Hartcone's posts with tag: fma
Persiapan 4 bulan, dg jadwal 8 jam latihan tiap hari, Kami semua adalah pemula di bidang Stick Fighting, bekalnya hanya tekad dan semangat yang tinggi dibawah asuhan Master Guro Glen Gardiner (Dan 6 Sabuk Hitam CDP-WF). Mas Irwan Hermawan melalui seleksi yang cukup ketat dan bersaing akhirnya mendapatkan jabatan Kapten Team. Hari "H" pertandingan, kami semua cemas, mungkin ga melawan praktisi negara asing yang sudah berlatih bertahun2? tetapi semua kecemasan itu terjawab. Team Indonesia berhasil menduduki Peringkat 2 (11 Medali Emas, 12 Medali Perak dan 12 Medali Perunggu) perolehan medali dibawah Team Australia (20 Medali Emas, 15 Medali Perak, 12 Medali Perunggu) dari 50 kelas yang dipertandingkan. Pemula di Team Arnis Eskrima Indonesia 2007Irwan Hermawan (2 Perak)- Kenjutsu TSKR / Cingkrik Rizal Djohan (2 Perak / 1 Perunggu )- Dan 2 Sorinji Kempo Dedi Putra (1 Perak / 1 Perunggu)- Dan 2 Aikido Ainur Budiono (1 Emas) - Dan 1 Aikido Agung Budiono (1 Emas /2 Perunggu)- Pencak Silat Idi Tindianto (1 Perak) - Wushu/Anggota Kostrad Hapes Munandar (1 Perunggu) - Pencak Silat Tonny Harto (2 Emas) - Kalau ini "Dan" kawan2 ajah deh Senior di Team Arnis Eskrima Indonesia 2007
Satu satunya cewe "asli" Indonesia di Team: Maharani (2 Emas) - CMAA Senior / Boxer-Tarung Derajat Ada beberapa lagi kawan dari Expatriat yang bertarung atas nama Indonesia: Drew Lambert (1 Emas / 1 Perak) - CMAA Senior / Dan 1 CDP-WF Garry Hogan (1 Perak) - CMAA Senior Axel Tompe (1 Perunggu) - CMAA Senior David Leech (2 Emas) - CMAA Senior Ron Collins (1 Perunggu) - CMAA Senior Mrs. Eva Tuft (1 Perunggu) - CMAA Senior / Dubes Kanada Dan ada beberapa anak2 expat... Jacob Kimmons Are Tuft & Runar Tuft Bersaudara Ryan Vernall dkk Sorry klo ada yang namanya ga kesebut... Note: - Trimakasih kepada Mas Irwan yang waktu itu mengajak saya bergabung dengan CMAA untuk kejuaraan dunia CDP-WF yang kebetulan diadakan di Indonesia. - Trimakasih dan hormat yang dalam kepada Master Guro Glen Gardiner dimana pada akhirnya diijinkan untuk ikut menjadi anggota Team Arnis-Eskrima Indonesia 2007, dan berhasil menyumbangkan 2 Medali Emas. - Trimakasih kepada semua sahabat CMAA buat semangatnyah!! - Hidup Indonesia!!
CMAA = Combined Martial Arts Academy info: www.thecmaa.comBerafiliasi dengan Cacoy Doce Pares World Federation (CDP-WF), Master Guro Glen Gardiner membuka non profit organization, dimana dana yg terkumpul digunakan untuk sewa tempat latihan dan dana transportasi dan akomodasi siswanya kalau bertarung diLN. Event: CMAA juga aktif dalam kegiatan sosial dan raising fund, hari Rabu besok jam 7 di Plaza 89 Kuningan Jakarta, CMAA mengadakan lelang untuk mengumpulkan dana dan sponsorship agar para siswa dapat berangkat tanding di acara World Arnis Championship 2008 di New Zealand. Adapun beberapa anggota CMAA yg konfirm mendapat Sponsor penuh transportasi dan akomodasi adalah: 1. Harto 2. Maharani 3. Irwan 4. Budi 5. Dedi Bagi rekan2 yang tertarik join silahkan datang dihari latihan: Sabtu Pagi 8.00 Senin Malam 7.00 Selasa Malam 7.00 Tempat Latihan di Ruko Tetrapak Building lt 2 samping Ranch Market Buncit Jakarta Selatan. Master Guro Glen Gardiner masih mencari bibit2 petarung Arnis-Eskrima yg akan dikirm tanding ke NZ.... apakah anda salah satunya? Ingin tahu lebih detail? agar informasi tidak simpang siur untuk informasi lebih lanjut silahkan hub Master Guro Glen Gardiner di 0811811498 atau email glen@concorde-consulting.com(hartcone)
Modern Arnis Basic 12 Angles 1. Forehand Diagonal to collarbone 2. Backhand Diagonal to collarbone 3. Forehand Horizontal to to ribs or elbow 4. Backhand Horizontal to ribs or elbow 5. Thrust to stomach 6. Palm up Thrust to chest 7. Palm down thrust to chest 8. Downward strike to top of head 9. Upward diagonal from right to left 10. Upward diagonal from left to right 11. Downward strike to top of head 12. Upward Thrust to throat Doce Pares Eskrima Cacoy Canetes 12 strikes 1. Downward strike to top of head (caveman) 2. Backhand strike to temple (shoulder for practice) 3. Forehand strike to temple 4. Backhand uppercut to ribs 5. Forehand uppercut to ribs 6. Backhand strike to hips 7. Forehand strike to hips 8. Backhand strike to knee 9. Forehand strike to knee 10. thrust to opponents right eye/neck 11. thrust to opponents left eye/neck 12. thrust to opponents solar plexus/ jam up. Doce Pares Eskrima 1. Diagonal forehand strike to left shoulder 2. Diagonal backhand strike to right shoulder 3. Horizontal forehand strike to left ribs 4. Horizontal backhand strike to right ribs 5. Palm down thrust to stomach 6. Palm up thrust to stomach 7. Diagonal forehand strike to left knee 8. Diagonal backhand strike to right knee 9. Palm down thrust to chest 10. Palm up thrust to chest 11. Downward strike to top of head 12. Backhand strike (Witik) to temple Pekiti-Tirsia Kali Basic 12 Angles 1. Forehand Horizontal to ear 2. Backhand Horizontal to ear 3. Forehand Horizontal to ribs or elbow 4. Backhand Horizontal to ribs or elbow 5. Low line thrust to the groin or prostate gland 6. Backhand Diagonal cavical to opposite foot 7. Forehand Horizontal to knee 8. Backhand thrust to solar plexus 9. Forehand thrust to heart 10. Two handed downward slash from top of head to either foot 11. Two-handed grip thrust driving 45 degrees downward into the bridge of the nose 12. Single hand thrust driving 45 degrees into the bridge of nose with simultaneous palm strike to groin with live hand.
