Hartcone's posts with tag: humor
Porno tidak ditemukan di kamus Umum bahasa Indonesia Poerwadarminta (1985) aneh juga ya... tapi kata-kata itu kemudian ternyata saya temukan di kamus bahasa Inggris...
Pornography yang artinya : 1. Kecabulan 2. Gambar/bacaan cabul.
Nah, kalau kata-kata CABUL, ada disebutkan di kamus Umum Bahasa Indonesia begini : Cabul makna II : Cebol (saya dulukan nulis makna II karena bukan termasuk persepsi yang mau dibahas) Cabul makna I : keji dan kotor (seperti melanggar kesopanan, dsb); perbuatan yang buruk (melanggar kesusilaan); berbuat - berbuat tak senonoh (melanggar kesusilaan); gambar (bacaan)- gambar (bacaan) yang melanggar kesusilaan, istilah CABUL berkaitan erat (berlawanan ? ) dengan istilah SOPAN atau didalam bahasa arab disebut ADAB, ta'adub (kesopanan/tatakrama), di adopsi oleh bahasa Indonesia menjadi ADAB.
Menurut kamus umum bahasa Indonesia, ADAB : sopan, kesopanan; kehalusan dan kebaikan budi pekerti (tingkah laku); baik budi bahasanya SOPAN sendiri dijelaskan dalam kamus umum bahasa Indonesia demikian:
1. hormat dengan takzim, tertib menurut adat yang baik. 2. tingkah laku, tutur kata, pakaian, tahu adat, baik budi bahasanya. 3. baik kelakuannya
Tapi Cabul ini adalah sessuatu yang lain, ini adalah Cabul versi humor, atau joke atau guyonan..... Cabul itu disukai wanita, karena Cara Asyik Bersenam Untuk Langsing. Cabul itu disukai pria karena Centil Angun Berseri Uayu Lagi. Sekali lagi Cabul itu tetep perlu buat wanita karena setiap wanita harus punya CAtatan BULanan. tidak selamanya buruk: Cabul itu untuk bertobat, karena Catatan Asli Buatan ULama. Cabul itu kulitnyah putih, karena masih ada CAmpuran BULe. Cabul itu makanan ikan, karena bisa saja CAcing Buat makanan Lele. Cabul itu menarik, karena CAra BUka Laci pasti ditarik deh. yah banyak buruknya sih: Cabul itu kadang menipu, Cari Alasan Biar Urusan Lancar, atau Cara Ajaib Buat Utang Lunas ya nepu2 dikitlah... Cabul itu menjijikkan, karena CAra Buang Ludah. Cabul itu cape, karena menggali untuk CAra BUat Lubang. Cabul itu sedih, karena sudah CApe Berhias Untuk Laris tapi tetep ga laku. Cabul itu sakit, karena CAbutin Bulu ya pasti sakit. Sekali lagi Cabul itu tetep perlu buat pria karena setiap pria harus mencari Cara Berdiri Untuk Lubang. klo ga bisa berdiri ya ga bisa dimasukkan ke lubangnyah!! (hehe klo ini asli cabul beneran) Masih Cabul azza!! Cabul itu gedebukan, karena Cara Bule Lari pasti pake sepatu Cabul itu kadang minum miras dolo, karena Cara Buat Lupa-in masalah Cabul itu selalu berhubungan dengan porno, karena Cara Bunting Langsung Cabul itu katanya Cairan Buah Laki-laki... (apa hubungannyah??) yang terakhir Cabul itu benjut, karena perbuatan-nya yang ga senonoh ketahuan orang kampung trus dipukuli rame2!! Masih ada kelupaan nihh.... Cabul itu bikin marah, karena penulis selalu Cari Alasan Bullshit!! dan Cabul itu repost! karena Curi Artikel Buat Lanjutin postingan! wakakakak!!  Akhir kata mohon maaf yang sebesar-besarnyah kalau joke yang saya buat tidak berkenan....
