dalam satu pertarungan. (hartcone)
Ikan pari adalah salah satu jenis ikan yang mempunyai sengat racun pada ekornya, pada masyarakat nelayan, tulang ekor ikan pari ini juga bisa dimanfaatkan sebagai senjata ethnic, Seekor ikan yang beratnya 100 kg, biasanya mempunyai ekor sepanjang 25 cm. Dalam sejarah Keris, sebagian pakar menduga bentukan Keris adalah bermula dari ekor tulang ikan pari beracun yang digunakan sebagai senjata tusuk pada jaman pra sejarah.
Dalam penelitian, Ikan Pari jenis Diamond kecil (masih bayi) yang mempunyai sengat sepanjang 3cm dapat membunuh seekor kelinci dengan satu kali sengatan dalam hitungan detik. (hartcone)
Kampilan adalah pedang panjang yang terkenal dalam sejarah Filipina, Dalam peperangan di Pulau Mactan pada tanggal 27 April 1521, Datuk Lapu-Lapu memakai senjata ini melawan Ferdinand Mangelan, dan memenangkan Perang. Kampilan merupakan senjata nasional Filipina dari suku Moro dari daerah Sulu dan Mindanao, Saat ini Kampilan masih dipakai beberapa Suku Muslim Filipina Maguiindanao dan Moro Maranao. Panjang Kampilan sekitar 100cm - 112cm, mempunyai ketajaman satu sisi pada bilahnya, semakin melebar pada ujungnya dimana digunakan untuk menambah momentum dalam ayunan. Dalam sejarah suku2 pemenggal kepala, kampilan dapat memotong leher lawan dengan hanya sekali tebas. Hulu atau pegangan, dibuat agak panjang untuk memungkinkan keseimbangan dengan panjangnya bilah, oleh karena itu kampilan bisa digunakan dengan dua tangan. Kebanyakan hulu terbuat dari kayu keras, tidak begitu banyak variasi dalam bentuknya, semua mempunyai pelindung tangan yang disebut sampak dan bagian ujung hulu seperti rahang buaya yang sedang menganga, ada yang mengatakan bahwa bentuk tersebut adalah bentukan ekor sejenis burung yang ada di Filipina. Beberapa suku di Filipina memasang rambut binatang pada ujung hulu tersebut (bandingkan dengan Mandau Kaimantan) Sarung Kampilan berbentuk sederhana, terbuat dari dua papan kayu yang diberikan coakan pada bagian tengahnya kemudian ditelangkupkan dan diikat dengan rotan. Attachment: Kampilans285.jpg
Barong adalah senjata yang populer di kalangan Muslim Filipina, terutama pada Suku Tausug di Filipina Selatan, pada perkembangannyah Barong juga ditemukan pada Suku Mangyan di daerah Propinsi Luzon Timur, Barong juga merupakan senjata favorit suku Sultunate di Sulu. Barong juga dikatakan banyak digunakan oleh para praktisi Kuntau di Mindanao Selatan. Pada umumnyah mempunyai satu sisi tajam, bilah berbentuk seperti daun yang menggembung hingga mudah dikenali, bentukan seperti itu sangat bagus untuk mudahnyah bilah dalam memotong daging, Bilah tebal dan berat dengan tujuan menambah momentum ketika diayunkan, panjang bilah sekitar 45cm - 55cm ditambah hulu sepanjang 15cm - 17cm Hulu unik berbentuk kepala burung kakaktua, untuk memperkuat menancapnya bilah pada hulu biasanya ada ring besi berbentuk mengerucut sepanjang kira2 10cm, bentuk kepala burung kakaktua terbuat dari sejenis kayu banati, terkadang juga terbuat dari tanduk kerbau. (Dari berbagai sumber, Hartcone)
Datu atau datto ialah gelar untuk ketua sesuatu kaum atau raja di Filipina sebelum dijajah oleh Spanyol. Gelar ini masih digunakan oleh keturunan mereka di Filipina. Kata "datu" ini berdasarkan perkataan "datuk", suatu gelar yang masih digunakan di Malaysia, Brunei dan Indonesia. Mitos kedatangan 10 orang "datu" dari pulau Borneo dirayakan setiap tahun di Perayaan "Binirayan" di Pulau Panay, yang pada zaman silam dikenali sebagai "Aninipay". Dalam struktur masyarakat Muslim Filipina, Sultan merupakan kedudukan yang tertinggi, lemudian diikuti oleh datu. Kebesaran seorang datu diukur dari jumlah pengikutnya. Peranan datu adalah penting dalam masyarakat Muslim Filipina. Pada zaman silam, mereka mengetuai penyerangan ke kampung-kampung yang lain sebagai balas dendam (mempertahankan martabat) untuk kematian salah satu anggota suku atau jika ada pelanggaran kehormatan. Pada masa kini, datu masih berperanan sebagai ketua masyarakat Islam di Mindanao dan mentahbiskan hukum Shariat. Dukungan dari para datu ini adalah penting untuk menjalankan program-program kenegaraan pada masa kini di dalam masyarakat Islam di sana. (Diterjemahkan dari Wikipedia Bahasa Inggris - Hartcone)  Para Pendekar Moro!! (minjem gambarnya Mas Castro)
SINAR HARAPAN Kamis, 6 Desember 2001 JAKARTA – Betawi terkenal dengan gudangnya pendekar-pendekar silat yang tersohor. Legenda si Pitung jago silat dari Marunda tetap melekat di hati masyarakat Betawi sepanjang masa. Sejarah persilatan di Betawi pun mencatat, nama perkampungan Kwitang berasal dari seorang pedagang Tiongkok, Kwe Tang Kiam yang terkenal karena ilmu silatnya yang ampuh. Kisah ini diawali pada abad 17 ketika seorang pengembara dari dataran Tiongkok, Kwe Tang Kiam menjejakkan kakinya di tanah Betawi. Konon, Kwe Tang Kiam telah mengembara ke hampir seluruh pelosok daerah Indonesia. Di salah satu kampung di Betawi pengembara yang juga pedagang obat-obatan tersebut menetap. Selain jago dalam meracik obat-obatan, ia juga ahli dalam berolah silat. Di daerah tempat ia menetap, Kwe Tang Kiam menurunkan ilmu silatnya kepada orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Kehebatan ilmu silat Kwe Tang Kiam diakui masyarakat Betawi saat itu. Silat yang diajarkannya menggunakan jurus-jurus ampuh mirip aliran Shaolin yang memadukan unsur tenaga, kekuatan fisik dan kecepatan. Hal ini sangat berbeda dengan aliran silat Betawi yang lebih menonjolkan ilmu kebatinan. Walau demikian Kwe Tang Kiam mengakui kehebatan ilmu kebatinan silat Betawi setelah mencoba keampuhan ilmu salah seorang jawara Betawi bernama Bil Ali.Terbukti, ilmu kanuragan beraliran putih yang dimiliki Bil Ali berhasil menundukkan Kwe Tang Kiam. Hingga akhir hayatnya Kwe Tang Kiam menetap di kampung ini dan dengan kesadaran sendiri ia kemudian memeluk agama Islam. Kampung tempat ia menetap pun kemudian menjadi desa kampung Kwitang, yang masuk dalam wilayah Jakarta Pusat. Hanya untuk Keluarga Salah satu murid dari Kwe Tang Kim adalah leluhur keluarga H. Moch Zaelani yang kemudian menjadi pewaris ilmu silat ini di daerah Kwitang. Ia pun kemudian mengajarkan ilmu silat yang ini kepada keluarganya sendiri, yakni, H Moch. Zakaria. Namun karena minat orang-orang Betawi untuk mempelajari ilmu silat ini begitu besar, maka ia pun memberi kesempatan kepada mereka untuk turut mempelajarinya. Zaelani mendirikan perguruan pencak silat aliran Kwitang 27 September 1948 bertepatan dengan diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional PON I di Solo. Ketika berlangsung PON I itulah Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) diresmikan. Waktu itu, Ketua IPSI yang pertama , Mr Wongso Negoro, mengundang para pesilat dari Kwitang untuk mendemonstrasikan kebolehannya pada pembukaan pekan olahraga tersebut. Empat tahun kemudian, tepatnya 27 Septemebr 1952 saat dilangsungkannya PON II di Jakarta, Zaelani secara resmi mendirikan Perguruan Silat Kwitang dengan nama ”PS Mustika Kwitang”. Perguruan ini kemudian diwariskan kepada cucunya H. Moch Zakaria Abdulrachim. Pada PON II, Zakaria tampil sebagai atlet . Ketika itu pencak silat resmi menjadi salahsatu cabang yang dipertandingkan. Pada nomor seni yang dipertandingkan. Zakaria keluar sebagai juara. Dalam PON berikutnya, Zakaria selalu menjadi momok bagi lawannya. Bersama pesilat Mustika Kwitang lainnya ia merajai berbagai kejuaraan, seperti PON ke-III 1953 di Medan, PON ke-IV tahun 1957 di Makassar, dan PON ke- V tahun 1961 di Bandung. Ia berturut-turut tampil sebagai juara. ”Kondisinya pada waktu itu tidak seperti sekarang ini, sarana dan prasarana masih sangat terbatas. Tak jarang untuk mengikuti even pencak silat di Jakarta kami harus jalan kaki. Begitu juga ketika mengikuti PON kami naik kapal laut dan ditempatkan di sekolah-sekolah yang berada di dekat arena pertandingan. Lain dengan atlet sekarang yang diberikan fasilitas yang cukup mewah,” kenang Zakaria, yang lahir di Kwitang 22 Juni 1931 ini. Sebagai pendekar silat, Zakaria juga merupakan salah seorang pendiri Persatuan Silat Putra Betawi yang beranggotakan 46 cabang perguruan silat di Jakarta. Setelah PON ke-V tahun 1961 di Bandung, Zakaria mengundurkan diri sebagai atlet. Ia lebih memfokuskan perhatiannya pada perguruan yang dipimpinnya. Sejak itu PS Mustika Kwitang secara resmi terbuka untuk masyarakat umum. Nyaris Punah Melalui ketekunan Zakaria, PS Mustika Kwitang kian harum dengan jumlah murid mencapai ribuan pesilat yang tersebar di Jakarta, bahkan sampai Jawa Barat, Jawa Tengah hingga ke Sumatera Utara. Pada masa kejayaannya, PS Mustika Kwitang melahirkan pesilat-pesilat andal seperti Diantoro Nur, Ganda, Ishak, Lubena, Yuyu dan Latifah (pesilat putri). Ia mengungkapkan rahasia suksesnya dalam membina anak didiknya berasal dari motivasi yang besar untuk menekuni olahraga warisan nenek moyang ini. Selain itu ia pun menganjurkan kepada murid-muridnya untuk tidak terlalu fanatik dengan perguruan. Mereka boleh mengadaptasi ilmu silat di luar perguruan untuk memperkaya ilmu silat yang mereka miliki. ”Modal utama yang harus dimiliki oleh atlet Mustika Kwitang adalah kepercayaan diri yang besar,” ungkap Zakaria. Pada tahun 80-an, Zakaria mengundurkan diri dan mewariskan ilmunya mewariskannya kepada anak-anaknya. Tapi sayang, keberhasilannya dalam membina perguruan silat tidak diikuti oleh pewarisnya itu. Perkembangan perguruan yang sudah nama di dunia persilatan ini kian terpuruk bahkan nyaris punah. Murid-murid perguruan ini satu per satu mulai berkurang dari ribuan orang hanya tinggal beberapa gelintir pesilat saja yang masih eksis dalam mengembangkan seni pencak silat ini. Akibatnya, PS Mutstika Kwitang sulit bersaing dengan perguruan silat lain, termasuk beladiri dari luar. Zakaria mengakui, perguruan yang dipimpinnya itu tidak memiliki pendukung serta sponsor. Selain itu, PS Mustika Kwitang hanya sedikit memiliki kader pelatih dan sistem pembinaannya tidak efisien. Di perguruan ini, tidak dikenal tingkatan yang jelas dan baku untuk menilai kemampuan murid-muridnya. Penentuan tingkatan hingga penunjukan kader pelatih masih ditentukan guru besar. ”Saya sangat prihatin dengan kondisi ini. PS Mustika Kwitang sebagai pendiri aliran silat di daerah Kwitang nyaris tenggelam. Saya tergugah untuk kembali membinanya, ” kata Zakaria. (str/eko yulianto)
Pernah kah anda semua melihat seorang yang dihajar masa gara2 teriakan ini? bahkan sampai dibunuh dibakar dang sebagainya, kita bisa bilang biadab, tidak berperikemausiaan. Entah si korban bener atau salah, tanpa di chek terlebih dahulu langsung dihajar beramai-ramai.