San Miguel Eskrima Momoy Canete 1. Diagonal forehand slash to neck or collarbone 2. Diagonal backhand slash to neck or collarbone 3. Horizontal forehand slash to waist, hip, or elbow 4. Horizontal backhand slash to waist, hip or elbow 5. Thrust to lower right quadrant – palm down 6. Thrust to lower left quadrant – palm up 7. Upward forehand diagonal slash to knee or hip 8. Upward backhand diagonal slash to knee or hip 9. Thrust to upper right quadrant – palm down 10. Thrust to upper left quadrant – palm up 11. Vertical slash downward to crown of head 12. High palm-down thrust to temple or eye Illustrisimo Numbering System 1. Downward diagonal from right to left 2. Horizontal from left to right 3. Horizontal from right to left 4. Downward diagonal from left to right 5. Stab to midsection thumb up 6. Upward diagonal from left to right 7. Upward diagonal from right to left 8. Stab to shoulder/neck thumb up 9. Stab to shoulder/neck thumb down 10. Vertical downward strike through top of skull 11. Low downward diagonal from right to left 12. Low downward diagonal from left to right Lameco Escrima 1. left ear (forehand) 2. right knee (back hand) 3. left knee (fh) 4. right ear (bh) 5. thrust to stomach (forhand palm down) 6. right elbow (bh) 7. left elbow (fh) 8. thrust solar plexus (bh palm up) 9. right collar bone (bh) 10. thrust heart (fh palm down) 11. left collar bone (fh) 12. crown of head (fh) WEDO Ocho Teros – Eight Count 1. Forehand Diagonal to collarbone 2. Backhand Diagonal to collarbone 3. Upward diagonal from right to left 4. Upward diagonal from left to right 5. Thrust to stomach 6. Palm up Thrust to chest 7. Palm down thrust to chest 8. Downward strike to top of head Cinco Teros - Five Counts Angle 1- 45 degree strike to the upper region Angle 2- Left side 45 degree strike to upper region Angle 3- Right side 90 degree strike to mid region Angle 4- Left side 90 degree strike to mid region Angle 5- straight thrust to mid section
Balisong merupakan senjata asli Filipina, di manca sangat terkenal, sampai ada club, forum mengenai senjata satu ini, di Indonesia terkenal sekitar tahun 70 - 80 an, mungkin sekarang rada2 dilupakan, karena begitu ketatnyah pelarangan ttg senjata tajam di Indonesia. koleksi saya, karena murahan bisa patah ketika dibuat nusuk.Balisong biasa disebut "butterfly knife", dan kadang disebut "batangas knife", bentuknya dapat dilipat. karena bentuknya balisong menpunyai keistimewaan ‘easy to draw’ memainkan (flipping) balisong sangat artistik bila dilakukan oleh orang yng ahli. Terjemahan balisong dari bahasa Tagalog, adalah tanduk patah ("baling sungay") karena asalnya untuk cover / pegangan memakai bahan tanduk. Sejarah dari balisong tidak begitu jelas, ada tiga versi mengenai keberadaannya: 1.Ditemukan di Pilipina abad 8, sebagai senjata 'kali', walaupun itu bukan senjata utama. 2.Ditemukan di Pilipina abad 19, Masa perang dunia ke-2 banyak tentara US yng pulang kembali dari Philipina yng membawa senjata ini. 3.Ditemukan di Perancis dengan dipublikasikannya buku berjudul ‘Le Perret’ pada tahun 1710, dan di sebarkan ke Pilipina oleh pelaut Spanyol Tidak hanya di Indonesia di banyak negara bagian US & seluruh Kanada membawa senjata ini di tempat umum adalah tindak kriminal. (hartcone)
Ucapan Terimakasih
Pada kesempatan ini, Kami Club Stick Fighting Blitar memanjatkan Puja dan Puji Syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa berkat limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami bisa mendapatkan afiliasi dengan Cacoy Doce Pares - Combined Martial Arts Academy Indonesia. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Grand Master Cacoy Canete. 2. Grand Master Glen Gardiner. 3. Grand Master Martin Gardiner. 4. Grand Master Vincent Palumbo. 5. Grand Master Anthony Kleeman. 6. Master Chuck Canete 7. Master John John Mac. 8. Master Bajraktarveric Hayward 9. Master Anton St James. 10. Master John Brindley. 11. Master Drew Lambert. 12. Rekan Irwan Hermawan. 13. Rekan Ainur Budiono. 14. Rekan Ajie Prasetyo. 15. Rekan Agung Budi Yono. 16. Segenap rekan CMAA Indonesia. 17. Segenap rekan Kaskuser Forum MA. 18. Segenap rekan Pecinta Seni Beladiri Blogspot. 19. Segenap rekan Multiply. Dan kepada semua pihak yang turut andil dan berperan serta mendukung untuk semuanya bisa terwujud. Mohon maaf bila ada kata2 yang kurang berkenan, Semoga kehadiran Stick Fighting Club Blitar bisa meramaikan dam memajukan Olahraga Indonesia khususnya di bidang Beladiri. Salam, Ir. Tonny Soeharto
Attachment: Afiliasi CDP CMAA.jpg
Babag Dari bahasa Tagalog yang berarti hati-hati atau bahaya.
Bago Dari bahasa Tagalog yang berarti baru, sebelum, atau berubah
Bagong-Pasok Dari bahasa Tagalog yang berarti siswa yang baru masuk.
Bagsak Dari bahasa Tagalog yang berarti menjatuhkan; pukulan dari arah atas tujun kebawah
Baguhan Dari bahasa Tagalog yang berarti pemula.
Bahi Dari bahasa Tagalog yang berarti sejenis kayu keras asli Pilipina, yang biasa digunakan untuk membuat atau dijadikan senjata, lebih fleksibel dan lebih ringan dari kayu kelapa tetapi lebih berat dari rotan.