"Tuutt... tuutt... tuutt... !! Bunyi nada Telpon Genggam Jeth si Ronin, rupanya ia menelpon istrinya, memang selama persidangan perkara, dia ga tidur dirumah, Rupanya setelah mikir2 dia berpendapat ga mungkin istrinya meracuni dia, ehh kangen juga ternyata sama kemolekan, dan manjanya Maia Iya Kouhi. Tampaknya telponnya tersambung... "Halo....!" "Halo, selamat siang", terdengar suara wanita disana. "Lho, siapa ini?", Jeth heran ga biasanya suara istrinya seperti ini. "Oh, saya pembantu baru disini Pak. Saya baru kerja. Baru datang siang ini." "Kalau begitu, Ibu mana?" "Ibu sedang di kamar tidur Pak." "Kalau begitu tolong panggilkan." "Maaf Pak, Bapak siapa yah?" "Saya suaminya." "Hah, lha wong Ibu dikamar sama Bapak kok?!", si wanita yang mengaku pembantu itu kaget "Apa ?!?!?!" si Jeth lebih kaget lagi. Si pembantu jadi bingung. "Nama kamu siapa?" tanya si Jeth lagi. "Nama saya Inem, Pak." jawab si pembantu itu dengan gemetar. "Inem, seperti apa laki-laki yang di kamar dengan ibu?" "Rambutnya lurus, dan keliatan berbadan kekar. Ada jenggot tapi ga ada kumis, Pak !!", jawab Inem dengan terbata-bata. "KURANG AJAR !!! Pasti si Pak Dhe Harkon itu. INEM !!!", teriak Jeth Si Ronin. "Ya pak?" "Coba kamu intip, sedang apa mereka?" "Aduh Pak, saya ngga berani" "HEH !!! Saya Tuanmu tau !!! Cepat sana liat !!! Kalau tidak saya pecat kamu." Dengan lutut gemetar, Inem berjalan sambil mengendap-endap menuju kamar majikannya. Dengan tangan gemetar dibuka pintu kamar itu dengan sangat hati-hati agar tidak diketahui orang yang didalam. Setelah itu dia melihat keadaan didalam dan langsung ke telpon lagi. "Halo Pak..." "Yah, apa yang terjadi disana?" jawab Jeth dengan tidak sabar. "Anu, pak ..." "ANU APA ?! CEPAT CERITAKAN !!!" bentak si Jeth. "Ibu sama laki-laki itu sedang tidur, Pak" "Cuma tidur?" tanya si Jeth lagi dengan tidak sabar. "Mereka berdua sedang tidur tapi tidak pakai baju." "APA ?!?!?! KURANG AJAR !!! SUDAH SAYA DUGA !!! DASAR ISTRI SIALAN !!! RUPANYA ITU ALASAN DIA MERACUNI AKU !!!", maki si Jeth. "INEM !!!", panggil si Jeth lagi dengan teriak tentunya. "Iya Pak" "Cepat ambil tali dan ikat tangan dan kaki mereka berdua, CEPAT !!!" "Aduh Pak, kalau ini saya benar-benar nggak berani Pak", jawab Inem dengan suara yang hampir menangis. "Dasar kamu bodoh !!! Hayo cepat laksanakan nanti saya kasih uang 1 juta" perintah si Jeth dengan tidak sabar. Karena diiming-imingi uang, timbul keberanian si Inem. Langsung diletakkan gagang teleponnya dan larilah dia ke dapur untuk mencari tali. Setelah di dapatkan talinya dengan mengendap-endap Inem masuk ke kamar majikannya. Dengan sangat hati-hati agar tidak terbangun, pertama dia ikat tangan si Pria lalu kakinya. Kemudian dia ikat tangan dan kaki si Ibu. Tapi sial, karena gugup tanpa sadar si Ibu terbangun. Melihat keadaan dirinya yang di ikat, si Ibu teriak: "INEM. APA YANG KAMU LAKUKAN ?! Kamu mau merampok yah ?!" "Maaf Bu, saya disuruh Bapak." langsung si Inem lari ke arah telpon, meninggalkan nyonya majikannya yang berteriak-teriak dengan marahnya dan si Pria yang mulai terbangun juga. "Pak, sudah saya ikat Pak" lapor si Inem dengan ngos-ngosan. "Bagus, sekarang ambil kamera di meja kerja saya ..." "Meja kerja Bapak dimana?", potong si Inem. "Gimana sih kamu ini. Itu yang di bawah tangga." "Tangga???" si Inem kebingungan "Di rumah ini kan ngga ada tangganya, Pak. Nggak ada tingkat.", timpal Inem. Hening sesaat. "Berapa nomor telpon ini?", tanya si Jeth "8902076, Pak", jawab si Inem dengan polos. "Wadohhh sialan !! Salah sambung, Maaf !!" "KLIK", Jeth si Ronin sambil cengengesan memutus hubungan telpon itu...