Mungkin ga berlaku pada penduduk perkotaan yang sudah begitu terlihat sibuk dan sangat kental secara individual. yah biasanya ga peduli, elo... elo!, gua... gua!
Ciri-ciri Masyarakat Kota Besar: - hidup di kota bercirikan perpecahan, individualisme dan mementingkan diri sendiri - di kota tidak ada kebaikan bersama dan ikatan keluarga - lingkungan cenderung tidak banyak mempunyai arti - mekanikal dan artifact (buatan manusia) - lebih rasional, lebih memperhitungkan. - eksistensi bergeser dari kelompok ke individual.
Tetapi dalam masyarakat pinggiran yang begitu peduli dan punya ikatan primordial yang sangat kuat, satu di cubit berarti semua ikut sakit....
Ciri-ciri Masyarakat Pinggiran dan Kota Kecil: - memiliki tujuan kesatuan yang esensial - orang bekerja sama untuk kepentingan bersama - kehidupan sosial bercirikan: "hidup bersama yang karib, pribadi dan eksklusif - mereka mengakui "kebaikan bersama, kejahatan bersama, sahabat bersama, musuh bersama" - dalam diri mereka terkandung "we-ness" dan "our-ness" - dipandang sebagai organisme hidup.
Nah keadaan semacam ini, banyak terjadi dimana masyarakat pinggiran begitu ga suka akan satu bentuk kejahatan di tempat umum, ketika ada satu sikap heroisme atau satu sikap kepahlawanan, semua pasti ikutan... Begitu ada satu tindakan yang dianggap melawan kebaikan bersama, masyarakat ga akan check recheck terlebih dahulu, atau bertanyah, "ehh elo maling beneran atau bukan?" ga ada waktu untuk hal tersebut, yang ada adalah sikat duluan urusan belakangan, wong dikerjakan rame2, ya begini ini dimana ikatan pertemanan dan solidaritas sosial menjadi sangat mudah di provokasi, salah satunyah adalah: "Teriakan Maling!"
Nah kalau kita yang dalam keadaan panik dalam membeladiri oleh satu bentuk kejahatan, jangan sungkan untuk berteriak, "Malingg!! Rampok!! atau Copeett!!" ini bisa manjur bila kita tau sisi sosial budaya masyarakat, tapi akibatnyah kita balikin pada diri sendiri, do it! or not! tapi kalau memang itu perlu demi keselamatan pribadi dan kita benar, yah kenapa tidak! (hartcone)
1. Makan sebelum latihan full ,untuk makan sebaiknya makan 1,5 jam sebelum latihan itu jika makanan ringan. Tapi jika kita makan besar (nasi dan bejuta2 lauk ) lebih baik 2-3jam sebelum latihan,dan memang ini berbeda2 setiap inidividunya tp yg penting jangan lupa makan, nanti laper
2. Minum ketika latihan ,di tempat ane latian sering di permasalahkan masalah minum,ada yg bilang tidak boleh ada yang bilang boleh aja, lalu akhirnya kita tanya ke dokter kesehatan untuk bola,dan dia bilang bahwa minum dalam melakukan olah raga, apa pun itu,sangat di anjurkan khususnya untuk mengindari dehidrasi tp yg perlu di ingat jangan terlalu banyak jadi 2-3 teguk sudah cukup kecuali jika memang sudah selesai latihan...
3. Kepala kok sering sakit ya pas latihan ini biasanya di alami sama para praktisi MA sprt boxer, jujitsu, TKD, tp jg pada para sport art sprt tenis, bola, pingpong, dll. dan banyak orang juga yang nggak mengerti kenapa kok sering sakit2 ini, sangat penting kalo ngak bisa menjadi migren berat atau menjalar ke tempat2 lain.
untuk ngatasinnya ada beberapa tips : * Selalu pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah latihan,dan coba untuk jangan terlalu nafsu ketika latihan. * Latihan dengan perlahan jangan langasung ke sesi2 berat di awal2 latihan. * Jauhin dihidarasi, bagaimana??? ya minum aer lah murah dan sehat lagi. * Dan biasanya jg bisa di sebabkan dari tekanan gula yg turun, ya minum teh manis lumayan membantu jg kok. * Kalau udah terlanjur latian keras secara terus menerus jangan pernah coba berhenti atau merubah jadwal secara mendadak,cobalah di kurangin secara perlahan2 * Dan seperti iklan2 di tipi jika sakit masih belanjut segera hubungi mbah dokter dan tar di kasih obat.
4. Push Up... dalam latihan conditioning itu sudah pasti sangat penting dan push up adalah tehnik kuno yg tetap abadi, ya memang betul sebagian besar push up tidak membuat otot gede, tapi buat memperkuat lengan (kalone)
Konsep ilmu tenaga dalam shaolin sendiri sebenarnya terbagi 2 jenis , yaitu: 1. Ilmu energi Aura/metafisika (energy alam semesta) Dimana mereka membayangkan menyerap energi alam untuk diserap tubuh dan mengunakannya. 2. Ilmu energi tenaga dalam (energy vital tubuh) Dimana mereka mengolah energi dalam tubuh, lalu dikendalikan energinya, dan mengunakannya. Tenaga dalam shaolin modern bisa dibagi dalam 4 jenis yaitu: Seni Gerakan Dinamis, Seni Mewujudkan Sendiri Chi, Seni Pernapasan hening (Silence), Seni Pernapasan Duduk. Pernapasan shaolin yang dipakai adalah pernapasan perut dengan menggunakan konsep garis2 energi ditubuh (meridian) dengan sumber tenaga dalam di Dan Tien (sekitar beberapa cm dibawah pusar). Mungkin ada pernapasan lainnya tapi yang dikenal luas adalah pernapasan perut ini. Sebagian ilmu2 tenaga dalam shaolin seperti: § Seni Tangan Besi: dilatih dengan memukul karung berisi pasir dan potongan besi, menusuk telapak tangan kedalam pasir / biji2an panas dikuali besar, dengan tangan telah diolesi obat2an tertentu untuk memperkuat tangan dan menyembuhkan luka. Orang yg ahli bisa menghancurkan batu cadas sekali pukul. § Seni Kepala Besi: dilatih dengan memukul kepala dengan batu bata berkali2, menghantamkan kepala ketembok, jungkir balik dengan tumpuan kepala dilantai, dll. § Seni Lonceng Emas: dilatih untuk bisa membuat tubuh kuat menahan tusukan benda tajam, seperti berbaring diatas tombak, pedang, ditusuk dengan tombak/ pedang, dll. § Seni Menghisap Tempel: dilatih untuk menyerap benda2 menempel erat ditubuh tanpa bantuan lem perekat. Di acara TV Ripley pernah ditampilkan seorang biksu shaolin digantung dan diangkat dengan helikopter, dengan tali yang terikat pada sebuah mangkuk yang dihisap dengan perut sibiksu tanpa perekat !! bayangkan kemampuan hisap perut sibiksu yg dapat menahan berat tubuhnya sendiri diudara selama beberapa jam !! orang yg ahli dalam ilmu ini bisa merayap didinding seperti spiderman tanpa alat bantu !. § Seni Testis Kuat: dilatih untuk menarik / mengangkat beban berat berkilo2 gram dengan testis (buah zakar pria). § Seni Satu Jari Zen: dilatih untuk bisa berdiri terbalik dengan kaki diatas dan kepala dibawah tapi cuma dengan tumpuan satu jari tangan dilantai ! orang yang ahli bisa membolongi batu dengan tusukan satu jari tangan saja, membunyikan bel / mematikan lilin dengan kibasan jari tangannya dari jauh. § Seni Berjalan diatas rerumputan: ilmu ringan tubuh ini dilatih untuk bisa berlari sangat cepat, meloncat keatas genteng atap rumah, meloncat2 diatas atap rumah2, berlari didinding tembok, berlari diatas pepohonan, dll. Salah satu latihannya yaitu membuat lubang dalam ditanah lalu dari dalam lubang itu latihan meloncat keatas keatas tanah. § Seni Telapak Tangan Panas: orang yg ahli bisa mengeluarkan hawa panas dari tangan dan bisa menyedot darah orang lain. § Seni Pelentur Otot: orang yg ahli bisa membuat posisi tubuh yang sulit dilakukan orang biasa seperti melipat tangan dan kaki kebelakang tubuh , dll. § Seni Pukulan Menembus tembok: orang yg ahli bisa memukul jatuh orang dibalik tembok. Itu cuma sebagian dari ilmu2 shaolin yang sangat banyak, dan biasanya juga jarang sekali orang yang bisa menguasai semua ilmu shaolin, paling rata2 cuma satu / dua ilmu saja yg dikuasai, karena satu ilmu saja memerlukan latihan bertahun2 untuk menguasainya dengan baik. Ilmu beladiri shaolin dianggap sebagai sumber dari berbagai aliran ilmu beladiri di dunia, karena memang selain telah berusia ribuan tahun, murid2nya telah tersebar di seluruh dunia, dan akhirnya mempengaruhi dan berkembang menjadi aliran lain seperti Wutang (Butong) yang terkenal dgn jurus Tai Chi-nya,....Pat Kwa (Bagua), Hsing-I, Kungfu 6 leluhur, kungfu belalang sembah, dll (Uniknya guru2 besar/pendiri aliran yang berlandaskan TD ini, termasuk Neitankung beragama Islam, karena suku hui di propinsi Xin Jiang-cina mayoritas penduduknya beragama Islam), Lalu meyebar ke Taiwan ada aliran Nei Tan Kung (konon murid2nya bisa melayang, menembus bumi, dll ) lalu dijepang seperti Karate, Jujitsu, Kempo, Aikido, dll di Indonesia seperti Perisai diri, Tapak suci, Bangau putih, dll. (Irwandi) Note: Kalo ada yang salah atau HOT News yang mau di up date atau di koreksi silahkan dibahas di KASKUS MA: KUNGFU SHAOLIN DAN TENAGA DALAM thank's...