Baitang Dari bahasa Tagalog yang berarti level atau tingkatan
Bakbakan Dari bahasa Tagalog yang berarti bertarung secara bebas.
Balangkas Dari bahasa Tagalog yang berarti jurus atau forms.
Balaraw Dari bahasa Tagalog yang berarti pisau.
Bali Dari bahasa Tagalog yang berarti mematahkan.
Baligtad Dari bahasa Tagalog yang berarti kebalikan, atau dari dalam keluar.
Balik Dari bahasa Tagalog yang berarti kembali.
Balisong Pisau Khas Pilipina yang terdiri dari tiga bagian, dan bisa diamankan dengan cara melipat pada 2 batang hulu-nya.
Balitok Dari bahasa Tagalog yang berarti membalik atau menggulingkan.
Banatan Dari bahasa Tagalog yang berarti pertarungan full-contact.
Bantay Dari bahasa Tagalog yang berarti berjaga-jaga atau mengawasi.
Bantay-Kamay Dari bahasa Tagalog yang berarti tangan yang menjaga atau tangan yang membantu.
Bara-bara Dari bahasa Tagalog yang berarti liar or teknik tanpa bentuk.
Baraw Dari bahasa Tagalog yang berarti pisau.
Barong Bahasa umum untuk pedang yang dipegang dengan satu tangan, atau dalam arti khusus yaitu golok berbentuk gilik seperti badan ikan, yang merupakan salah satu dari 4 senjata khas Pilipina.
Bartikal Dari bahasa Tagalog yang berarti vertikal atau arah lurus atas bawah.
Baston Stick, dari bahasa Spanyol.
Bastonero Dari bahasa Spanyol yang merujuk kepada pemain baston atau stick fighter
Bati-Bati Dari bahasa Tagalog yang berarti penggunakan pangkal atau punyo.
Batikan Dari bahasa Tagalog yang berarti patut diperhatikan atau benar2 ahli.
Baywang Dari bahasa Tagalog yang berarti the pinggul
Bigay Dari bahasa Tagalog yang berarti memberi.
Bigay-bali Dari bahasa Tagalog yang berarti teknik mengunci dan melepaskan.
Bigay-galang Dari bahasa Tagalog yang berarti saling hormat.
Binali Dari bahasa Tagalog yang berarti berhenti, mengulang lagi.
Bisig Dari bahasa Tagalog yang berarti tangan
Bolo Tagalog term meaning parang panjang.
Braso Dari bahasa Spanyol yang berarti tangan.
Buhat Dari bahasa Tagalog yang berarti membawa atau mengangkat.
Buhat Araw Dari bahasa Tagalog yang berarti pukulan atas.
Buklis Dari bahasa Tagalog yang berarti pukulan membuat angka pola delapan di bagian atas.
Bulusok Dari bahasa Tagalog yang berarti pukulan diagonal.
Buno Dari bahasa Tagalog yang berarti membanting lawan, menjatuhkan lawan atau gulat.
Bunong Braso Istilah dari Garimot Arnis untuk Panco
Bunot Dari bahasa Tagalog yang berarti menarik pedang dari sarungnya.
Bunot Kaluban Dari bahasa Tagalog yang berarti teknik mencabut secara cepat pedang langsung disabetkan kearah atas
Ada begitu banyak style yang tak dapat terhitung di Fillipino Stickfighting, tetapi semuanya mempunyai bentukan sama dalam adaptasi mereka. Semua prinsip dalam pertarungan berdasarkan pola sudut yang terbentuk dalam setiap serangan.
Apapun style yang dipakai, apapun bentuk atau jenis senjata yang dipakai (yang jelas bukan senjata api) pola perubahan bentuk kombinasi akan terlihat dan dikenali sebagai lambang matematis. dengan bentuk tanda penambahan (+) tanda perkalian (X) dan titik (.),
Pola yang terbentuk dalam serangan berbentuk linier, seperti jab dalam tinju atau tikaman pisau, atau serangan berbentuk lengkungan, seperti pukulan stick dengan ayunan lebar, atau hook dan upercut, tetap mengikuti pola sudut yang sama.
Tanda penambahan berarti bentuk gerakan vertikal dan horisontal dan tanda perkalian untuk bentuk gerakan diagonal. Titik di pusat pola melambangkan gerakan mendorong atau menusuk, sebagai perlawanan terhadap bentukan gerakan gerakan yang lebar.
Meskipun titik hanya kelihatan kecil di pusat pola, tapi ini merupakan hal yang penting untuk mewakili arah pusat yang terdapat tepat di tengah-tengah, dalam hal ini tusukan mungkin adalah yang terpenting dalam setiap pola-pola sudut.
Dalam style Stickfighting, sudut serangan bisa dianggap sebagai “bentuk irisan kue pai” di antara garis lambang matematis. Seorang stickfighter akan membentuk satu garis serang. sebagai contoh adalah diantara garis vertikal dan horisontal, stickfighter yang lain akan memperhatikan garis-garis serangan mereka sendiri dan berupaya untuk bisa bertahan melawan garis-garis yang melambangkan sudut-sudut serangan dari lawannya.
Hal penting untuk bisa bertahan adalah cukup luwes untuk memadukan kedua cara tersebut, Lebih penting lagi adalah cukup luwes untuk mengalir dengan pergantian-pergantian mendadak di berbagai sudut.serang.
Ada banyak gaya dalam Kali, Arnis, dan Eskrima, dan semua bisa dipisahkan perwilayah, Bagian Utara, Bagian Tengah, dan Bagian Selatan. Tetapi yang menarik untuk diperhatikan semisal dua orang praktisi mengaku gaya Toledo, dalam artian mereka berdua belajar dari GM Santiago Toledo, bisa betul-betul berbeda pada pendekatan secara gerakan dan secara metoda latihan. Style saling meminjam dari satu sama lain, berkembang dan terikat seperti alam semesta, tetapi masing-masing praktisi membuat gaya praktis dan realistis secara individual. Guru menghilangkan dan menambahkan bagian dari style mereka sendiri kemudian diajarkan pada siswa, tetapi siswa kemungkinan bisa menambahkan hal yang tadinyah dihilangkan oleh guru mereka.Oleh sebab itu dalam pendapat saya, tidak ada style. Saya lebih suka memakai metode cara-cara atau sistem pelatihan. Style adalah sesuatu yang sangat individual. (Diterjemahkan secara bebas dari artikel Dan Inosanto - Hartcone)
Satu hal yang unik dalam beladiri filipina adalah pelajaran senjata diajarkan di awal kurikulum, ini adalah satu tradisi yang terus berlanjut dari sejarah FMA, pada awalnya adalah secara instant mencetak prajurit tempur untuk melawan invasi bangsa spanyol dan bangsa2 lainnyah...