Di ruang Pengadilan Kampung Kangauwo, sebuah kasus sedang digelar hal ini adalah berkaitan dengan keracunan Jeth pada saat mengejar para perampok, menghadirkan saksi Maia Iya Kouhi istri Jeth yang diduga Chiken Katsu dalam rantang-nya mengandung racun. Pengacara dari Jeth sebagai pihak penggugat, yaitu Sakurata Sukasuzu mendapat giliran pertama untuk bertanya kepada saksi. "Bu Maia, Ibu tahu siapa saya?" "Ya jelas, saya tahu persis siapa kamu, bahkan sejak kecil karena kita satu kampung di Jepang. Kamu suka berbohong dan ngomongin orang di belakang mereka. Aku tahu juga kamu suka berselingkuh dan aku merasa kasihan dengan istrimu. Selain itu kamu suka omong besar, yang sama sekali tidak berdasar." Pengacara Sukasuzu tertegun. Untuk mengatasi keterkejutannya, ia bertanya seadanya, "Bu Maia pasti juga mengenal Uwak Kutuduren, pembela terdakwa kan?" "Oh ya, tentu saja. kami tetanggaan. Tak jauh beda dengan kamu, Uwak Kutu juga mengecewakan. Ia pemalas, suka memuji yang ga berdasar, suka menggoda perempuan, suka makan duren yang baunyah menyengat, pokoknyah menjijikkan dan hidupnya seolah tanpa tujuan, bahkan buka tutup toples sajah tidak bisa, betul-betul memalukan dia itu." Begitu saksi selesai bicara, Datuk Sun Ke Lon sebagai hakim memanggil kedua pengacara untuk mendekat. "Jika kalian menanyakan apakah ia kenal denganku, kalian akan aku masukkan ke penjara karena menghina pengadilan," Kata Datuk Sun Ke Lon dengan tegas.
Gembong Thrypoon yang sudah bersekutu dengan manusia setengah setan Liping Deandy tiba2 datang ditengah kekalutan para pendekar sehubungan dengan sekaratnyah Jeth si Ronin karena keracunan. Persekutuan pendekar itu bertambah kalut melihat kedatangan dua dedengkot dari dunia hitam, Tampaknya sang Gembong Thrypoon dan manusia setengah setan Liping Deandy merasa diatas angin, segeralah menantang para persekutuan pendekar itu, "Hoi... kalian mau mencari kami, mau menyelesaikan masalah? ini waktu yang tepat untuk sparr!!" Tenshin Korden yang merasa bersalah segera berteriak lantang, "Mau apa kalian " sambil mencabut senjatanya. Tanpa babibu kedua golongan hitam itu menerjang, dan terjadilah pertempuran. Jelas dalam hal ini Korden terdesak menghadapi keroyokan dua orang sekaligus. Sementara Ki Sambung masih sibuk menyadarkan Jeth si Ronin. Kira2 seminuman teh, kelihatan Korden semakin terdesak. Ki Sabung mau turun kekancah pertarungan tapi masih mengkawatirkan Si Jeth... Tiba2 Si Jeth tersadar, "Sapa yang memasukkan Kotoran Ayam ini ke mulutku?" katanyah, Ki Sabung merah wajahnyah takut ketahuan. Tapi terlihatlah oleh Jeth Si Ronin Kedua golongan hitam tersebut, "Ohh mereka rupannyah!" Ki Sabung tidak berani menjawab, karena takut boong, memang selama ini Ki Sabung sangat terkenal tidak pernah boong. Tanpa di duga2, si Jeth langsung bangkit dari duduknyah. "Jangan Jeth, kamu blom sembuh bener!!" Sergah Ki Sabung. Tapi Jeth sudah bulat tekadnyah, segera dilemparkannyah sisa Mustika Ati Ayam yang "dua huruf depannya kebalik", dari dalam tas Ki Sabung dan "Crotzz!!" tepat di muka Gembong Thrypoon, terus si Jeth ambruk kembali tak sadarkan diri. "Haduuuhhh...mati gua, menjijikkan... mesti cepat cuci muka nihh!!" kata Thrypoon sambil langsung cabut mencari WC umum terdekat. Deandy hanya bisa melongo, dan tanpa dikomando lagi diapun segera meninggalkan ajang pertarungan. Maka selamatlah perkumpulan para pendekar gara-gara kotoran ayam!! Memalukan?? yeah tapi ini hanyah sebuah kisah fiksi yang ga ada hubungannya sama sekali dengan kenyataan, tak selamanyah putih itu suci, dan tak selamanyah hitam itu berdosa!!