Sejarah singkat Nama Shaolin berasal dari kata Siaw Lim (gunung kecil), karena biara shaolin terletak dipegunungan shongsan, propinsi Henan, Cina. Menurut sejarah, biara shaolin didirikan seorang pendeta india bernama Batuo, sekitar tahun 495 M. Hal ini bisa diketahui dari lukisan2 didinding kuil yang melukiskan orang2 india. Sekitar tahun 527 M, seorang pendeta budhis india yang berjuluk Bodhidarma (Tat Mo Couwsu) datang dari india kedataran cina untuk menyebarkan ajaran budha (konon ia menyeberang sungai dengan berjalan diatas air). Bodhidarma kemudian menetap dikuil shaolin. Dikuil, ia lalu bermeditasi selama kurang lebih 9 tahun dengan menghadap dinding. Suatu saat Bodhidarma merasa kesal terhadap dirinya sendiri yang tidak bisa konsentrasi dalam meditasinya, karena masih mendengar suara2 dari luar, lalu ia memotong daun telinganya (konon tempat ia membuang daun telinganya lalu tumbuh semacam tumbuh2an). Dan sampai kini orang bisa melihat bekas bayangan tubuhnya yang membekas didinding tempat ia bermeditasi dikuil shaolin. Menurut penyelidikan, Bodhidarma bukanlah pendiri kuil shaolin and bukan pembuat ilmu beladiri shaolin yang pertama, tapi ia diakui sebagai orang yang sangat berjasa dalam pengembangan ilmu beladiri shaolin. Bodhidarma sendiri adalah bekas seorang pangeran india yang menjadi pendeta, sehingga sebagai seorang pangeran tentu saja besar kemungkinan ia mendapatkan pendidikan ilmu beladiri dari ahli2 yoga istana. Suatu ketika bodhidarma melihat biksu2 shaolin banyak yang tidak bisa berkonsentrasi dan diam berlama2 dalam meditasinya, sehingga ia lalu mengajarkan 2 buah kitab yang ditulisnya, dan juga 18 jurus Lohan (Arhat) kepada biksu2 shaolin. Dari dua kitab itu, yang satu hilang entah kemana, dan yang satu lagi adalah kitab Ih Cin Keng (Xin Jin Jing) atau kitab Metamorfosa / Transformasi Tendon dan Otot. Disebutkan bahwa orang yang menguasai kitab ini akan mempunyai tubuh yang kebal dari segala macam senjata. Bentuk asli dari isi kitab Ih Cin Keng ini sendiri tidak diketahui sepenuhnya karena telah lewat waktu ribuan tahun, tapi sebagian dari isinya bisa dilihat pengaruhnya dalam ilmu beladiri shaolin sekarang. Kemudian seni beladiri shaolin terus berkembang seiring waktu, salah satu perkembangan yang penting adalah ketika seorang pangeran bernama Chang Zan Feng berlatih dikuil shaolin. Dalam perjalanannya kekuil, ia melihat seorang kakek penjual kaki lima tanpa sengaja menyenggol seorang preman. Preman ini marah dan berusaha menghajar sikakek tua walau kakek itu telah berulang kali meminta maaf. Karena minta maafnya tidak digubris sipreman yang terus menyerangnya, kakek itu lalu hanya meletakkan satu jari di jempol kaki si preman, akibatnya sipreman langsung pingsan dengan tubuh membiru. Ternyata sikakek merupakan ahli Qin-na (semacam ilmu mencengkram dan menotok cina). Merasa kagum pada kesaktian sikakek, Chang Zan Feng lalu meminta berguru ke sikakek, tapi dengan halus sikakek tua itu menolak dan merekomendasikan temannya seorang pendekar untuk mengajari Chang. Lalu kemudian Chang mengajak sikakek tua itu dan temannya seorang pendekar untuk menetap dikuil shaolin. Dan kemudian ketiga orang inilah yang lalu mengembangkan ilmu2 shaolin menjadi 72 bentuk ilmu shaolin yang diilhami dari sifat2 dan ciri2 dari 5 binatang (macan, ular, bangau, kera, dan naga). Perkembangan penting lainnya adalah ketika kaisar pada saat itu dihasut oleh seseorang bahwa kuil shaolin akan memberontak kepada kekaisarannya, sehingga kaisar lalu mengutus ribuan pasukan untuk menghancurkan kuil shaolin. Penyerangan pertama ribuan pasukan kekaisaran ini bisa dipatahkan oleh perlawanan biksu2 shaolin yang bertahan dikuil. Tapi kemudian pada penyerangan selanjutnya biksu2 shaolin tak mampu lagi menahan serbuan pasukan, sehingga akhirnya kuil2 shaolin dibakar habis dan banyak biksu2nya dibunuh (kisah penghancuran kuil shaolin ini pernah difilmkan dengan judul Shaolin Temple dengan bintang Jet Lee). Dari sekian banyak biksu2 shaolin hanya ada 5 biksu yang berhasil selamat dan melarikan diri keluar kuil dengan membawa sebagian kitab dan barang2 berharga shaolin. 5 biksu ini lalu disebut dengan "5 leluhur" karena pada awalnya ilmu beladiri shaolin hanya terbatas diajarkan dikalangan intern biksu2 saja tak pernah diajarkan keluar kuil, tapi karena peristiwa ini ilmu beladiri shaolin kemudian mulai diajarkan keluar kuil. Disiplin Keras Biksu2 shaolin dibagi dalam beberapa tingkatan, seperti biksu pemula, biksu senior, biksu tingkat tinggi, dll. Sebagai seorang biksu, tentu saja pendikan agama Budha sangat penting diajarkan disana, tapi untuk memperkuat kesehatan tubuh biksunya, ilmu beladiri juga diajarkan kepada biksu2 shaolin. Pada mulanya kuil shaolin tidak menerima murid yang bukan penduduk asli cina (beragama budha), tapi seiring perkembangan zaman, akhir2 ini kuil shaolin mulai menerima murid dari luar cina walau dikenakan biaya mahal. Pengajaran ilmu beladiri shaolin sendiri disesuaikan dengan tingkatan para biksunya, semakin tinggi tingkatannya semakin tinggi juga tingkatan ilmu yang diajarkan kepadanya. Biksu2 yang baru masuk biasanya tidak diajarkan beladiri, tapi lebih disuruh untuk melakukan kegiatan2 yang sifatnya keperluan sehari2 seperti mengambil air dari sungai, menyapu halaman, dll. Setelah selang beberapa waktu kemudian, baru diajarkan ilmu beladiri dasar, yaitu disuruh melatih kuda2 saja selama beberapa bulan atau tahun tanpa diajarkan ilmu beladiri lain . Tapi akibat dari latihan kuda2 ini, biksu2 shaolin dapat berlari puluhan km tanpa lelah, kakinya kuat dihajar lawan, dan bisa menghancurkan lantai batu dengan sekali hentakan kaki ! (di villa Seribu Budha di kuil shaolin, kini bisa dilihat lantai batunya banyak yang berlubang2 akibat latihan biksu2 shaolin). Pendidikan shaolin termasuk pendidikan beladiri yang sangat keras, murid2 disuruh membiasakan diri untuk berlatih setiap saat, seperti tidak disediakan kursi diruang makan lalu murid2 disuruh makan-minum dengan melakukan kuda2, bahkan waktu tidurpun mereka tetap berlatih, seperti tidur diatas sehelai tali yang dibentangkan, atau tidur dengan kaki diikat keatas, atau dalam posisi meditasi. Murid2 dibiasakan disuruh mengambil air dengan 2 gentong besar kesungai yang jaraknya beberapa km dari kuil shaolin bolak balik, lalu setiap pagi diajak berlari jongkok menaiki/menuruni pundakan tangga panjang diluar kuil, dan latihan2 berat lainnya. Dan biksu2 shaolin dilatih bermeditasi selama berjam2 dengan diawasi pengawas bila sedikit saja kelihatan tidak konsentrasi langsung digebuk dengan tongkat. Tapi hasil latihan keras ini dapat membuat biksu2 shaolin punya tubuh yang sangat kuat. Tenaga dalam Shaolin Ilmu beladiri shaolin secara garis besar mempunyai konsep melatih 3 aspek penting yaitu: Shen (melatih konsentrasi dan ketenangan pikiran), Gong (menyerap energi alam / metafisik) dan Chi (melatih energi vital / tenaga dalam). (Irwandi) sumber: Kaskus Martial Arts Forum
Banyak gaya yang muncul dari ‘induk’ kungfu shaolin yang paling awal mungkin gaya taiju, dikenal dalam bahasa tiongkok sebagai taiju changquan (gaya kepalan panjang) dari kaisar song. Istilah panjang merujuk pada gerakan bersambungan dalam gerakan jurus mereka yang menyerupai aliran terus menerus dari sungai panjang, nama yang diberikan orang tionghoa untuk yangtze kiang. Oleh karena itu dalam pertunjukkan kungfu shaolin utara, gerakan individual tidak ditampilkanh secara terputus tetapi dalam gerakan mengalir dari 10-20 gerak yang ditampilkanm tanpa henti seperti satu gelombang panjang, dikuti gelombang lain dari 10-20 gerak. Satu jurus dari 60 gerak, misalnya ditampilkan dengan hanya empat atau lima perhentian pendek, seolah-olah memuat empat atau lima gerak panjang bersambungan. Gaya taiju ditemukan pada abad ke-10 oleh Zhao Kuang Yin, kaisar pendiri dinasti song, yang sangat berutang budi atas pembangunan kekaisaran pada kungfu shaolin. Kemudian, istilah changquan atau kepalan panjang mulai digunakan untuk gaya kungfu lain di mana ada gerakan merentang cepat, bertenaga dan lompatan indah serta teknik menendang; semua itu dilaksanakan seperti gelombang yang bersambungan. Semua gaya changquan diambil langsung dari shaolin utara atau sangat dipengaruhi olehnya. Gaya utama dari changquan saat ini adalah chaquan, huaquan (kungfu bunga), huaquan (kungfu inti), hongquan dan baoquan. CHAQUAN, ATAU KUNGFU CHA, DIKEMBANGKAN OLEH JAMIL, SEORANG MUSLIM TIONGHOA YANG TINGGAL PADA DINASTI MING AKHIR. Istilah ini diambil dari namanya; dalam bahasa tionghoa jamil diucapkan ‘cha-ni-l. CHAQUAN KADANG-KADANG DIKENAL SEBAGAI KUNGFU MUSLIM. Karena ia sangat populer di antar masyarakat muslim di cina barat laut. Hongquan atau kungfu hong terkenal di propinsi shanxi dan shicuan. Ini didirikan oleh bhiksu shaolin terkenal jue yuan dari dinasti yuan, dan dinamai menurut dua jurus dasar hong kecil dan hong besar. Ini adalah gaya populer dari kungfu shaolin utara. Dalam bahasa tionghoa, kata hong, yang berarti ‘merah’ diucapkan sama seperti dengan kata lain yang berarti ‘besar’ yang merupakan nama keluarga yang sangat umum. Salah satu master shaolin selatan adalah hong xi guan yang hidup pada masa dinasti qing, dan ada gaya terkenal dari kungfu shaolin selatan yang dinamakan menurut namanya yang juga disebut hoongquan. Meskipun dua kata itu ditulis terpisah dalam huruf tionghoa, keduanya sama apabila ditulis dalam huruf latin, jadi kita perlu memastikan gaya hongquan yang mana dimaksudkan. Baoquan atau kungfu meriam adalah gaya sangat konu. Dokumen menunjukkan bahwa bhiksu shaolin terkenal, yuan zhong, menpertunjukkan baoquan dihadapan kaisar pertama tang selama perlantikannya sebagai jendral. Ini disebut baoquan karena terkenal akan kecepatan dan tenaganya. Ada 12 teknik dasar dalam gaya ini, dikenal sebagai 12 meriam. Huaquan atau kungfu bunga, ditemukan oleh master shaolin, gan feng chi pada dinasti qing, diskusi umun tentang kungfu bunga, prototip gaya ini yang di tulis oleh sang master sendiri, masih ada dan telah dicetak ulang. Gaya kungfu ini menekankan teknik cepat dan pendek. Serangan balik pada lawan dengan gerakan membingunkan. Ini berguna bagi lawan kecil yang berhadapan dengan lawan yang lebih besar. Ini menekankan urutan pertempuran pendek untuk pertarungan praktis ketimbang jurus yang lengkap dan panjang untuk demontrasi. Ejaan latin hua, yang berarti bunga, diucapkan pada nada pertama. Ada gaya kungfu lain yang diejakan huaquan, tetapi dengan hua yang berarti ‘kecantikan’ atau ‘inti’ yang diucapkan pada nada kedua. Tidak ada kesulitan antara kedua gaya ini dalam bahasa tionghoa karena baik bentuk tertulis atau ucapanannya berbeda; tetapi masalah muncul apabila kedua gaya itu ditulis dalam ejaan latin karena tidak ada bedanya. Huaquan yang berarti kung fu inti menggabungkan jing, chi dan shen, tiga ciri utama kungfu, dalam satu kesatuan. Jing adalah tenaga dalam, chi adalah enmergi intrinsik dan shen adalah kekuatan pikiran. Filosofi dasar dari huaquan berada pada prinsip empat serangan, delapan metoda dan dua belas jurus. Empat serangan adalah memukul, menendang, menjatuhkan dan mengcekeram. Delapan metoda adalah tangan, mata, tubuh, gerak kaki, kekuatan fisik, tenaga dalam, energi intrinsik dan kekuatan pikiran. Dua belas bentuk adalah bergerak seperti gelombang, diam seperti gunung, naik seperti kera, merunduk sep[erti layang-layang, berdiri seperti ayam jantan, stabil seperti pohon cemara, berputar seperti roda, merentang seperti busur, ringan seperti daun, berat seperti besi, tajam seperti elat dan cepat seperti angin. (Irwandi) sumber: Kaskus Martial Arts Forum