Setelah saya masuk didalamnya ternyata ada satu hal yang menarik untuk diamati, sama seperti beladiri tangan kosong lainnya siswa akan dituntut untuk bisa lebih menguasai gerakan dengan banyak frekuensi pelatihan dalam striking, kalau belajar karete tentunya sesorang praktisi karate akan melakukan pukulan ribuan kali, dalam TKD juga demikian praktisi TKD akan melakukan ribuan kali tendangan, dalam Arnis-Eskrima seorang siswa tidak boleh bosan untuk melakukan strike dengan olisi/baston.
Di CDP CMAA sendiri ada satu tradisi memukul ban atau sandbag, satu menit untuk masing-masing tangan selama lebih dari 10 menit untuk pemanasan, dengan kaki berjinjit dan melompat-lompat, bagi yang melihat mungkin mengatakan ahh hanya begitu saja, tetapi ketika dilakukan waduhh, pegel, cape, ngos-ngsanan, forearm dan deltoid akan terasa kaku. Tanpa disadari pelatihan seperti itu nantinya akan membangun satu forearm yang kuat, yang akan dibutuhkan dalam beladiri tangan kosong, yang banyak menerapkan trap, locking dan throwing.
Ada pelatihan yang dinamakan "amara" yaitu memutar olisi/baston secara bersusulan, "sinawali" yaitu pelatihan secara berpasangan dimana dua orang praktisi akan saling memukulkan olisi/baston mereka dengan irama-irama yang tetap, pelatihan memakai senjata mempunyai kelebihan kalau tidak benar akan "nyantol" nah ini benar-benar menuntut siswa untuk membangun sensitivity dan koordinasi gerakan tangan, secara lebih terarah.
Dari kedua aspek ini, didapatkan keuntungan untuk membangun power, stamina sekaligus koordinasi gerakan dan sensitivity dalam satu paket pelatihan.
Dalam FMA ada satu korelasi antara senjata dan empty hand, konsep FMA akan memperlakukan dengan sama kedua aspek tersebut dengan sedikit penyesuaian. Senjata adalah perkerasan dan perpanjangan tangan, kalau pada akhurnya nanti senjata itu dibuang tetap ada satu kesamaan prinsip.
Di FMA dikenal "punto" dan "punyo", punto adalah ujung, punyo adalah pangkal, keduanya bisa dipakai sebagai alat serang, juga bisa diperlakukan untuk sebagai sasaran serang. Korelasinya adalah dalam stick, punto ujung stick sebagai alat serang utama, punyo adalah bagian lebih stick yang dipegang (biasanyah disisakan 2 jari sampai satu kepal), FMA akan memperkalukan hal yang sama terhadap tangan dan kaki, dalam hal ini punto adalah kepalan dan ujung kaki sedangkan punyo adalah siku dan lutut.
Karena stick adalah blunt weapons atau senjata tumpul, kemungkinan lawan bisa graping atau memegang, maka terciptalah satu jalan penyelesaian, secara mekanik stick yang panjang tersebut bisa di "ungkit", dimana ada hukum fisika disana, maka FMA terlihat kaya akan trap dan locking, dalam konsep korelasi demikian juga perlakuan terhadap tangan dan kaki dalam anatomi tangan dan kaki akan sakit bila dipuntir, diungkit dll. itu semua dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Korelasi dengan senjata tajam, stick sendiri merupakan pelatihan terhadap senjata tajam berupa pedang medium (dipegang dengan satu tangan), barong, pinuti, keris sundang, parang dll
Dalam pisau yang relatif lebih pendek, bila cara memegangnya memakai hammer grips (cara pegang standard, ujung tajam pisau menghadap kedepan) korelasinya adalah ujung tajam pisau sebagai punto yang diperpendek, sedangkan bila cara memegangnya adalah ice-pick grip (cara pegang terbalik, ujung menghadap ke belakang) korelasinya ujung tajam pisau dipakai sebagai punyo. (hartcone)
Sesuai permintaan beberapa kawan, Kembali saya hadirkan bahasan secara umum tentang Kali-Arnis-Eskrima yang secara keseluruhan biasa disebut sebagai FMA (Filipino Martial Arts) atau dalam bahasa kita adalah Beladiri Filipina. Saya hanyalah praktisi pemula dalam bidang ini, melalui berbagai media terutama web, saya mulai tertarik dengan beladiri ini sekitar dua tahun, beberapa saat yang lampau saya ada keinginan bergabung dengan Modern Arnis Remy Presas Jr. melalui media belajar jarak jauh, karena beberapa kendala sampai saat ini belum terlaksana, sampai ada kesempatan secara resmi untuk bergabung dengan CDP-CMAA (Cacoy Doce Pares - Combined Martial Arts Academy) Indonesia dibawah bimbingan Master Guro Glen Gardiner (6th Dan CDP) dimulai bulan April tahun kemaren.
Filipino Martial Arts (untuk selanjutnya akan dipakai istilah FMA) adalah satu bentukan beladiri unik, secara region kawasannyah terletak di Asia Tenggara, oleh sebab itu pengaruh beladiri Asia Tenggara seperti Pencak Silat sangat kuat (yang terkenal mematikan di dunia barat) dan karena pernah dijajah oleh Spanyol otomatis ada pengaruh ilmu pedang barat.
Ada satu miskonsepsi dari orang awam bahwa FMA adalah satu beladiri stick fighting, tapi sebenarnyah itu adalah anggapan yang salah. Kali-Arnis-Eskrima mengembangkan keahlian untuk seni bela diri dengan senjata dan seni bela diri tangan kosong dalam satu dasar keilmuan.