Yang ini sedikit agak garing, tetapi tetep di posting untuk kejelasan cerita, kenapa orang jagoan sekaliber Jeth Si Ronin bisa kalah oleh dua cecungunk dari golongan hitam. Semua Ryuha Jepang telah di pelajari oleh Jeth, karena dari kecil dia memang sudah maniak beladiri, Jeth asli Semarang, makanya dia suka lumpia kering, kalau yang basah katanya tidak sesuai dengan "anu"-nyah yang keras!! hehe pasti langsung ngeres!! maksudnyah itu karakter dia. Pagi itu sebagai seorang sewaan Datuk Sun Ke Lon (weeh lama-lama gw bosen sama ini karakter cabul, ikutan muluw!! gimana atau dibuat mati sajah??  ) , dia mempersiapkan diri untuk berangkat mencari cecunguk yang menyatroni "White Bank" hihi namanya keren padahal isinya cuma cairan yang biasanya banyak dibuang2, wadahh... parah!! Oke, semua sudah dipersiapkan, malemnya pedang yang lama ga dikeluarkan dari sarungnyah di celup dulu biar tajem, huehue... iya dunk berangkat perang klo nanti mati kan kasihan istrinyah, makanya itu pedang di celup dulu biar ga menyesal di kemudian hari, hehe ga ngerti yo wis!! "Baybeh sayang aku berangkat! hati-hati yah dirumah, jaga dua anak laki-laki kita baik-baik, jangan boleh main-main sama cowo," Dia berkata pada istrinya yang cantik asli made in Jepun, mau tau namanyah? Maia Iya Kouhi (iya = bukan/tidak; Kouhi = ratu; jadinya Maia bukan Ratu yang sama Meychan itu, klo Maia Iya Kouhi istrinya ini asli Ninja, weeehh pasangan kerenn!!) Setelah cium-cium dengan mersra si Jeth berangkat, Maia Iya Kouhi sudah menyiapkan rantang, katanya, "Biar Ga Jajan!!" isinya kayak begini nih:  apa ga bikin laper? weeh manteb!
Di tengah Jalan, Tengsin Korden dan salah satu sesepuh Kampung sudah menunggu, dia adalah Ki Sabung. Dalam perjalanan mereka lapar, kemudian makan bersama-sama, Tiba-tiba saja... badan Jeth si Ronin kejang... sambil memegang leher dan mulutnya Jeth jatuh terkapar di tanah sambil kelojoton. Terkejut Tengsin Korden dan Ki Sabung, dengan gerakan kilat, mereka loncat salto kearah Jeth yg masih kelojotan di tanah. "Ada apa gerangan?" tanya mereka hampir bersamaan. Jawab Jeth si Ronin, "Sialan kepedesan!! udah kubilang ama bini, kalau bikin sambal, cabenya 3 aja!!" Dengan cepat Ki Sabung merogoh tas ransel tentaranya... mengambil MUSTIKA ATI AYAM, "Ini ada penawarnya! cepat ditelan!" Dengan tergesa gesa, Jeth si Ronin menelan mustika pemberian Ki Sabung. Tetapi... ternyata muka Jeth si Ronin malah semakin membiru kehijau-hijauan.Sambil meringis kesakitan dan kepedesan, Jeth si Ronin bertanya lemah, "Saya merasakan ini pasti reaksi dari racun Ki Sabung??". Ki Sabung memeriksa nadi ditangan Jeth si Ronin dan detak jantungnya yg semakin melemah. Untuk meyakinkan sekali lagi, Ki Sabung memeriksa tas ranselnya. Tiba-tiba, mata Ki Sabung terbelalak, "Lho kok agak basah dan bau," kemudian dengan marahnya beliau berteriak geram, "Tengsin Korden!! Udah kubilang jangan suka main ganti-ganti mustika, penyakit iseng kok nggak hilang hilang!!". "Hanya di balik sajah Ki, masa segitu besar pengaruhnyah??" "Apanya yang kau balik?" "Huruf depannyah Ki, dari kata *ATI* itu saya cuma balik huruf *A* dan *T* nya saja kok!!"