Biara shaolin yang terkenal, didirikan oleh pendeta buddhis india, batou, pada tahun 495 M, di bawah perlindungan kaisar Xiao Wen DI dari dinasti Wei utara. Pada tahun 527 M, budhidarma, seorang pangeran india yang meninggalkan kehidupan mewahnya untuk menjadi pendeta buddha, tida disana untuk mengajarkan buddhisme. Ketika ia menemukan para pendeta terlalu lemah untuk mempraktikkan meditasi, jalan utama untuk pencerahan, ia mengajarkan mereka serangkaian latihan luar yang dikenal sebagai Delapa Belas Tangan Lohan, dan satu sisatem l;atihan dalam yang dikenal sebagai kitab Metamorfosa otot. Shaolin bukanlah biara biasa adalah biasa bagi kaisar cina sepanjang sejarah untuk berdoa kepada surga setahun sekali untuk kedamaian dan kemakmuran rakyat, dan mereka melaqkukan upacara di salah satu gunung suci cina. Gunung song tempat biara shaolin terletak adalah gunung suci pusat. Oleh karena itu, shaolin sering dikunjungi oleh kaisar-kaisar dan jenderal-jemnderal besar. Beberapa jenderal pensiun ke biara untuk mencari pencerahan spiritual. Merekla adalah ahli beladiri dan ketika mereka melihat para bhiksu berlatih Delapa Tangan Lohan, mereka mengembangkan gerakan fisik menjadi kung fu, yang kemudia dikenal sebagai kung fu Lhan Shaolin. Mereka juga mengembangkan Metamoforsa Otot menjadi chi kung shaolin Ada beberapa jenis kung fu shaolin, masing-masing dengan ciri khusus yang sesuai bagi orang yang berbeda dan kebutuhan berbeda. Namun, bentuk dasarnya adalah kungfu lohan, yang merupakan gaya bagus untuk pengikut yang kuat dan besar karena ini menggunakan keuntungan ukuran dan kekuatan. Chi kung shaolin juga dikembangkan menjadi berbagai jenis, tetapik metamorfosa otot tetap merupakan pendekatan dasar untuk latahian tenaga dalam kungfu shaolin. Kondisi di biara shaolin sangat ideal untuk latihan kung fu. Lingkungannya ada di daerah paling indah di china dan para bhiksunya tidak terganggu masalah duniawi. Kungfu tidak hanya dipraktekkan sebagai sistem pertarungan, tetapi dipelajari dan diteliti sebagai seni oleh murid yang cerdas dan disilpin yang memiliki banyak waktu dan juga oleh beberapa master terbaik dalam kerajan yang mengajarinya. Pencapaiannya kumulatif, dengan setiap generasi master menambahkan teknik dan keterampilan baru pada suatu kumpulan gerakan yang terus berkembang. Tidak heran bahwa biara itu menjadi pusat utama untuk latihan kungfu. Kungfu shaolin pada mulanyua hanya diajarkan kepada para bhiksu tetapi kemudian murid awam juga diterima. Setelah lulus murid awam ini dan juga beberapa bhiksu menyebarkan ke berbagai bagian negara untuk mengajarkan seni ini. Kemudian pepatah ‘kung fu shaolin adalah terbaik di dunia’ diterima luas. Di kemudian hari, kungfu dhaolin dibagi menjadi shaolin utara dan shaolin selatan Volume seni shaolin meluas sangat banyak sehingga tak seorang pun fdapat menpelajari selama hidupnya dan spesialisasi pun di mulai. Berbagai keterampilan secara tradisonal dikenal dengan 72 seni shaolin. Seni ini luas dan menyeluruh untuk kesehatan, perkembangan pribadi dan pencerahanb dan beragam untuk menyewsuaikan pada kebutuhan berbeda bagi orang muda, setengah baya dan tua. Oleh karena banyaknya seni yang ditambahkan selama bertahun-tahun, jumlah ini sebenarnya lebih dari 72. untuk menpertahankan tradisi, ada perubahan kecil pada periode berbeda terhadap seni itu yang melebihi 72, namun seni utamanya tetap sama. Beberapa contoh di antaranya tangan besi, fondasi bungan persik, seni meringankan tubuh, metode pemurnian hati dan berbagai teknik untuk meningkatkan organ indra yang berbeda. Tujuh pulu dua seni shaolin karenanya lebih dari sekedar sistem pertarungan. Dinasti Qing menyaksikan pertumbuhan banyak gaya dari kungfu shaolin selatan. Selain biara shaolin utara di provinsi Henan, biara shaolin lain di bangun di distrik Quanzhou di provinsi Fujian selama dinasti Ming (1368-1644). Kungfu yang diajarkan di sini disebut sebagai kungfu shaolin selatan, untuk menbedakannya dari kungfu shaolin utara dari biara Henan. Kung fu shaolin selatan dicirikan oleh kudfa-kuda yang solid, lengan yang kuat dan teknik tangan yang luas, berlawanan dengan lompatan indah, gerakan dan serangan tendagan yang bervariasi dari kungfu shaolin utara. Biara quanzhou menjadi pusat bagi kaum revolusioner selama dinasti qing. Menurut legenda, kaisar qing Yong Zhen saendiri menyusup ke biara sebagai bhiksu untuk menpelajari kungfu shaolin. Ia kemudian mengirimkan tentara, dibantu olehj lama tibet yang merupakan ahli beladiri untuk menghancurkannya. Oleh karena itu, ketika tibet diserrang oleh tentara komunis dan lama tibet melarikan diri ke bagian lain dunia. Beberapa orang menganggapnya sebagai balasan karma. Di sisi positif, seperti master shaolin yang melarikan diri untuk menyebarkan ajaran shaolin kemana-mana, lama tibet melarikan diri kebagian dunian lain untuk menyebarkan buddhisme vajrayana. Salah satu bhiksu shaolin yang melarikan diri mengubah namanya menjadi jiang nan untuk menghidari kejaran tentara. Setelah 50 tahun berkelana, dengan satu tujuan untuk menemukan pewaris yang cocok, ia mencapai thailand selatan disana ia bertemu dengan master kungfu fengyang yang terkenal dengan pukulan mata funik dan mencari nafkah sebagai seniman yang menpertunjukan kung fu. Bhiksau shaolin tua ini menonton pertunjukkannya setiap malam. Kemudia, suatu malam setelah kerumunan bubar, ia berkata kepada yang fang kun, ‘anak muda, kau telah mendapatkan banyak tepuk tangan untuk pertunjukkanmu, tapi kungfumu hanya seni tangan untuk pertunjukanmu, bukan kungfu asli.’ Sebelum yang fang kun dapat mengatakan apa pun, yang mulia jiang nan melanjutkan, ‘jangan dengarkan kata-kataku. Ujian kungfu adalah pertarungan. Mari cari tempat yang cocok dan kita melakukan pertandingan persahabatan untuk menguji apakah kungfumu hanya seni pertunjukan atau kungfu asli.’ Pada pertarungan berikutnya, yang mulia jiang nan, yang sudah berusia 80 tahun mengatasi yang fa kun yang berusia 20 tahun seperti anak kecil. Ketika yang memohon kepada bhiksu itu untuk menerimanya sebagai murid, master shaolin tua itu meminta satu syarat. ‘tinggallah bersamaku di puncak gunung dan mulai latihan dari awal.’ Lima puluh tahun kemudian, yan fa kun mengajarkan seni shaolin pada ho fatt nam yang mempraktikkan tinju siam, silat melayu dan tujuh gaya kungfu, dan mencari nafkah sebagai petarung tinju siam. Yang fa kun juga meminta satu syarat ‘kau harus mulai dari awal,’ katanya kepada ho fatt nam. Di selatan cina, lima gaya shaolin selatan utama dinamakan sesuai keluarga para master. Menggunakan nama ini bukannya istillah ‘shaolin’ adalah salah satu cara menghindari perhatian tentara qing. Lima gaya utama adalah Hongjiaquan (kungfu keluarga hong), liujiaquan (kungfu keluarga liu), caijiaquan (kungfu keluarha cai, lijiaquan (kungfu keluarga li) dan mojiaquan (kungfu keluarga mo). Dari kelima gaya ini, hojiaquan adalah yang paling terkenal. Ini sering disingkat menjadi hongquan, yang diucapkan sama dengan hongquan dari kung fu shaolin utara. Hongjiaquan dinamakan sesuai master shaolin, hong xi guan dan sangat terkenal dengan kuda-kudanya yang solid dan pukulannya yang kuat Liujiaquan yang dinaman menurut liu san yan terkenal untuk teknik tongkatnya. Caijiaquan dinamakan menurut cai vbai da dan terkenal untuk teknik tendangan. Lijiaquan dinamakan menurut li you san dan terkenal dengan poukulan mata funik. Mojiaquan dinamakan menurut mo qing jiao, juga terkenal untuk tendangannya Beberapa master shaolin menkhususkan pada jurus tertentu yang diambil dari gerakan dan sifat hewan, seperti kekuatan macan dan keanggunan bangau jadi selain menamai sesuai nama master, beberapa dinamai sesuai dengan jurus utamannya, seperti lungxingquan atau kungfu gaya naga, heihuquan atau kung fu macan hitam dan paihequan atau kungfu bangau putih. (Irwandi) sumber: Kaskus Martial Arts Forum
Kino Mutai bukan sekedar menggigit, tapi seni cara menggigit...Menyambung post tentang gigit-menggigit yaitu Kinomutai (bahasa Inggris), Seperti dijelaskan disana, Kinomutai adalah satu sistem dalam FMA yang mengkhususkan pada teknik gigit menggigit.
Kali ini saya hadirkan kembali tulisan lama Bung Ery Nugroho dari Blog Jalan Petarung. Teknik yg terlupakan oleh: erynugroho
Teknik menggigit sebagaimana teknik headbutt merupakan teknik yg kerap terlupakan. Soal menggigit, mungkin ada sebagian orang yg merasa jijik, atau merupakan teknik yg tidak elegan untuk dilakukan. Menggigit dianggap sebagai teknk yang tidak "terhormat" atau teknik yg dianggap "kotor".
Tapi buat saya, dalam situasi terancam antara hidup dan mati, semakin "kotor" teknik, semakin baik. Karena itu berarti totalitas kita dalam mempertahankan diri untuk survival.
Aren't we all animals? | Mungkin postingan ini akan bikin ketawa, tetapi back to basic, back to insting for survive, look for Hannibal Lecter kenapa dia di brangus (seperti anjing herder dg pelindung mulut), karena hasil gigitan adalah sangat fatal. Lagi tentang action movie yang gigit-mengigit, film Van Damme 'In to the Hell' evektivitas ground fighting n gigitan leher sangat dasyat. Ahh itu kan hanya filem.
Tapi ini juga pengalaman pribadi: Suatu saat ada masalah dalam keluarga temen, si kakak ahli beladiri klo di detilkan ya setara hampir sabuk hitam (aliran beladirinyah sengaja ga disebutkan), si adik blas ga punya back ground MA, cuma modal mabok n nekat, terjadi perselisihan diantara mereka, kebetulan saya kenal baik soo akhirnya disuruh melerai mereka. Kebetulan pas ada saya situasi n kondisi aman terkendali, karena mereka bedua akrab mungkin mereka agak sungkan, karena sudah didamaikan dan mereka berjanji untuk tidak mempermalukan keluarga akhirnya saya pulang.
Kira 2 jam kemudian, om 'X' ayah kedua bersaudara tsb menelpon, terjadi ribut lagi katanya saya dengan berat hati langsung cabut menuju TKP, disana terjadi ceceran darah, si adik mesem2 ama muka bengkak, dan si kakak lari ke RS. Rupanya ketika terjadi pertarungan si kakak sempet 'newasa' (memakai teknik ground fighting) adiknya... Karena si adik sudah tidak ada lagi jalan untuk melepaskan diri, ilmu 'Kino Mutai' dikeluarkan alhasil forehand si kakak mendapat 10 jahitan!
Sekali lagi 'bergulat, bergumul, menggigit, menjambak, mencolok mata' adalah basic dasar beladiri/survival.