Semua sistem Kali-Arnis-Eskrima mengajarkan penggunaan berbagai macam senjata, keahlian bela diri tangan kosong "pangamot, suntukan, sikaran, pananjakan", keahlian bergulat dan membanting "dumog", keahlian mengigit dan mencolok mata "kino mutai' dimana secara umum itu adalah keahlian yang dibutuhkan dalam seni mempertahankan diri. dan satu lagi adalah sistem pengobatan, pemijatan, pengenalan kepada tanaman obat tradisional yang disebut sebagai "hilot".
Keahlian seni bela diri dengan menggunakan senjata dan tangan kosong diajarkan dalam metode yang saling berkaitan dan saling menunjang satu sama lainnya. Yang banyak dipakai adalah berupa tongkat tunggal (solo olisi/baston), tongkat ganda (double olisi / baston) dan pedang atau tongkat yang digunakan bersama dengan pisau (espada y daga). Sebagian sistem diketahui mengkhususkan pada cambuk dan tongkat panjang (toya).
Kata Eskrima adalah ucapan secara Filipina dari bahasa Spanyol "esgrima", dalam Inggris adalah kata "skirmish" yang berarti "perang".
Arnis adalah bagian dari kata "Arnes de Mano" yang berarti "perkerasan terhadap tangan".
Sedangkan penamaan Kali ada beberapa versi, sebagian mengatakan berasal kepada kata senjata berupa keris, atau kalis. Yang lain mengatakan berasal dari pengabungan kata "kamot" atau "kamay" yang berarti "tangan" atau "tubuh", dan lihok yang berarti "pergerakan".
salam
Abang Dari bahasa Tagalog, berarti menunggu dengan siaga Abaniko (Abanico) Dari bahasa Spanyol yang artinya kipas, kata ini digunakan dalam Arnis-Eskrima untuk merujuk pada pukulan dengan menggunakan kekuatan pada pergelangan tangan yang dibantu kekuatan gerakan pada siku. dan target sasaran adalah berlawanan arah (bila awal memukul pada bagian kiri, gerakan berikutnya adalam memukul pada bagian yang kanan) Karena menggunakan tenaga pada pergelangan tangan maka gerakan ini menjadi sangat cepat, dan gerakan ini juga disebut sebagai “witik” yaitu gerakan pada poros kecil.
Abaniko sa Itaas Pukulan stick seperti kipas pada posisi atas Abante (Avante) Dari bahasa Spanyol, menjadi ahli atau bergerak maju. Abante Taga-Pagturo Dari bahasa Spanyol, instruktur ahli. Abecedario Dari bahasa Spanyol “a-b-c”, ini merujuk pada teknik-teknik dasar yang nantinya menunjang pada teknik yang lebih kompleks, untuk membangun koordinasi, bisa dilakukan dengan atau tanpa senjata. Abierta Dari bahasa Spanyol, merujuk pada posisi awal dalam bertarung (stance) yang berarti memancing, keadaan terbuka atau dalam keadaan posisi terbuka. Agaw Dari bahasa Tagalog, yang berarti melucuti Agaw-Sandata Dari bahasa Tagalog, yang berarti melucuti senjata, cara melepas senjata lawan Aldabis Dari bahasa Spanyol, yang berarti potongan secara diagonal atau menyilang dari posisi atas. menyilang atas. Amarra Kombinasi pukulan dengan stick dengan hitungan pendek, untuk membangun kemampuan dan keefektifan pukulan dengan stick dengan memanfaatkan momentum tenaga putaran. Anim Dari bahasa Tagalog, Enam Anino Dari bahasa Tagalog. Bayangan Antas Dari bahasa Tagalog, Tingkataan, bisa berarti peringkat dalam kurikulum pelajaran. Antaw Dari bahasa Tagalog, Jarak panjang disebut juga sebagai “Largo” Anyo Dari bahasa Tagalog, Berarti Jurus. Bentuknyah seperti tarian dari hasil kangkuman teknik-teknik yang dilakukan secara tungal atau berkelompok dengan tidak berpasangan. Apat Dari bahasa Tagalog, Empat Araw Dari bahasa Tagalog, Matahari atau Siang hari Arco Dari bahasa Spanyol, Pukulan yang menggunakan momentum putaran searah, berbeda dengan abanico yang berlawanan arah dalam memukul sasaran, teknik Arko ini memukul pada sasaran secara berulang dari arah yang sama. juga sering ditulis Arko. Arnes De Mano Dari bahasa Spanyol, berarti “Perkerasan dan Perpanjangan Tangan”, ini merefer pada beladiri Filipino yang kita kenal sebagai “Arnis” Arnisador Dari bahasa Spanyol, berarti Stick fighter atau Pertarung bertongkat
(hartcone)
Dumog Filipino adalah seni yang sangat langka dewasa ini. Dumog dapat ditemukan kebanyakan di bagian selatan Kepulauan Negros dan Di Pulau Panay Propinsi Antique. Ini dapat ditemukan dalam kelompok kecil pedesaan terutama para petani dimana Dumog menjadi bagian dari masa lalu sebagai hiburan dan bentuk dari survival. Dari seorang petani saya datang secara pribadi kepada beberapa yang mempelajari Dumog, Dumog adalah pelatihan yang biasa digunakan adalah memegang tanduk Kerbau dan mengulingkannyah. Untuk mengendalikan Kerbau, tali diikatkan pada leher atau pada hidung diberi semacam kait dari rotan yang dimasukkan pada hidung kerbau. Tali tersebut digunakan menarik kerbau untuk di taruh di kandangnya. Aktivitas memegang tandik dan menggulingkan kerbau di sana di sebut Dumog. Seorang pendekar Dumog benar-benar mempunyai tubuh, kaki yang kuat dan berbahu kekar. Mereka akan berjalan dg langkah terbentang lebar tanpa alas kaki. Untuk membangun kaki yang kuat dan punya ketahanan mereka berlatih pada tempat berlumpus setinggi lutut, Para petani itu masuk kedalam lumpur yang pekat dengan langkah tinggi dan penjang membuat gerakan berputar sampai lumpur menjadi lunak. Itu akan membutuhkan waktu berjam-jam tapi mereka akan membangun kaki yang kuat seperti kaki kerbau setelah beberapa bulan atau beberapa tahun berlatih. Untuk Tangan dan Bahu, para petani itu memotong sebuah dahan yang liat, dan mencoba untuk membengkokkannya sampai dahan itu patah atau bengkok, Untuk Kekuatan dorongan para petani itu berdiri didepan pohon besar, kadang pohon kelapa dengan kaki yang membentuk kuda-kuda seimbang kedua tangan mendorongnya, Dia akan bergerak memutari pohon kelapa itu dan mendorong-dorong dengan kuat secara berulang-ulang sampai lelah baru kemudian mereka berhenti. Untuk kekuatan Grip atau cengkraman, para petani itu mengikatkan tambang pada pohon dan memegang ujungnyah kemudaian dengan berputar menarik tali itu dengan kuat. Untuk kepala (head butts) mereka memakai puhon pisang, membuat ancang-ancang dan menanduknyah berulang-ulang, kadang karena begitu kuatnya pohon pisang itu akan tumbang, berakhirlah hari latihan mereka.