Dengan wajah yang udah seperti perkedel, Datuk Sun Ke Lon, istri dan anaknya, kembali lagi menghadiri pertemuan rapat para pendekar. Semua wajah tampak memandang dengan heran. Tapi mereka cuek, seakan2 tidak pernah terjadi apa2. "Salamat siang omm, saya Sylvin anak gadis datuk Sun Ke Lon, yang masih perawan," Kata Slyvin menyalami orang2 yang hadir dengan ramah. "Salamat siang tante, saya Sylvin anak gadis datuk Sun Ke Lon, yang masih perawan," kali ini dia menyalami Istri Jeth si Ronin. "Salamat siang Uwak Kutu, saya Sylvin anak gadis datuk Sun Ke Lon, yang masih perawan," Demikian kata yang selalu diucapkan Sylvin Deasy pada tamu2 yang hadir dalam pertemuan itu. Iwano Suzuki ibunya merasa aneh melihat cara Sylvin, kemudian ia menegur anak gadis itu, "Kenapa harus menyebutkan perawan-perawan segala toh?? tidak perlu disebut itu, bersikap biasa saja lah, memalukan sekali jadi anak Datuk!!" Nampak merah muka Sylvin, karena teguran sang ibu, kali ini ia bersalaman dengan tamu dari Jepang, Sakurata Sukasuzu, karena masih sedikit mendongkol teringat nasehat ibunya, maka ia merubah kebiasaan salamnya. "Salamat siang Sensei Sukasuzu, saya Sylvin anak gadis datuk Sun Ke Lon, yang sekarang sudah tidak perawan lagi..." Dia berkata dengan ramah sambil membungkuk khas Jepang. "Gubraks!!" Seketika Iwano Suzuki yang ada disampingnya langsung pingsan.
Pak Dhe yang udah kelihatan segar habis mandi ga langsung menuju Ruang Rapat Besar, dia pergi mampir ke ruang tengah Padepokan Datuk Sun Ke Kelon dulu, hihi ngapain klo ga pengen ketemu gadis paling cantik dan paling bahenol dari cerita ini versi Pak Dhe, siapa lagi? tak lain dan tak bukan adalah Edwina van Delman. Tapi apes, saat tiba diruang tengah, disana sudah duduk terpekur Datuk kita tercinta Sun Ke Lon yang sedang gundah gulana, "Dik Har, dead lock!! mereka mau voting!!" Harkon celingukan matanyah jelalatan kian kemari, mencari-cari apa yang didambakannya. "Dik Har!!" Sang Datuk setengah berteriak "Wee, iya... iya Datuk ada apa?" Harkon kaget, "Ohh DPR-nya main kunci, trus mereka mau bunting, aneh banget, buntingin siapa apa hubungannya kunci sama kehamilan?" "Ahh kamu ini DPR, DPR!!" Sang Datuk merasa bahwa si Harkon ga memperhatikan dia. Saat yang bersamaan datang si anak perempuan, dan itu mengalihkan perhatian sang Datuk, "Ehh anak, perempuan ku??" "Pagi Papi..." Kata Sylvin Deasy (si Livin = Sylvin, lebih keren kan??) "Sylvin dari mana ajah, lama papi ga liat kamu..." "Sylvin kan rajin latihan silat sama mas Ichi" *PLAK* "Huadaaahhh!!" Harkon kaget, "Apa ini? Sadis ini patung tau2 pukul anak gadis!!?" Datuk ga memperhatikan pertanyaan Harkon, karena dia jadi marah tau anak kesayangannya boong, pada dia. "Sylv, kamu sekarang ga bisa boong lagi sama papi! Papi punya patung ajaib yang bisa menghukum orang yang boong!!" Datuk kelihatannya makin gusar. "Hiks!" Si gadis mungil itu menangis.
Tapi Datuk bener-bener ingin mengetahui rahasia anak gadisnya "Kamu pacaran muluw yah sama si Ichi?" "Tidak Papi" *PLAK* kembali sang patung menampar pipi alus Sylvin Deasy, dan langsung nampak merah... "Nahh itu kamu selalu bohong! Berkata jujur sajah sama papi!!" Datuk semakin geram. Tiba2 ibu gadis itu masuk ruangan, "Ada apa Kang Mas Datuk?" "Ini anakmu, bohong muluw sama orang tua, katanya tidak pacaran sama Ichi tapi semua terbongkar disini" Sylvin hanya bisa terisak2, menangis sengguk-sengguk! Dasar Ibunya Sylvin, Iwano Suzuki Shogun 1985CC, diapun langsung panas mendengar semua itu, dan sebagai seorang wanita dia langsung menuju urusan yang paling peka. "Haduuh Nak, ibumu medidik kamu dengan baik lihat kamu kok bisa seperti itu, jujur sajah kamu pernah melakukan hubungan intim tidak sama Ichi??"