Jadi inget kata-kata seorang teman, seandainya terjadi pemerkosaan, dan wanita itu mengenal Kino Mutai secara expert, ketika posisi wanita dibawah n pemerkosa diatas, paling tidak, leher n dada (ujung otot pectoralis major dekat deltoid) bisa dijadikan sasaran gigitan, itu akan melumpuhkan aktivitas tangan. Bayangkan apa yng akan terjadi? pasti sang pemerkosa urungkan niatnya, bahkan bisa terkapar. Banyak komentar yang mengatakan Kinomutai sangat biadab tapi efektif, tapi apakah kita bisa seenaknya dan gampang melakukan hal tersebut? | Mengingatkan adanyah penyakit2 yng dapat ditularkan melalui darah, Salah satunyah adalah penyakit AIDS!!! jadi sebelum melakukan teknik mengigit ini perlu banyak pertimbangan2 lagi.... | Gigitan manusia bisa menimbulkan infeksi yng serius, hal ini disebabkan karena gigitan tsb dianggap enteng n tidak berbahaya, padahal dalam mulut manusia terdapat banyak jenis bakteri, bila penggigit mengidap penyakit spt Hepatitis, HIV dll, tergigit bisa tertular dan sebaliknya. ini ada satu kasus sbg contoh: REAL FIGHT: NO RULE!! TANPA ATURAN!!Sepertinya memang demikian. Tetapi manusia yang masih sadar, tentunyah masih punya aturan2 dalam diri dia sendiri. Norma-norma agama dan norma-norma dalam masyarakat. Tetapi bila sudah menyangkut antara hidup dan mati, apa lagi mau dikata, basic insting!! animal action!! Bila sudah masuk real fight berarti sudah animal action. Tetapi semakin tinggi kemampuan seseorang semakin dia bisa mengontrol animal action tsb kan?? Hingga ada kalimat "Mengalahkan Tanpa Melukai" dan itu salah satunya bisa didapat dalam pelatihan beladiri. Ayo kita berlatih lebih giat dehh (hartcone)
Rada ribet juga kalau gw harus tampilkan "tag" pada halaman depan, kalaupun harus ikut aturan MP dg membatasi "tag" yang ada, harusnyah hanya "tag" yang penting, mungkin yang terbanyak dalam blog kita yang bisa tertampil, padahal kita sebagai bloger udah bikin kelompok2 pada sub bahasan yang bisa ditampilkan di halaman depan.
Yeah langkah awal, gw memberikan link di deretan: Home, Blog, Photos, Video, Music, Calender, Link dll, gw tambah dg link2 "tag" yang gw kehendaki, tapi seiring dengan perkembangan Blog gw sendiri akan menjadi sangat merepotkan bila menaruh link2 tersebut diatas, kemungkinan adalah lebar page yang ga muat atau ga cukup...
Akhirnya dengan mencoba ilmu gathuk asal coba, gw memasukan kode HTML pada setiap sub judul degan "tag" yang gw kehendaki, ehhh ternyata bisa...
Nah hasilnyah pembaca Blog nantinya bisa dengan mudah melihat dan langsung menuju setiap kelompok item hanya dengan meng klik sub-judulnya.
Hehe, pada awalnya yang gw kira MP begitu terbatas, akhirnya gw bisa tertawa lega, dan yang jelas gw jadi makin cinta sama MP!!
Thx buat semua teman, buat supportnyah, juga buat tips2 cangihnyah!! THX buat semua pembaca yang selalu setia mengikuti setiap tulisan amatir gw yang mungkin banyak koreksi, dan tentunya saya juga mengucapkan terima kasih sebesar2nya untuk Team Admin Multiply.
Salam
HartCone
note: apa yang dimaksud sub judul item? silahkan klik attacement Attachment: corelneww000.jpg
banyak film silat,kungfu atau genre action,martial arts,etc. yang menyesatkan, dan yang amat disayangkan penonton bisa terbuai yang disajikan adalah sama dengan kejadian sesungguhnya, padahal kita semua tahu bahwa film adalah : 1. buatan 2. aktor, berakting 3. adegan dibuat sesempurna mungkin (berkali2 cut) adapun persepsi salah yg terbentuk akibat film adalah: 1. melempar pisau harus blade grip, padahal itu tergantung pisau dan jarak, tapi kalo difilm emang paling gaya kalo blade grip. 2. jagoan bisa melawan senjata api dengan tangan kosong, bahkan tangkap peluru come on....do i have 2 explain? its kungfu hustle 3. jagoan bisa melawan banyak lawan tanpa terpukul sekalipun jadi inget film steven seagal, coba deh satu lawan satu,susahnya kaya apa....lawan2 APALAGI ! petinju profesional yg emang kerjaannya dogde punch dan make punch aja pasti terpukul kalo tanding. 4. Jawara Tua ubanan berjenggot sakti mandraguna nonton drunken master yg lama ?gurunya jacky chan? sdh tua tapi lihai kungfu loncat2 sambil mabuk lagi....coba perhatiin, stunt ! umur nggak bisa dilawan bro 5. cewek jagoan. charlies angels, female ninja, bisa sih...but multiple opponents? come on 6. anak kecil jagoan. 3 ninjas? karate kids? anak kecil lawan dewasa bersenjata beramai2? dan lain-lain by Tenshin Shoden @ Kaskus Martial Arts Forum: Martial Arts Myth & Misconception!!
Somehow salah satunya adalah Kung Fu jugalah yang menyebabkan timbulnya mitos-mitos tersebut. Karena kedalaman dari seni tersebut, menimbulkan kesan para praktisinya, seolah-olah mempunyai tenaga ajaib. Kesan ini yang dibesar-besarkan oleh para story teller / tukang gossip, di-amplify oleh romantika cerita-cerita silat (cersil), film-film Kung Fu, lengkap dengan komik-komiknya. Dibesar-besarkan menjadi tenaga dalam yg menimbulkan gempa bumi dengan skala minimal 5 richter (bumi gonjang-ganjing, langit luruh-rantak), loncat ke genteng, melayang di udara, terbang lurus ke depan, kebal bacokan, dll dll. Sayangnya sebagian besar orang mempercayai ini dengan berbagai alasannya. Alasan yang terutama adalah… dengan mempercayai ini berarti merupakan pengakuan langsung terhadap dirinya sendiri bahwa beladiri-nya sangat luar biasa. Ini begitu berhasilnya, sampai Kung Fu semakin mendapatkan mitos sebagai ilmu sakti yang bisa merubah orang menjadi setingkat dewa. Sampai kalau seseorang yang membuka perguruan Kung Fu, orang lain sungkan untuk bertanya, takut menyinggung perasaan si guru besar, sehingga tidak mau menurunkan ilmunya. Bahkan walaupun ketika sudah dilatih bertahun-tahun, sudah terasa berbagai ketidak-konsistenan dari penjelasan si “guru besar”, kemajuannya dirasakan antara ya ada sih tapi kok gitu-gitu saja, tetap saja masih mau percaya… lebih percaya bahwa dirinya yang bermasalah… kurang berlatih dengan giat… merasa kurang berbakat… yang semakin mengakui / memaksa dirinya untuk percaya bahwa ilmu yang dipelajarinya memang maha tinggi… sehingga hanya guru besarnya yang merupakan orang yang sangat spesial yang bisa menguasainya. Sehingga siapapun bisa membuka peguruan Kung Fu. Berikan sedikit demo trik tukang sulap (lihat bonus trik-trik tukang sulap ini di akhir artikel), bumbui dengan cerita-cerita fantastis, semakin fantastis ceritanya, semakin baik, semakin pasang muka kereng (baca : cemberut), semakin percaya orang dibuat. Dengan demikian semakin sulit mencari guru yang betul-betul guru. Tidak heran arti sebenarnya dari apa yang dimaksud dengan tenaga dalam, kuda-kuda, chi, yin-yang, dan segala macam training dan konsep Kung Fu yang mempunyai pengertian yang sangat dalam, semakin hilang. Ditelan oleh kebesaran mitosnya sendiri. Jangan patah hati dulu, tenaga dalam, chi, latihan internal, whatsoever, semua itu ada, dan jelas-jelas ada, dan memang luar biasa, semuanya akan dibahas oleh artikel ini sesedetil mungkin. Aaah, tetapi artikel yang lain juga klaim seperti itu… apa bedanya??? Bedanya adalah: 1. Logika yang digunakan adalah logika sehari-hari, logika fisika dan biologi anak SMA yang sederhana. BUKAN menggunakan ilmu fisika dan biologi KARANGAN SENDIRI, yang dibikin RUMIT SENDIRI, dengan tujuan orang tidak bertanya lebih lanjut, manggut-manggut mengakui ilmunya (yang sebenarnya tidak jelas juntrungannya itu). Juga tidak diperlukan mencari-cari karya tulis rahasia dari sebuah perpustakaan rahasia di negara rahasia. 2. Dikaitkan dengan mitos yang selama ini timbul akibat keengganan diri kita sendiri untuk memahami / mencari tahu apa yang sebenarnya dimaksud oleh guru kita dan melupakan reality check-nya. NOTE SATU : khusus poin yang kedua, mitos ini juga bisa ditimbulkan karena guru kita tidak bisa menjelaskannya dengan gamblang. Ini tidak berarti bahwa guru kita tidak jujur, akan tetapi dia memahaminya langsung dari pengalaman pribadinya… sehingga tidak bisa menjelaskan dengan gamblang karena memang bukan orang yang terbiasa dengan teori / konsep. Akan tetapi semua gerakan dan tekniknya sudah sangat sesuai dengan teknik, konsep, dan logika yang betul. Jadi tetaplah berhati-hati untuk selalu sopan, jangan sampai kita membuat marah guru yang memang jujur dan berdedikasi tinggi. NOTE DUA : kalau bayangan Anda mengenai tenaga ajaib adalah seperti tenaga yang dimiliki oleh para pendekar di komik Tiger Wong dan Long Hu Men, lupakanlah fantasi itu secepatnya sebelum Anda menjadi gila betulan. Dengan logika sederhana, kalau ada orang yang dengan kemampuan seperti itu, dia akan menjadi JUARA DUNIA di semua kejuaran beladiri JENIS APAPUN, DI SELURUH KELAS, plus JUARA DUNIA DI SELURUH KEJUARAN ATLETIK APAPUN. Orang itu pasti sangat amat kaya sekali, misalnya berpenghasilan : 100 juta rupiah per satu jam atau 876 milyar setahun! Reality check : orang itu tidak pernah ada, satupun tidak pernah ada (dari total belasan milyar orang yang pernah ada di dunia ini selama seratus tahun ini). Dua ciri-khas utama Kung Fu Sebelum masuk ke santapan utama, sebelumnya harus dimengerti dulu mengenai dua ciri khas paling utama dari beladiri Kung Fu gaya apapun. Ini pernah saya tulis di artikel saya sebelum ini (Kung Fu dan Point Fighting), tetapi untuk kenyamanan para pembaca, saya ulang kembali di sini. Tanpa dua cirikhas ini, beladiri tersebut boleh disebut apapun, tetapi bukanlah Kung Fu. Dua ciri-khas ini adalah: 1. Ciri-khas pertama : whole-body movement Pukulan itu pasti dimulai dr kaki paling bawah, sambung putaran pinggang, tangan, dan Bum. Semakin luwes semakin lancar tenaga nyalur dr tenaga kaki, pinggang, tangan, dstnya. Note : Im not talking about tenaga magic (mistis?) yg mengalir di dalam badan, tapi sambung menyambung tenaga otot murni. Ini seperti beberapa orang kalo mendorong bareng, yg satu berdiri di belakang yang lain, semuanya mendorong ke depan. Klo tidak terkoordinasi dengan baik, tenaga mereka saling menghilangkan (fenomena ini sering dipakai sbg trick tukang obat / akrobat utk nunjukin dia kuat banget). Klo terkoordinasi baik, BARU total tenaga dorongannya menjadi gabungan dari semua orang2 itu. Koordinasi kaki, pinggang, tangan, whole body-lah, termasuk tambahan momentum dari nafas yang dihentakkan, yang ter-combine menjadi satu pukulan, semakin nyambung dan mulus semakin baik, yang menjadi pukulan menjadi dahsyat. Bayangin klo kaki aja kira2 2 sd 3x kekuatan tangan, pinggang lebih kuat dr kaki, dan ditambah tangan, klo bisa kegabung semua dalam satu pukulan – efeknya pasti kebayang. Ini yg mungkin jadi timbul mitos tenaga magic. Dan sebaliknya koordinasi yg mulus inilah yg mungkin menimbulkan istilah “chi” (mengalir, smooth, power, fajing, etc etc). 