Dumog mempunyai banyak footwork, mereka menamai squaring/parallel footwork (the Baka) the Footwork (Panikang) the feet twisting (Palubid) strong footage (Pamigas) footclipping (Pangipit), forward push (Pasudsud), foot deflection (Palapas) Lampasu, (foot drag), foot smashing (Panglinas), footbar (Pangligwat), kemampuan untuk melepar (Haboy). Dumog mempunyai system pergerakan tangan yang disebut Pangamot.
Dumog bisa dimasukkan dalam Martial Sport adan sekaligus sebagai Ground Combat System, Dalam kebanyakan kasus, jika ada perselisihan antar keluarga, pertama yang dihadirkan dalam penyelesaian masalah adalah Dumoguero karena kehadiran Dumoguero benar-benar membuat takut setiap orang, Beberapa orang selalu mengatakan, "Jangan macam-macam, Sang Dumoguero, dia akan meratakan kamu di tembok", atau "Sang Dumoguero akan menanam kepalamu di kebun"
Kehadiran Dumoguero selama ada perkelahian atau disaat para pemabuk menjadi liar akan menenangkan suasana seketika. Ada satu cerita tentang seseorang asing yang menjadi tamu di satu keluarga di pedesaan. Orang ini kebetulan adalah pencuri. tapi di pedesaan ada kebiasaan untuk menerima dan menyambut dengan baik pada siapa saja. Tentu sajah orang asing ini dapat dengan mudah diterima dan mendapat simpati dari masyarakat pedesaan. Kemudaian saat senja seseorang berteriak bahwa kehilangan semua uangnyah yang disimpan dibawah bantal. Uang hasil panen saat itu. Kepala desa segera memukul tempayan kosong, dan mayarakat berkumpul menanyakan apa yang terjadi dan mereka diberitahu bahwa orang asing itu telah pergi dengan mencuri uang, seorang anak kecil memberi tahu bahwa orang asing itu lari menuju bis penumpang, Kebetulan di saat itu ada Sang Dumoguero yang langsung lari mengejar orang asing itu yang didapati bersembunyi didalam bis penumpang, dengan segera ia menarik orang asing itu pada kerah bajunyah dan melemparkan ke tanah, kemudian dia menekan kepala oran asing itu dan mengaplikasikan neck pressure untuk membuat orang asing itu mengaku, kantong diperiksa dan ternyata memang ditemukan uang hasil curiannya, Setelah mereka semua mengambil uangnyah, orang asing itu di pegang pada tangan kirinyah, tanpa babibu lagi tangan kiri tersebut di puntir, kenudian Sang Dumoguero merapatkan tubuh dan membuat gerakan memutar mematahkan lengan, kemudian dia memegang bahu orang asing itu dg tangan kiri dan menurunkan badan untuk memasukkan bahu kanannya diantara kedua kaki orang asing tersebut dan membantingnyah ketanah untuk mematahkan tulang punggung dan membanting kepala orang asing itu ketanah hingga wajah dan kepalanyah hancur. Para Dumoguerous adalah orang-orang yang brutal, Ketakutan sudah tidak ada lagi dalam kehidupan mereka, Mereka sudah dikondisikan untuk siap bertarung dengan siapapun. (Hartcone)
Disadur dari: THE MAJAPAHIT MARTIAL ARTS ASSOCIATION INT'L. In Cooperation with the PEKITI-TIRSIA Phils., Inc. BY GRAND TUHON LEO T. GAJE, JR. DUMOG - THE FILIPINO GROUND COMBAT FIGHTING An Indigenous Art - A Versatile Art
Lebih dalam untuk mengenal Dumog/Pangamot, satu seni mematikan dengan cara curang dalam menipu lawan selama pertarungan oleh keahlian para Domoguero. Inilah cara berlatih dan cara-cara curang mereka. Metoda latihan dari Pangamot (pertarungan tangan kosong) adalah mengutamakan kuku dan telapak tangan, Pada saat persiapan untuk pertarungan para Domoguero mempersiapkan satu ganta (ukuran takaran beras di filipino = 2.30kg) lombok (Katumbal) semua di peram dalam satu bak, Kedua telapak tangan dimasukan dalam bak, lombok diremas-remas sampai hancur dan mengeluarkan cairan. Kemudian kedua tangan dipindahkan ke bak lain yang berisi pasir. Cara memasukkan tangan kedalam bak pasir tersebut adalah menusukkan dengan bertenaga sampai tangan masuk sebatas siku secara berulang-ulang, hal ini adalah untuk melatih perkerasan tangan, setelah beberapa menit, kemudian kedua tangan kembali dimasukkan kedalam bak lombok, sampai tangan benar-benar mati rasa, hal tersebut akan mengakibatkan cairan lombok masuk kedalam kulit tangan dan kuku. Latihan ini dikerjakan selama 49 hari. Filosofi dari latihan ini adalah supaya tangan punya kekebalan melawan racun yang nantinya akan dipakai sebelum pertarungan. Racun diambil dari ular walo-walo (ular weling), Racun Atipalo (sejenis ular juga), racun Ewi, racun dari Lagot-not (sejenis tumbuhan). Minyak kelapa dididihkan, dalam keadaan panas kemudian dipindahkan ke wadah kecil dan dicampurkan dengan racun-racun tersebut. setelah dingin dalam beberapa menit Dumoguero akan mencelupkan tangannya kedalam camuran racun dan minyak kelapa tersebut. setelah dikeringkan, siaplah sang Dumoguero untuk bertarung. Selama pertarungan Dumoguero akan mengkonsentrasikan serangannya dengan menusukkan tangan ke mulut atau mata lawannya. Sekali mata atau mulut terkena sentuhan, itu akan merubah gerakan dan kelincahan lawan, itu menandakan racun sudah mulai bekerja, setelah beberapa menit lawan tersebut akan mengeluh merasa pusing. Untuk selanjutnya ketika lawan tidak bisa melanjutkan pertandingan otomatis sang Dumoguero akan memenangkan pertarungan, Tapi tidak hanya berhenti sampai disitu sajah bagi sang lawan, beberapa jam atau beberapa hari akan terdengar kabar berita bahwa seseorang telah mati, karena sakit jangtung mungkin, atau kata orang-orang sini kesambet mahluk halus. Cara lain lagi adalah menyelipkan gigi Atipalo pada sela-sela jari, Ketika terjadi kontak, Dumoguero akan menggoreskan ke bagian tubuh lawannya, dimana secara singkat lawan akan demam atau tidak sadarkan diri, karena racun ini akan menyerang saraf pusat, cukup banyak kejadian juga yang membuat korban mati dalam beberapa jam. Dumoguero sangat pandai bersiasat dan mereka biasanya adalah petarung kotor, Pukulan atau tamparan mereka bisa menyebabkan panas dingin (demam) secara mendadak, pusing dan mual atau seperti kena diare, jika tidak segera diobati dg ramuan tanaman khusus, korban bisa meninggal.