"Weleeehhhh, langsung pada sasaran..." Pak Dhe terperanjat, tapi kehadirannya sudah tidak dihiraukan lagi dalam keluarga itu. "Tidak Mam" *PLAK* sang patung kembali menampar pipi Sylvin, akhirnya karena tidak berbuat apa apa lagi, dan udah ketahuan boong, dia berkata jujur, "Tapi...hiks.... kan, hiks, ga papa mami... hiks, asal... ARDATH hiks...." "Apa itu ARDATH? Hayoo ngakuuu!!"
"Rokok mami..."
*PLAK* lagi-lagi sang patung beraksi, kali ini cukup keras dan wajah Sylvin udah bengkak ga karuan.
"Kejem!!" Pak Dhe Harkon pun ga tega lagi melihatnya dan dia keluar dari ruangan itu. "Iyaaa...Iyaaa... aku ngakuu mamm....ARDATH itu bukan rokok, tapi singkatan"
"Singkatan apa, ngakuuuu!!" Iwano Suzuki kelihatan bener bener ga sabar lagi.
"Aku Rela Diperkosa Asal Tidak Hamil..... huaaaaaaaa....." Sylvin Deasi menangis makin kenceng karena semua tindakannyah di telanjangi oleh patung ajaib itu, tapi kedua orang tuanya sudah marah besar, dan tidak mempedulikan tangisan, kesedihan, penderitaan dan perasaan anaknya sebagai seorang wanita. "Keterlaluan kau Sylvin, Kamu niru bapakmu yah?" "Kamu gila ya Bu-ne? Kok jadi nuduh Kang Mas-mu ini? Kang Mas-mu ini selalu setia!" Datuk Sun Ke Lon menyangkal. *PLAK* sang patungpun menampar Datuk Sun Ke Lon. "Nah tuuh... nyangkal terus saja biar wajah kamu jadi perkedel, Lihat ya Slyvin mami-mu ini orang baik2, lihat tidak seperti bapakmu yang tukang selingkuh, mami-mu ini selalu jadi orang yang setia pada rumah-tangganya." *PLAK* ternyata patung ajaib itupun menampar pipi Nyonyah besar Iwano Suzuki.
"Hah Kamu juga selingkuh, Ada yang doyan pada kamu??" Datuk pun merasa heran, akhirnya terjadilah pertengkaran yang sengit antara Datuk Sun dan Istrinya. dan yang terdengar dari kejauhan adalah suara *PLAK* *PLAK* dan *PLAK* *PLAK* *PLAK*
Di Meja bundar besar, Datuk Sun hanya terdiam, serangan kata-kata tidak mengenakkan bertubi2 menyerang semua kebijakan dia, Para anggota perserikatan menuduh dia kurang tanggap sebagai ketua Kampung Kangauwo, hal ini masit tetap berkaitan dengan lolosnya para perampok yang menyatroni bank mereka. "Aku sangat dendam Datuk Sun, bagaimana mungkin kau hanya diam begini saja! Kau tidak punya kesatria yang bisa diandalkan!" Kata Kutuduren sambil membawa dua duren kesayangannya, pandangannya yang berapi-api tajam melirik pada dua orang pemuda yang merasa kikuk dan tertunduk, mereka adalah Tengsin Korden dan Kenjo No Ichi. "Lihat anak Datuk yang terhormat itu!! Ikut terlibat dalam aksi itu!! Bagaimana tangapan anda Datuk!! Kutu tetap bersemangat menuduh Sang Datuk yang kelihatan makin loyo. Dua orang tamu yang ikut hadir di ruangan tersebut, Pak Dhe dan Senpei Sukasuzu, hanya terdiam, mereka mau ikutan ngomong tapi merasa bahwa nanti hanya memperkeruh suasana... "Saya akan hukum anak durhaka itu!" Datuk berkata dengan lemas. "Ini semua adalah salahku, aku tidak mampu mengalahkan mereka!" Jeth yang sudah bertarung dengan para Gembong Penjahat itu memotong pembicaraan Datuk, Jeth adalah seorang upahan atau tentara bayaran yang digaji, karena dia adalah seorang Ronin, atau Samurai tak bertuan. "Aneh! kau pendekar besar yang tersohor tuan Jeth, tapi bisa kalah memalukan, itu tidak lucu" kata Uwak Kutu, "Aku mendengar ada satu peristiwa memalukan dalam kekalahan kamu melawan Gembong Thrypoon dan anak Datuk terhormat ini!" "Harap semua menahan diri" Pak Dhe merasa takut kalau nanti ada perpecahan dalam kubu Kelompok Putih. "Masih bisa diselesaikan, dan belum terlambat" "Bagaimana bisa di selesaikan Pak Dhe? Sampai saat ini pun tutup toples belum terbuka?" Jawab Uwak Kutu dengan muka yang semakin kehilangan