2. Ciri-khas kedua : movement continuity Setelah melepas satu pukulan, kaki depan jatuh tegak lurus ke tanah (sbg hasil resultan gaya miring dr kaki serong ke atas dan tenaga pukulan lurus ke depan), dan untuk mukul berikutnya, langsung dr posisi kaki yg ditekuk itu nyambung tanpa ambil ancang2 dulu. Tidak seperti point-fighting yang cenderung kakinya tegak dulu untuk sambung mukul / nendang lagi. Supaya lebih ngerti cobain aja nendang2 (mukul2), perhatikan dr satu tendangan (pukulan) ke tendangan (pukulan) berikutnya, apa yg dilakukan. Oleh karena itu perlu sekali kaki yg kuat, krn untuk nyambung-nyambung terus mukul dan nendang tanpa ngambil ancang2 dulu, hampir setengah waktu pertarungan kaki dalam posisi ditekuk terus. Kira2 dalam bentuk kuda2 – makanya perlu kaki yg kuat. Di sinilah Kung Fu menang timing dibandingkan point-fighting. Point-fighting cenderung ambil ancang2 dulu, Kung Fu nyambung terus. Idealnya ya memang seperti film2 Kung Fu, orang berantem gerakannya nyambung terus tak-tek-tok. Karena menang timing itu, makanya terkesan bergerak lebih cepat. Berkesan secepat kilat krn memang 2-3 kali menang timing – dibandingkan point fighting yg harus Satu - Tegakkan kaki dulu terus, Dua- Ambil ancang2, total menjadi 2 gerakan terbuang. Realitas dan mitos-mitos yang timbul akibat Kung Fu Akhirnya sampailah ke isi utama dari artikel ini. Klarifikasi realitas dari Kung Fu! Supaya kita bisa menikmati, memahami, dan merasakan manfaat yang sebenarnya! Penghancuran mitos-mitos yang tidak bertanggung-jawab! Yang menyebabkan seni beladiri ini semakin punah! Terjerembab ke dalam fantasi dan semakin jauh dari realitas! 1. Tenaga dalam Apakah itu tenaga dalam? Adakah itu tenaga tambahan yang tidak terlihat menari-nari di dalam tubuh? Bisa dikontrol sesuka hati kita? Dan menyalahi semua hukum fisika dan biologi? Silahkan cek / googling / wiking di ilmu biologi manapun, tanya ke dokter manapun, adakah mekanisme di dalam tubuh yang memungkinkan orang mengalirkan dan mengontrol tenaga seperti itu? Stop fantasi ini. Jadi apakah tenaga dalam ini? Jawabannya simple dan gamblang : whole body movement (ingat ciri-khas Kung Fu pertama). Gabungan tenaga dari dorongan kaki, ditambah putaran pinggang, ditambah bahu, tangan, pergelangan tangan, dan berujung di kepalan tangan kita, dalam sebuah koordinasi yang pas (tenaga kaki, pinggang, bahu, dan seluruh tangan saling menambah, bukan saling menghilangkan) dan momen yang pas (semua gerakan berhenti pada waktu yang bersamaan), menghasilkan tenaga yang berlipat-lipat dari sekedar tenaga tangan saja. Yang kalau dipukulkan ke orang atau samsak bisa membuat orang / samsak tersebut terpental sangat jauh sekali, seperti mempunyai tenaga “ajaib”. Kenapa ajaib? Karena gerakan kaki, pinggang, dan bahu cenderung tidak terlihat, karena pengamat cenderung hanya memerhatikan gerakan tangan, sehingga seolah-olah tangan mempunyai tambahan tenaga “ajaib” yang sangat besar. Contoh beladiri lain yang sangat menekankan teknik ini, adalah tinju. Dari sebuah tes yang dilakukan oleh majalah Black Belt antara kekuatan pukulan seorang petinju dan seorang karateka, kekuatan rata-rata petinju jauh di atas kekuatan rata-rata karateka. Kung Fu menekankan teknik yang digunakan petinju ini lebih jauh lagi, yaitu dengan memukul mulai dari kaki ditekuk pada posisi kuda-kuda yang memberikan impact paling maksimum (tidak terlalu rendah, tidak terlalu tinggi, tapi jelas lebih rendah dari posisi berdiri). (Bukankah dengan demikian pukulan kita lebih lama sampainya? Bisa ya, bisa tidak, tetapi sorry pembahasan ini di luar artikel ini.) Dan ini bahkan masih ditambahkan dengan teknik hentakan hembusan nafas, dari perut yang dikempiskan secara mendadak, mendesak udara kotor yang memenuhi paru-paru keluar secepat-cepatnya. Beberapa teknik Kung Fu bahkan bisa terlihat secara jelas, menggunakan momen pengempisan perut, bisa terlihat jelas dari kembang kempisnya perut, yaitu tekanan dari hentakan perut yang mendadak dikempiskan ke tubuh kita, untuk menambah tenaga pukulan (jadi menambah lagi tenaga gabungan kaki, pinggang, bahu, dan tangan), sehingga total tenaga pukulan menjadi lebih besar lagi. Dari sudut pandang metabolisme tubuh memang juga lebih baik karena mempercepat pembersihan darah kotor (mengandung CO2) digantikan dengan darah bersih (mengandung oksigen) sebagai sumber tenaga pukulan. Jika guru Anda suka dengan Anda, mungkin dia akan menjelaskan ini panjang lebar seperti ini. Jika dia sebal, dia hanya akan menjelaskan kepada Anda mengenai gerakan tangan, yang memang lebih jelas terlihat. Kalau ditanya bagaimana caranya bisa tenaganya menjadi sebesar itu? Dengan enteng akan dijawab : latihan aja terus, sampai tenaga dalam kalian timbul – dibumbui dengan teknik pernapasan tertentu yang akan saya ajarkan kepada kalian tahun depan (jadi make sure penghasilan saya dari uang kursus kalian terjamin sampai dengan tahun depan). Mungkin maksudnya supaya kalian belajar dari pengalaman, atau cukup segitu aja yang perlu kalian ketahui, rahasia yang lain hanya akan saya ajarkan ke murid pilihan saya. Dimulailah mitos salah mengenai tenaga dalam. Apa ruginya jika kita mengeksekusi pukulan menggunakan teknik whole body movement, betul-betul semua bagian badan yang dapat digerakkan, digunakan untuk menambah tenaga pukulan, bahkan sampai pergelangan tanganpun digunakan untuk menambah pukulan (berarti memanfaatkan otot bagian depan tangan)? TENAGA CEPAT HABIS. Jadi seperti cerita-cerita silat, si pendekar kehabisan tenaga setelah mengeluarkan ilmu pamungkasnya (tentu dibumbui fantasi yang menyebabkan bumi gonjang-ganjing). Tapi sekarang Anda tahu bukan, tentu saja tenaga cepat habis, karena digunakan oleh semua badan Anda (sama dengan logika kalau Anda angkat barbel sekaligus dua barbel dengan kedua tangan Anda, akan lebih cepat capai dibandingkan angkat barbel satu barbel oleh satu tangan saja). Ditambah lagi mitos mengenai teknik tenaga dalam rahasia, dimana hasilnya luar biasa, tapi menyedot “energi” praktisinya (digunakan istilah energi karena kata “energi” lebih keren dari kata “tenaga”). Dan bahaya kedua dari whole body movement yang dilatih secara mendadak adalah perubahan jumlah darah yang harus dipompa oleh jantung menjadi mendadak sangat banyak (untuk mengganti supply oksigen di darah yang lebih cepat habis). Kondisi ini bisa lebih extrim dibandingkan orang yang bermain bulutangkis dan lari sprint. Ini berbahaya untuk jantung yang bisa berakibat stroke ringan dengan gejala tangan / kaki / kepala terasa kesemutan, dan yang fatal jantung mendadak berhenti dan MATI (seperti almarhum Basuki yang mendadak meninggal). Timbullah mitos hati-hati latihan tenaga dalam, salah-salah bisa lumpuh sebagian (stroke) atau mati mendadak (jantung koroner). Ini semakin menambah angker mitos mengenai tenaga “DALAM” sehingga menimbulkan kesan itu sesuatu rahasia “besar” di luar akal sehat kita. Tetapi tentu sekarang Anda sudah tahu yang sebenarnya bukan? Oh ya satu lagi, tidak usah khawatir dengan cerita mitos : bahwa orang yang latihan Kung Fu, kalau tangannya ditepukkan sedikit saja ke orang lain, akibatnya bisa fatal (karena tenaga dalamnya yang luar biasa). Kita sudah tahu tanpa whole body movement, sekuat-kuatnya tangan kita, ya segitu-gitu saja tenaganya. Jadi kalau mau gampar orang, gampar saja, dijamin dia tidak akan mati. (Kecuali kalau gamparnya pakai teknik whole body movement.) 2. Konsep yin-yang Hal berikut yang sangat popular, yang selalu dipandang sebagai sesuatu yang ajaib, yang hanya bisa dimengerti oleh para dewa dan guru-guru besar, adalah konsep mengenai yin-yang. YES YES YES pengertian yin-yang sangatlah dalam, dan sangat-sangat bermanfaat dalam latihan beladiri, tetapi sama sekali BUKAN hal yang ajaib. Dan juga coba direnungkan kalau sangat ajaib, sehingga tidak bisa dimengerti, apa gunanya buat kita??? Jadi buang jauh-jauh fantasi Anda, yin-yang sangatlah simple, nyata, dan praktis. Sedemikian simple, tetapi sangat bermanfaat, sehingga banyak orang yang mengerti berusaha merahasiakannya dengan teori-teori di awang-awang supaya Anda tidak mendapat kebenarannya! Yin-yang merupakan konsep yang berasal dari China ribuan tahun yang lalu. Walaupun sering diasosiasikan dengan salah satu gaya Kung Fu yaitu Tai-chi, konsep yin-yang bukanlah monopoli Tai-chi style saja, melainkan merupakan salah satu konsep penting dari seluruh kebudayaan China. Yin-yang merupakan kesadaran bahwa segala hal di alam semesta ini selalu mempunyai sifat yang berlawanan, ada hitam ada putih, ada gelap ada terang, dan sebagainya. Simple kan? Mari lanjut. Konsep ini disimbolkan dengan gambar berupa berupa lingkaran, biasanya dipisahkan antara dua area hitam dan putih, dimana pembatasnya berupa garis lengkung. Di area hitam biasanya ada titik putih, dan di areah putih ada titik hitam. Ini semua ada maksudnya sebagai berikut: 1. Kenapa lingkaran, bukan kotak? Karena lingkaran menunjukan continuity (kesinambungan). 2. Kenapa pembatas antara area hitam dan putih bukan garis lurus, melainkan garis melengkung-lengkung? Karena menunjukkan bahwa walaupun ada sifat yang berlawanan seperti hitam dan putih, gelap dan terang, perubahannya tidak absolut. Maksudnya di antara hitam dan putih, selalu ada warna abu-abu gelap, abu-abu setengah gelap, abu-abu terang dan seterusnya. Di antara gelap dan terang selalu ada gelap mulai terang, remang-remang, agak terang, dan seterusnya. Jadi perhatikan simbol yin-yang, dimana area hitam berkurang, area putih bertambah besar, dan sebaliknya. 