Dumoguero juga mempraktekkan ritual tradisional untuk meningkatkan kekuatan mereka, mereka bisa melemahkan lawan secara mistik. bahkan bisa menyebabkan lawan tidak dapat berjalan ataupun berdiri. Penggunaan racun pada tangan tidak terbatas pada pertandingan Dumog resmi, tapi juga terjadi dalam pertarungan perorangan, Jika seseorang menjadi korban secara mendadak selalu disebutkan karena tanpa penyebab, atau biasanya dikatakan sebagai terkena serangan jantung. Gerakan Dumog/Pangamot adalah melambangkan gerakan ular tentang mengangkap dan memangsa, gerakan bergelombang juga menggambarkan gerakan ombak di lautan. Kedua tangan bergerak pada gerakan sejajar, keatas melintang dan sebaliknya, setiap tangkapan pada tangan atau tubuh akan dibalas secara cepat dengan satu tangan, dan tangan yang lainnya akan menusuk mulut atau mata lawan. Dumoguero yang pandai akan selalu menyiapkan counter untuk melawan tusukan pada mata dan mulut. Menggabungkan Dumog atau Pangamot dengan cara-cara licik. Dumoguero akan selalu memberi kematian, Itulah sebabnya keberadaan Dumoguero adalah hanya untuk kalangan terbatas pada keluarga-keluarga yang bertikai, karana itu akan mengurangi kemungkinan konfrontasi yang serius. (Hartcone)
Terjemahan dari: Deadly Art of Dirty Tricks - by Grand Tuhon Leo Gaje Jr.
Orlando, September 2000 Gat Puno Abon 'Garimot' Baet giving a short Buno demonstration. A little flashy for the sake of the demo, but the essence is there. Video.avi (25.6 MB)
THE MAJAPAHIT MARTIAL ARTS ASSOCIATION INT'L. In Cooperation with the PEKITI-TIRSIA Phils., Inc. BY GRAND TUHON LEO T. GAJE, JR. DUMOG - THE FILIPINO GROUND COMBAT FIGHTING An Indigenous Art - A Versatile Art History The Filipino Dumog is a very rare art today. Dumog can be found mostly in the Southern part of Negros Island and in the island of Panay in the province of Antique. This can be found in small barrios mostly farmers where Dumog became a past time, an entertainment and a form of survival. According to one farmer I came to have personal discussion with few Dumog lessons, Dumog was a normal practice used by the farmers to catch the Carabao by the horn to control and wrestle down. To control the Carabao, the rope is entangled around the neck or at the nose rope holder made of rattan hooked to the Carabao's nose. The rope is used to pull the Carabao to brought to a place where a farmer makes them rest. The act of controlling the Carabao catching the horn and wrestling down to the ground is called Dumog. A Dumog expert has a well-built body with sturdy legs and broad shoulders. His legs are spread far apart when he walks and normally he doesn't wear shoes. To build the legs for strength and resistance, the mud pit (a knee high) is the training area. A farmer dip both feet into the sticky mud and take a high stride moving in circular motion until the mud is softened. It could take hours but that builds the legs as strong as the legs of the Carabao after several months or years of training. This is done as an exercise. For the Arms and Shoulder, the farmers cut a strong branch of a tree and tried to bend it until the branch either breaks or bends. For Power Push, the farmer will position himself in front of the big tree, sometimes a coconut tree and use the legs to balance and both hands push the tree. The farmer moved around the coconut tree and execute a vigorous push and repeatedly doing until the farmer felt tired then he stopped. For the Hand Grip, the farmer takes a rope and ties the other end against the tree and while holding the end of the rope, the farmer turns around in full force. The Head Butts, the banana tree is used as the object, but the head butting is started by running towards the direction of the banana tree, the head hits the banana tree with vigorous force that sometimes the banana tree falls down and that ends the training for the day. The Dumog has a lot of foot work, namely the squaring/parallel footwork (the Baka) the Footwork (Panikang) the feet twisting (Palubid) strong footage (Pamigas) footclipping (Pangipit), forward push (Pasudsud), foot deflection (Palapas) Lampasu, (foot drag), foot smashing (Panglinas), footbar (Pangligwat), ability to balance and deliver vigorous throw (Haboy). Dumog has sophisticated hand work called Pangamut which will be explained under the technical fighting structure. During the celebration of the Saints, to include the Thanksgiving ceremony for the first harvest of the rice field, corn fields, several entertainment are prepared for the big show. Like Carabao race, Horse fight, Dog fight, Cock fight (Bulang), Spider fight, Sipa (kicking contest with chicken feather wrap with cloth and a peso coin inside). The Sipa takraw (a volleyball by using the feet). The Kali fight using the hardwood (Lampusanay), leg wrestling (pi-ol) then the Dumog. Winners are given awards, a dozen chicken eggs, a fighting cock, a sack of rice, a sack of corn, one gallon of coconut wine (Tuba), bunch of bananas, 2 dozens of coconut fruits and many others. These entertainment sports were considered cultural in nature but what count most is at the coronation of the Queen in the evening, there are contest for the native dances like the Tinikling (bamboo dance) the Maglalatik (coconut shell dance), Pandango sa ilaw (candle dance), the Itik-itik (a bird dance.) Dumog is considered as a natural sport and a natural ground combat fighting art. In most cases, if there are feuds between family against family, the first to be called to be the middle man to pacify the trouble is the Dumoguero because the presence of the Dumoguero scares everybody. Some will always say, "Don't kid around, the Dumoguero, he will plaster you to the wall or the Dumoguero will plant your head into the ground". The presence of the Dumoguero during fistfight or a drunkard turns wild, the situation will be settled immediately. There was a story about a stranger who became the guest of a family in a barrio. This man happens to be a thief. But in the barrio people are always very accommodating and very hospitable. Of course the stranger was easily accepted and he was able to win the sympathy of the barrio people. Then one evening, someone had shouted that he lost all of his money he kept under the pillow. Money from the sale of rice that day. Then immediately without delay, the headman of the Barangay hit the empty can and everybody gathered asking what happened