kesabaran, tapi tampaknya ia masih bisa menguasai diri. Semua orang saling memandang, ada apa gerangan kejadian yang sebenarnya, kok ga ada yang nyambung. Iwano Suzuki yang dari tadi diam saja angkat bicara, "Ceritakan saja Pendekar Besar Jeth" "Awalnya gara2 rantang Nyonyah!" Jeth menjawab dengan lesu. "Rantang??!" Semua terperanjat, tambah kacau!! apa hubungannya rantang dan tutup toples dalam kisah ini?? "Sumimasen, Tentang rantang, nanti saja biar diceritakan Pak Dhe Harkon " Kata Jeth Si Ronin, "Arigato Gozaimasu!!" Diapun membungkuk hormat dan kemudian dia geloyor pergi meninggalkan ruangan. Pak Dhe Harkon pun menjawab, "Maap, bentar saya tak mandi dulu, ceritanya nanti sajah di episode berikutnya"  Dan hadirin pun berteriakkk, "Yeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!" 
Datuk Sun Ke Lon kedatangan tamu dari Jepang, seorang pakar ilmu kuno, Sakurata Sukasuzu, dia membawa satu oleh2 buat keluarga Datuk, yaitu sebuah patung kayu antik, tapi konon katanya patung kayu ini bukan patung sembarangan, dia bisa mendeteksi kebohongan. "Hehe Datuk tidak bisa bohong sama ini patung, karena kalau anda bohong maka patung ini akan seperti hidup, dan siap menghajar anda..." Kata Sakurata Sukasuzu. "Wah Senpei Sukasuzu saya tidak bisa menerima bingkisan yang berharga ini, terlalu berlebihan sepertinya." Datuk Sun Ke Lon beralasan, pada tau semua kan kaya apa tingkah laku si Datuk, dia tidak mau segala kebohongan dia terbongkar sama istrinya. "Wah trimakasih, arigato gozaimasu, arigato gozaimasu!!" Iwano Suzuki langsung membungkuk-bungkuk menerimanya, ya jelas soalnya dalam hal ini dia yang paling diuntungkan, "Wah anda baik sekali Senpei Sukasuzu, saya terima dan akan saya rawat baik-baik patung antik ini!" Kemudian patung tersebut diletakkan di ruang tengah. "Senpai Sakurata Sukasuzu sudah makan? mari makan bersama2 kami." Datuk Sun Ke Lon berbasa-basi. *PLAK* Patung tersebut langsung menampar Sang Datuk, merah padam muka Sang Datuk dan kebingungan, "Ada apa ini?? ini patung kurang ajar sekali??" "Berarti anda sudah bohong!!" Sakurata Sukasuzu berkata enteng saja. Datuk makin merah mukanya, ketahuan kalau ajakannya hanya basa-basi saja. Iwano Suzuki malah senyam-senyum dalam hatinya berkata, "Rasain kamu, sekarang kamu ga bisa bohong lagi padaku." Karena merasa sungkan dengan tamunya kali ini dia yang berkata dengan lembut, "Mari Senpei Sakurata hidangan sudah tersedia didalam, kita makan bersama-sama" Patungnya diem berarti kata-kata Nyonyah Besar tulus tidak mengandung kebohongan. Yaaaa tapi karena kebiasaan orang Timur yang penuh dengan sopan-santun, Sakurata Sukasuzu menjawab, "Terima kasih Nyonyah, dalam perjalanan tadi saya sudah makan." *PLAK* Patung tersebut menampar Sukasuzu, ganti sekarang orang jepang itu yang meringis-meringis dan nampak merah sekali mukanya menahan malu, Datuk Sun Ke Lon menahan ketawanya, tapi dalam hati dia bilang, "Rasain lo Senpei tengik!!" "Ahh sudah2 berarti Senpai Sukasuzu belum makan, mari silahkan jangan sungkan2." Iwano Sunia mencairkan suasana, dan tanpa berkata apa2 lagi mereka semua menuju ruang makan, dengan pikiran di otak masing-masing. Setelah makan kemudian mereka balik di ruang tengah, karena ada patung tersebut maka mereka berkata2 dengan sangat hati2 sekali jangan sampe ketahuan bohongnya. Tiba2 tercium bau yang seperti karbit busuk. "Wehh bau apa ini?" Datuk Sun Ke Lon nyeletuk "Aku udah bener2 ga tahan!" "Betul Datuk, ini sepertinya, maaf bau kentut!" Sukasuzu spontan menimpali. "Bukan ahh, mungkin ada tikus mati?" Jawab Iwano Suzuki. *PLAK* Kali ini sang patung menampar Nyonyah Besar...