3. Kenapa di area hitam ada titik putih, dan di area putih ada titik hitam? Karena menunjukkan bahwa di dunia ini tidak ada sebuah sifat absolut. Misalnya orang yang jahat, pasti masih mempunyai sedikit sifat baik, dan seorang yang baik, pasti juga mempunyai sisi jahatnya. Ok, ok, kalau hanya begitu sih gw juga ngerti! Tapi apa hubungannya ini dengan beladiri, atau Kung Fu khususnya??? Simple, ini berkaitan dengan ciri-khas Kung Fu kedua yaitu “movement continuity”. Inilah salah satu ciri-khas paling utama yang membedakan Kung Fu dengan point-fighting, yaitu setelah memukul, kita harus bisa lanjut ke pukulan / gerakan berikutnya TANPA harus mengambil ancang-ancang terlebih dahulu (lihat penjelasan di atas). Misalnya setelah kita memukul upper-cut ke atas, maka setelah tenaga pukulan ke atas habis, posisi tangan kita berada di atas, dan badan mungkin juga terangkat ke atas… tenaga ke atas memang habis, tetapi ini merupakan TITIK AWAL terbaik untuk mengeksekusi pukulan ke arah bawah misalnya menabok ke muka musuh kita. Contoh lain, setelah memukul lurus ke depan, posisi berat badan ada menumpu di kaki depan yang ditekuk, tenaga pukulan lurus memang sudah habis, tetapi ini merupakan TITIK AWAL yang baik yaitu bertumpu dari kaki depan yang sudah menekuk tersebut, dibantu dengan putaran pinggang dan seterusnya menyabat lawan dengan tangan yang lain. Inilah movement continuity, inilah yang dimaksud dengan konsep yin-yang di Kung Fu. Jadi selesainya sebuah gerakan, adalah awal dari gerakan lain. Setelah malam habis (tengah malam), dimulailah TITIK AWAL siang sampai dengan siang bolong, dan dimulai lagi TITIK AWAL malam, yaitu sore hari, dan seterusnya. INILAH YIN-YANG. INILAH MOVEMENT CONTINUITY – pukulan sambung menyambung tanpa mengambil ancang-ancang terlebih dahulu - ciri khas Kung Fu yang paling utama. Inilah penerapan yin-yang di Kung Fu. Gamblang, sederhana, dan praktis. Ooo klo gitu sih simple dong, dimana letak kedalamannya?? Nah untuk bisa mengeksekusi pukulan dan gerakan yang terus menerus seperti itu diperlukan sedikitnya dua pondasi: 1. Untuk mencapai momen maksimum, yaitu waktu mulai mukul, atau setelah memukul, posisi badan kurang lebih berada di bawah, jadi kaki akan selalu hampir konstan dalam posisi ditekuk, artinya perlu kaki yang kuat. Ini masalah besar karena proses evolusi kita dari monyet menjadi manusia ternyata belum betul-betul selesai. TERUTAMA perhatikan otot lutut. Dibandingkan otot-otot yang lain, otot lutut sangatlah lemah, tidak seimbang dengan beban yang ditopangnya (monyet berjalan dengan empat kaki, sehingga berat badan terdistribusi ke empat kaki, sedangkan manusia berjalan dengan dua kaki, sehingga berat badan terdistribusi hanya ke dua kaki). Sehingga timbul istilah “lutut kita seperti tahu”. Lutut memang paling gampang cedera. Di sisi lain Kung Fu sangat tergantung dari kekuatan lutut kita. Oleh karena itu latihannya pun harus extra hati-hati, tidak bisa langsung forsir lutut kita, karena begitu sekali cedera, tamatlah karir beladiri / Kung Fu kita. Bagaimana caranya supaya tidak forsir. Tentu jangan langsung digerakkan, melainkan dengan kuda-kuda. Dengan kuda-kuda, salah satunya otot lutut diperkuat, tetapi karena dieksekusi sambil diam, ini me-minimize kemungkinan cedera otot (dibandingkan langsung latihan bergerak, apalagi bergerak super cepat, yang beresiko tinggi untuk cedera). Disamping keuntungan lain seperti dalam rentang waktu yang sama latihan lebih berat karena otot secara konstan dalam posisi tegang, meditasi, rooting, dan stamping. Dari sinilah pentingnya latihan kuda-kuda, sedemikian pentingnya sehingga, begitu di-emphasize karena otot lutut merupakan otot yang paling lemah, sehingga popularlah latihan kuda-kuda yang merupakan latihan paling menakutkan / menyengsarakan seluruh praktisi Kung Fu. 2. Melatih otot-otot yang tidak biasa kita gunakan. Dalam kegiatan sehari-hari hanya sebagian otot yang biasa kita gunakan. Supaya bisa melakukan movement continuity kita perlu melatih SEMUA otot-otot tersebut, karena whole body movement yang dilanjutkan movement continuity membutuhkan kita mengeksekusi gerakan-gerakan yang tidak lazim dalam kegiatan-kegiatan sehari. Bagaimana melatihnya? Dimulai dengan menyadari / mengetahui otot-otot mana saja yang digunakan. Sebagai petunjuk gampang, otot yang digunakan adalah otot yang tegang pada saat kita mengeksekusi gerakan, dan letak otot-otot ini adalah di arah gerakan kita. Misalnya kita memukul ke depan, otot yang digunakan adalah otot bagian belakang tangan, yaitu tangan dari posisi ditekuk bergerak ke arah lurus – ke arah otot bagian belakang tangan. Kemudian mulai melakukan gerakan secara perlahan, untuk make sure koordinasi antara seluruh bagian badan terjadi dan momen-nya tepat (seluruh bagian badan berhenti pada saat yang sama pukulan mengenai sasaran). Awalnya kita akan merasakan dorongan dari kaki, merasakan dorongan dari pinggang, dan seterusnya sampai ke tangan. Ini yang harus diulang-ulang terus sampai terjadi koordinasi dan momen yang sempurna. Kemudian mulai berlatih dengan menambah speed dan power, sehingga otot-otot yang biasanya jarang digunakan, tetapi sangat diperlukan oleh Kung Fu, mulai terlatih. Di sinilah bedanya dengan body building. Body building cenderung melatih otot-otot yang indah dipandang. Kung Fu memerlukan seluruh otot, oleh karena lebih mementingkan kekuatan otot yang merata. Bayangkan kalau otot tangan Anda kuat luar biasa, tetapi pinggang Anda kurang kuat, apa yang terjadi kalau Anda mengeluarkan tenaga tangan sebesar-besarnya? Pinggang akan kalah dan terkilir karena tidak sanggup menopang beban dari tangan. Dan Kung Fu tidak hanya berhenti di pinggang, tapi semua otot all the way ke paha, lutut, engkel kaki, dan seterusnya sampai ke bagian tubuh yang menyentuh tanah (oh ya, dari sini jugalah timbul mitos mengambil “energi” dari bumi). Inilah yin-yang dijelaskan mulai dari konsep awal, dilanjutkan ke konsep movement continuity, aplikasinya dalam gerakan nyata, sampai dua macam bentuk latihannya. Dimana kedalamannya, ya latihannya yang terus menerus itu. Guru besar yang sebal dengan Anda tentu tidak mau berceloteh panjang lebar seperti ini. Simply dia akan mengatakan yin-yang adalah konsep universal, dimulai dari kosmos yang agung, di awal masa penciptaan, dan blah-blah yang lain, tetapi tidak akan pernah menjelaskan aplikasinya yang nyata dalam bentuk teknik dan latihan-nya. Dari sinilah timbol mitos yin-yang yang semakin rumit, sehingga menjadi sebuah konsep yang hanya dimengerti oleh manusia-manusia setengah dewa. Dan menjadi tempat berlindung guru-guru yang hanya mau cari uang dan nama palsu. Untuk mencegah Anda membuang-buang waktu sia-sia dengan guru besar seperti itu, lakukanlah sedikit tips dan trick berikut. Tentu jangan langsung ditodong karena bisa jadi dia akan betul-betul sebal dan kita akan rugi besar kalau dia memang praktisi yang memang tulen. Tetapi ajaklah minum teh, sanjung-sanjung sedikit, sampai dia merasa nyaman, kemudian selipkan pertanyaan-pertanyaan jebakan seperti : “apa sih itu galaksi?” (jawabnya adalah kumpulan dari bintang-bintang). “apa sih matahari?” (jawabnya adalah salah satu dari bintang-bintang). Kalau galaksi dan matahari saja dia tidak tahu, lupakan segala teorinya tentang alam semesta karena kita boleh yakin dia tidak mengerti itu sama sekali. Dan mulai besok cari guru baru. Chi dan dan-tien Daftar berikutnya tentu saja chi dan dan-tien! Mitosnya adalah dan-tien merupakan sumber tenaga ajaib yang disebut chi (tenaga dalam). Kita berlatih nafas untuk menyimpan chi kita ke dalam dan-tien sehingga bisa kita gunakan pada saat diperlukan. Jadi cukup dengan berlatih nafas menggunakan sebuah teknik rahasia, kita akan mempunyai tenaga setingkat Superman, Spiderman, dan Captain Marvel. Termasuk pukulan jarak jauh (as information : Superman dan Spiderman tidak bisa pukulan jarak jauh lho). Dan kalau kita memukul sebenarnya yang membuat lawan terpental adalah chi yang menyelubungi tangan kita (sehingga tangan kita tidak sakit). Inilah yang disebut Kung Fu / beladiri kategori “INTERNAL”– bukan Kung Fu tenaga kasar (yang hanya pantas dilatih oleh kerbau). WOW – indah sekali! Sayang semuanya itu omong kosong. Tenang-tenang-tenang… dan-tien dan chi ada dan hasilnya nyata. Tetapi tentu bukan seperti omong kosong penjelasan di atas. Hanya karena tidak terlihat di gerakan-gerakan kita, tapi impactnya cukup luar biasa, timbullah mitos-mitos aneh seolah-olah dan-tien dan chi adalah sebuah fenomena alam yang belum bisa dijelaskan. Padahal logika sederhananya kalau dijelaskan saja tidak bisa, terus bagaimana bisa menemukannya, turun dari langit?? Pasti ada sesuatunya yang nyata! So what’s really those dan-tien and chi??? Jawabannya adalah tidak jauh-jauh dari whole body movement dan movement continuity, dua ciri-khas paling unik dari Kung Fu. Plus sedikit penjelasan mengenai metabolisme tubuh. Pertama kita bahas dan-tien. Ini berkaitan dengan pusat gaya berat tubuh. Masih ingat pelajaran pusat gaya berat di SMA? Kalau kita naik motor dan sepeda, pusat gaya berat kita berpindah ke depan, sehingga motor kita meluncur maju, bukan jatuh ke samping kiri atau kanan. Simplenya adalah badan kita / sebuah benda akan bergerak ke arah letak pusat berat badan kita / benda tersebut. Letak pusat berat benda akan berubah sesuai dengan gaya / dorongan yang mengenai benda tersebut. Ini pasti benar, karena kalau salah, motor tidak melaju ke depan dan pesawat terbang tidak bisa terbang. Kalau kita diam, pusat berat badan kita kira berada di tengah badan kita, yaitu kira-kira terletak di lokasi yang popular disebut sebagai dan-tien! (Dan arahnya ke bawah.) Jika kaki kita mendorong ke depan, paduan gaya pusat berat badan kita, dan dorongan kaki kita, merubah letak pusat gaya berat badan menjadi ke depan. Sehingga hasil bersihnya adalah kita maju ke depan, dan seterusnya sampai dengan kita berhenti, pusat gaya berat kembali lagi di lokasi sekitar dan-tien (dan arahnya ke bawah). Supaya pukulan kita berkekuatan maksimum, harus diusahakan arah dorongan kaki, pinggang, dan tangan mengubah letak pusat gaya berat badan sedemikian sehingga searah dengan arah pukulan. Sehingga semua berat badan sebanyak mungkin akan terfokus pada satu pukulan tersebut, supaya pukulan tersebut memberikan impact paling maksimum. Untuk inilah badan kita harus merasakan gaya dorongan ini, mulai dari kaki, putaran pinggang, tangan, dan seterusnya sehingga kita bisa menemukan kombinasi postur badan dan momen terbaik untuk mendapatkan pukulan ke arah tertentu dengan kekuatan dan speed paling maksimum. Gaya dorongan ini searah dengan perpindahan pusat berat badan kita ke arah pukulan, yang dimulai dari pusat berat badan dalam keaadaan diam, yaitu di lokasi dan-tien. Jadi gaya dorongan ini yang dimulai dari kaki, dilanjutkan dan ditambah oleh pinggang, dan seterusnya, yang seolah-olah seperti tenaga mengalir mulai dari dan-tien ke arah pukulan. Dari sinilah timbul mitos chi (tenaga / energi yang mengalir). But you know better now tenaga apa yang sebenarnya mengalir  (Yaitu gabungan tenaga kaki biasa plus tenaga pinggang dan seterusnya.) Ok lanjut. Pusat gaya berat badan dalam keadaan diam, yang disebut dan-tien, juga dikenal di beladiri Jujitsu dengan nama STAHARA (daerah perut). STAHARA (pusat berat badan) ini yang kita pindahkan letaknya yaitu kita arahkan ke titik terlemah lawan seperti teknik untuk melepaskan diri dari cengkeraman ke pergelangan tangan depan. Di Jujitsu ada ungkapan “THE WEAKEST MAN'S STAHARA IS STRONGER THAN THE STRONGEST MAN'S ARM”. Kuncinya adalah sensitif terhadap pusat gaya berat badan kita, make sure itu selalu stabil, dan bergerak menekan ke titik terlemah lawan. Di Aikido juga sama, make sure pusat berat badan kita stabil, dan bergerak merusak pusat titik berat lawan sehingga lawan terjengkang. Ini menimbulkan mitos : menghancurkan dan-tien musuh sehingga tenaganya buyar. Arti chi sendiri akhirnya diperluas… digunakan untuk menyebutkan semua aspek yang bisa memperkuat tenaga pukulan / tendangan. Chi yang kita bahas di atas masih masih membahas bagian luar dari badan. Gerakan kaki digabung putaran pinggang, otot perut, bahu, sampai pergelangan tangan dan seterusnya, masih terjadi di luar badan, walaupun memang tidak bisa terlihat jelas (oleh karena itu disebut sebagai chi). Apa lagi aspek chi? Yaitu yang berkaitan dengan metabolisme tubuh sebagai berikut: 1. Whole body movement tidak berarti seluruh badan kita mengejang dan bergerak semua seperti orang gila. Semua otot yang bisa memperkuat daya pukul kita memang harus mengeras, akan tetapi otot yang tidak digunakan, haruslah relax. Untuk apa? Satu : supaya tidak malah menghambat gerak otot yang memang menambah daya pukul sehingga malah mengurangi daya pukul. Kedua : karena otot yang relax bisa lebih lancar mengalirkan darah segar, yang mengandung oksigen, dimana oksigen digunakan sebagai bahan untuk membentuk ATP (energi badan, silahkan googling untuk keterangan lebih lanjut) sebagai sumber energi bagi seluruh otot yang bisa menambah daya pukul. Semakin relax semakin baik mengalirkan darah segar. Tiga : supaya lebih hemat tenaga. Fenomena otot yang relax inilah yang menimbulkan istilah : jalan darahnya sudah terbuka semua. Oleh karena itu para master (tulen) selalu menganjurkan : rilex – rilex – rilex. Dan ini BUKAN berarti membuka jalur ajaib untuk menghantarkan tenaga “dalam” nan “ajaib”. 