and they were told that the stranger had something to do with the lost money. They looked for the stranger but they couldn't find him within the vicinity. Then suddenly a small boy came running shouting that he saw a man running toward the town probably to take a ride with a passenger bus or to go somewhere. Without delay, the Dumoguero ran towards the town and when he reached the town, he went to the passenger bus and he found the stranger hiding at the back of the bus. He immediately caught the stranger by the collar of his shirt and brought him outside the bus. He dragged him to the ground in front of many people. First he held him by the head and he applied pressure to the neck area so he can confess to tell the truth. Then his pockets were searched and there they found the stolen money. After they took the money, the stranger was held by the left arm and without delay his left arm was twisted. Then the Dumoguero close in beside the stranger. He suddenly made a body twist wrecking the arm, then he grab the stranger and went down inserting his right shoulder between his legs and brought the stranger to the ground breaking his spinal and smashing his head to the ground until the face, the head were completely unrecognizable. The Dumogueros are fierce people. Fear has no place in their daily life. They are conditioned to fight against all odds. Dumog Conditioning Techniques I Foot Padding (Kahig) The right foot/left foot is moved in circular motion slightly touching the ground clockwise and counter clockwise until balance is gained with one foot standing, repetition in several hours. II Foot Drop (Posdak sang Tiil) The foot left/right is drop to the ground, to temper the foot and to condition the motion that during the collision, the feet must be planted deeply not to moved by the opponent. III Hip Balance (Paninghawak) Hip balance is done by squatting position with both hands placed on both hips. The movement is to be in circular motion. IV Sturdy legs (Katin-katin) Down motion in slow motion from the squatting position and bringing the body in slow motion a repetition of 12 counts. V Frog Jump (Liktin) Both feet are brought together and with a lifting motion then drop both feet in squatting position. It is always the principle in Dumog that in the event of encounter if it is a combat challenge the enemy must be completely paralyzed or incapacitated. There is a complete determination to win when challenged is called for by another Dumoguero. It follows into the cultural practices of the early forefather based on the Philosophy of Kali, "One must believe in life not death, One must believe in success not failure, One must believe in good health not sickness". In the last 15 years of my in and out visitation to Indonesia and the Philippines, even when I was still in the United States and from 1989 up to the present time now that I stayed most of my time in the Philippines and traveling to Asian countries, my activities were divided 50% research about the Malay related art of Pentjak Silat, Bersilat, Kuntao, Pangamot and the Dumog. Since the Philippines was one of the major archipelagos of the Indonisus Continent that once belong to the Sri-Vijaya Empire and the Majapahit Empire, the presence of the technical elements related to the fighting arts were noticeable. For instance in Indonesia, one of the Silat styles is called Menang Kabaw. It is a half-way low fighting silat and ground fighting silat with the purpose of rushing towards the enemy by using the head and the whole body to smash the opponent pushing into the solid wall or foot of a tree until he collapse and falls to the ground. The Dumog techniques are similar to Menangkabaw. As a matter of fact, the word Kabaw is an Ilonggo term, meaning Carabao or in short Kabaw. There are interrelated techniques in each art that speaks the continuity of the art with relationship to the Philippines, Indonesia, Malaysia, Thailand and Madagascar. There is much deeper history in the next issue. Pangamut (Hands/Interlocking/Counterlocking) Hubad-hubad Pasugat - Counter Release, Release and Recounter 1. Uyat sa Li-og (Neckhold) Neckhold can be done either by left had or right hand. This motion is executed when there is an opening by the opponent during the positioning either as a bait or actual opening entry. 2. Uyat sa Abaga (Shoulder hold) Shoulder hold from neck hold, the hand slides to the shoulder area in preparation to insert the hand over the back and down to the armpit. 3. Dungan/Kapot sa Li-og (Hold together) Both hands are placed over the neck area and both hands are brought to one shoulder for controlling the balance. 4. Singa Sag-ang (Snapping the chin) Either the right hand or left hand holds the chin in rapid motion applied as a snapping motion in order to out-balance the opponent. 5. Tulod sa Dug-han (Pushing the chest) Both hands slide down to the chest from the neck or shoulder area, then with sudden motion apply the rugged push to the chest with continuous dragging motion until the opponent is brought to the corner or section so that he cannot move. 6. Uyat sa Butkon (Hold the forearm) To hold the forearm with right or left hand in preparation for arm leverage throw. 7. Uyat sa Bati-is (Grabbing the lower leg) This is applied in case the opponent is off-time, the timing must be precise during the time of execution. This is the most difficult part during the Dumog. Dumog as A Sport Dumoguero positioned their heads placed on each left shoulder. Both players put their two hands at the back. The players during contact can immediately used the technique to outbalance each other. Action takes place when one of the Dumogueros moved his arms by touching the opponent's neck, shoulder, arms and body. Then immediately the planned strategy is applied without hesitation. Then the action takes couple of minutes sometimes little longer, depends on the skill of the Dumoguero. What happens in between the time when both Dumogueros are preparing for action? There is a interacting exchanges of (Yawit) Anting-anting. The one with powerful (Yawit) anting-anting demoralizes the opponent with lesser power and the action starts. It is a must in a Dumoguero that physical strength must be developed at the same time, the power of the Mind and all components will be developed to re-enforce the physical deficiencies.
http://stickgrappler.tripod.com/fma/gajedumog.html
| |