2. Aspek berikutnya dari chi adalah mind = pikiran. Otak mengontrol kerja organ-organ internal badan bukan melalui otot seperti kalau kita menggerakkan tangan dan kaki. Melainkan melalui hormon. Misalnya seorang Ibu yang baru melahirkan bayi, secara otomatis otak akan melepas hormon tertentu yang memicu keluarnya air susu Ibu (yes ASI). Itulah kenapa kalau kita takut, badan kita menjadi lemas, kalau kita marah seluruh badan kita menjadi tegang dan cepat capai, kalau kita stress bisa impact ke penyakit maag. Kalau kita bersemangat dan berpikir positif, tenaga lebih kuat dan badan lebih tahan penyakit. Badan kita terpengaruh oleh hormon yang dilepas oleh otak (Ini ilmu kesehatan standar, silahkan cek ke dokter manapun.) Jadi supaya pukulan kita maksimal, kita harus make sure pikiran kita tenang, berpikir positif, tidak takut, tidak stress, tidak panik, tidak marah / emosi. Untuk itu diperlukan latihan meditasi. (Silahkan baca teknik-teknik meditasi untuk penjelasan lebih lanjut.) Kemudian kita semua tahu, pukulan kita akan semakin kuat kalau pikiran kita terfokus / berkonsentrasi pada gerakan pukulan kita. Semakin terfokus semakin kuat tenaga kita. Lihat bagaimana para atlit angkat berat berkonsentrasi untuk menghasilkan angkatan terbaik. Latihan mengfokuskan pikiran ini bisa kita lakukan tanpa benar-benar menggerakkan tangan kita. Tapi cukup dengan membayangkan seolah-olah kita memerintahkan tangan kita bergerak, TETAPI HANYA SEBATAS PERINTAH SAJA – hanya “menyapa” otot-otot yang menggerakkan tangan kita tersebut. Ini akan meningkatkan kecepatan otak mengfokuskan pikiran ke otot-otot tersebut dan meningkatkan sensitifitas otot-otot tersebut dalam merespon perintah dari otak. Hasilnya adalah kemampuan reflek / reaksi dan speed yang pukulan / tendangan yang lebih cepat. Salah satu teknik yang digunakan adalah dengan membayangkan ada aliran air / tenaga, arus listrik, whatever, tidak masalah, KARENA INI HANYA IMAJINASI untuk membantu meningkatkan kemampuan fokus otak dan sensitifitas otot-otot dalam merespon perintah dari otak. Oleh orang-orang yang tidak mengerti, imajinasi ini disempurnakan seolah-olah menjadi ada tenaga “ajaib” nyata yang bisa diperintah-perintah oleh otak. Wahasil sebuah teknik berlatih yang sangat baik berubah menjadi mitos yang mengaburkan tujuan utamanya. Akhirnya banyak guru-guru dan murid-murid korbannya yang mengejar fantasi bisa mempunyai tenaga ajaib sekuat Superman cukup dengan berlatih meditasi. Setiap latihan berfantasi kerja keras dan keringat bisa diganti dengan pekerjaan melamun dengan melongo sepanjang hari. Kombinasi semua inilah: 1. Koordinasi gerakan mulai dari kaki sampai dengan tangan 2. Otot yang relax untuk mengalirkan darah segar bagi semua otot-otot yang diperlukan untuk melancarkan pukulan 3. Meditasi untuk menenangkan pikiran 4. Meningkatkan kemampuan fokus otak 5. Meningkatkan sensitifitas otot menerima perintah dari otak Yang kalau semuanya bisa dilakukan dengan baik, akan dicapai sebuah pukulan dan tendangan yang maksimum. Dikatakan terjadi harmoni. Dikatakan chi-nya harmonis. Semoga cukup jelas apa itu maksudnya chi, apa itu maksudnya chi yang harmonis. KEBETULAN – sekali lagi kebetulan - latihan untuk merasakan pusat berat badan pada saat diam (dan-tien), meditasi untuk menenangkan pikiran, meningkatkan kemampuan fokus otak, meningkatkan sensitifitas otot menerima perintah dari otak, bisa dilakukan sekaligus semuanya sambil duduk diam. Misalnya : tenangkan pikiran kita, rasakan dan-tien (pusat berat badan tubuh), imajinasikan ada aliran tenaga yang mengalir dari dan-tien menyapa semua urat syaraf dan otot tubuh kita dan kembali ke dan-tien. Jadilah ini yang sering disebut-sebut sebagai latihan internal. Disebut internal karena semua yang terjadi, terjadi di dalam tubuh, dan tidak bisa dilihat oleh mata. Akan tetapi karena tidak terlihat, tidak bisa dibedakan mana orang yang betul-betul mengerti, dan mana yang tidak mengerti. Terciptalah sebuah kesempatan besar untuk guru-guru penipu ulung meraup uang sebanyak-banyaknya dan nama setenar-tenarnya. Hidup MITOS! Kung Fu “internal” dan external Dari penjelasan di atas, seharusnya jelas tidak ada gunanya memisahkan Kung Fu internal dan external. Kita sudah tahu kombinasi keduanya yang bisa menghasilkan hasil paling maksimum. Kalaupun mau digunakan pembagian internal dan external hanyalah untuk membagi latihan mana yang bisa dilihat oleh mata karena bisa terlihat dalam bentuk gerakan yang kita lakukan, dan mana yang tidak bisa dilihat. Inipun ada gerakan twisting kaki, pinggang, tangan, pergelangan tangan, dan lain-lain yang juga susah dilihat oleh mata – tetapi klo dipelototin betul-betul yang terlihat juga. Trus ini mau dimasukkan kategori mana… internal? External? Setengah internal? Setengah external? Jadi lupakanlah pembagian ini. Oh ya, ada satu gunanya kok… kalau ada orang yang mengklaim bahwa Kung Fu-nya internal, kita sekarang tahu bahwa pada hakekatnya dia belum mengerti apa itu Kung Fu. Jadi dengan mudah kita bisa tahu mana guru tulen mana guru gadungan. Asyik kan Jurus Kung Fu Terakhir rasanya tidak lengkap jika membahas Kung Fu tanpa membahas jurus-jurusnya. Dan tentu sekaligus menghancurkan mitos-mitos seputar jurus-jurus Kung Fu tersebut. Sungguh sedih rasanya melihat bahkan seputar jurus-jurus Kung Fu saja yang jelas terlihat bisa timbul mitos tidak keru-keruan. Apakah itu jurus Kung Fu? Ini tidak lebih tidak kurang serangkaian teknik yang digabungkan dalam satu urutan set. Teknik-teknik ini tidak lebih tidak kurang seperti teknik-teknik yang kita latih satu per satu, berulang-ulang di beladiri manapun. Kenapa harus digabung? Jelas supaya tidak ada teknik yang lupa dilatih. Kalau hanya ada 1-2-3 teknik gampang ingatnya. Kalo ada 32 teknik plus masing-masing teknik mempunyai 4 kembangan (maksudnya 4 variasi seperti : satu untuk tangan kiri, satu untuk tangan kanan, satu untuk tangan kiri arah kebalikan, satu untuk tangan kanan arah kebalikannya), total ada 32 x 4 teknik = 128 teknik, bagaimana kita yakin semua teknik sudah dilatih secara merata? Walaupun setiap jurus Kung Fu memiliki penekanan berbeda, di setiap penekanan itu Kung Fu menekankan perlunya memiliki satu set skill yang merata. Satu set skill yang merata memiliki kemungkinan menang pertempuran yang lebih merata. Jika ada skill yang tidak merata, kecenderungannya adalah seperti menang telak 5 kali, kalah telak 5 kali. Kalau merata, menang (tidak terlalu telak) 5 kali, kalah (tidak terlalu telak) 5 kali. Jadi kalau kalahpun, kalahnya tidak babak belur banget, jadi kemungkinan selamatnya lebih besar. Dengan dirangkai dalam satu jurus lebih menjamin seseorang mempunyai skill yang lebih merata. Ini permainan probabilitas biasa. Dalam beberapa jurus Kung Fu sering diselipkan gerakan yang perlahan? Seperti Thunder Tai-chi, ada gerakan cepat, ada gerakan pelan. Apakah maksudnya? Maksudnya ya supaya pada saat bergerak pelan kita bisa lebih berkonsentrasi pada aspek internal. Supaya apa? Supaya lebih merasakan pusat berat badan, meningkatkan kemampuan fokus otak, dan lain-lain seperti yang sudah dijelaskan di atas. Aplikasi sesungguhnya dalam pertarungan? Tentu saja anak kecilpun mengerti : eksekusi secepatnya, semakin cepat semakin baik. Titik. LUPAKAN mitos bergerak perlahan sambil menunjukkan jurus-jurus-nya sebagian, untuk mengumpulkan energi langit dan bumi sebanyak-banyaknya, seperti di film-film Kung Fu. Itu hanya menandakan si jagoan kurang latihan (dan akal sehatnya agak terganggu). Jadi kalo berantem, buruan langsung tonjok aja Bleh! Kagak kena, langsung tonjok lagi Bleh! (Inilah movement continuity yang sebenar-benarnya.) Oh ya satu lagi mengenai latihan dengan bergerak perlahan. Kalau kalian sudah tua, bahaya latihan cepat-cepat : ingat jantung sudah tidak sekuat dulu, tulang sudah keropos. Tetapi tetap perlu latihan bukan? Solusinya latihan dengan gerakan perlahan – daripada tidak latihan sama sekali. Nah kalau masih muda? Latihan pelan-pelan begitu? Yang bener nih, sudah merasa jadi engkong-engkong. Lupakan mitos ini, latihan sampai keringat mengucur deras. Kalaupun latihan pelan, ini hanya untuk meningkatkan kemampuan internal seperti seperti yang sudah dijelaskan di atas. Setelah fasih, ya latihan lagi dengan keras dan cepat. Apakah boleh kita berlatih jurus sepotong-potong? Tentu saja boleh. Kalo teknik A dirasa kita sudah lebih matang, tetapi masih lemah di teknik B, boleh saja selama sebulan kita khusus berlatih teknik B, sehingga menjadi sefasih teknik A. Sehingga kalau melakukan seluruh urutan teknik (seluruh jurus secara komplit), semuanya sama baiknya. (Ingat konsep skill yang merata.) Kalau semua teknik sudah merata, sebaiknya setiap kali latihan eksekusi semuanya secara lengkap, supaya tetap improvement-nya pun merata. That’s all folks! By Nelvin @ Kaskus Martial Arts Forum: Martial Arts Myth & Misconception!!Catatan : Ini adalah sebuah essey tentang pandangan seseorang terhadap satu Seni Beladiri dan kebetulan adalah Kung Fu, marilah kita tetap berpikir bijak, Seseorang boleh dengan bebas mengeluarkan pendapat, tapi tentang bener atau tidaknyah kita harus mengkaji ulang lagi tentunya. Dan untuk menghindari perdebatan tentang hal tersebut di sini, saya sengaja tidak mengijinkan ada reply khusus untuk post ini, bila ada sesuatu yang mengganjal, silahkan berdiskusi di Kaskus Martial Arts Forum. thx (hartcone)
Apakah anda pernah takut? Tia |
|