Kapan hari setelah "White Bank" dibobol penjahat otomatis semua sample amblas, untuk keperluan nasabahnya para pejabat "White Bank" meminta tolong pada Pak Dhe sebagai ahli kesehatan untuk kembali melengkapi data-data bank tersebut... Beberapa hari yang lalu Pak Dhe Harkon sudah memberikan satu toples kecil pada Kutuduren si Pendekar Naga Genit, dan tentunyah dia punya kewajiban mengisi botol tersebut dengan sperma untuk di teliti dan disimpan di "White Bank" sebagai nasabah disana. Dan pagi ini yang kebetulan hari praktek Pak Dhe di paviliun besar Datuk Sun Ke Lon, Kutuduren pun datang, tapi keliatannya dia agak kebingunan dan merasa bersalah. "Lho toplesnya kok masih kosong?" Tanya Pak Dhe "Begini Pak Dhe, saya sudah coba dengan tangan kanan saya, tapi tidak bisa. Saya coba dengan tangan kiri saya, tetap tidak bisa." "Lalu saya minta bantuan isteri saya. Ia gunakan tangan kanannya, tidak bisa. Ia gunakan tangan kirinya, tetap tidak bisa juga." "Kami akhirnya memanggil Edwina. Ia mencoba dengan tangan kanan, tapi tidak bisa. Ia mencoba dengan tangan kiri, tetap tidak bisa. Ia mencoba dengan kedua tangannya, masih tidak bisa juga. Dicoba diapit dengan ketiak Edwina masih tidak bisa juga, dicoba dengan menjepit diantara kedua pahanya, tetapi tidak bisa, Bahkan Edwina sudah mencoba pakai mulutnya juga tetap tidak bisa," Ungkap Kutuduren. "Kau sampai minta bantuan Edwina!!?" Tanya Pak Dhe gusar dan melotot, dia tidak bisa lagi menahan kemarahannya, "Keterlaluan sampeyan Kang Kutu, manusia rendah tidak punya budi sama sekali!!" Pak Dhe Harkon benar-benar marah bercampur cemburu mendengar kejadian tersebut karena bagaimanapun dia kan ada hati sama si cantik Edwina yang dari Holland itu. "Lho Kenapa Pak Dhe jadi marah-marah ga jelas begini? Sampai sekarang saya, istri saya dan Edwina tetap tidak bisa membuka tutup toples ini." kali ini Kutuduren yang jadi kebingungan. Now I have my own Thread about this joke at: Kaskus.us Joke n Cartoon Forum!!
Pasien Pak Dhe cukup banyak juga hari ini, semuanya antri di teras depan paviliun besar yang disediakan Datuk Sun Ke Lon selama kunjungannyah ke kampung "Kang Auwo" tersebut. Kali ini Tengsin Korden mengeluhkan matanyah yang sakit, setelah menunggu beberapa saat diapun masuk dalam ruang praktek perdukunan Pak Dhe. "Keluhannya apa Mas Korden??" "Mata saya ini Pak Dhe" "Wah merah banget seperti kena pukul! penyebabnya apa ini? Kelilipan waktu ngintip orang mandi?" Pak Dhe curiga. "Tengsin ahh, saya ga punya kebiasaan buruk begitu rendah Pak Dhe!!" Si Korden gusar karena dituduh, "Saya punya adat kesopanan yang kuat sebagai seorang laki2 sejati!!" "Oke2 kok jadi berdebat, gimana ceritanyah sampe mata merah begitu?" "Kena ulat bulu Pak Dhe!" kata Tengsin sambil merem melek dan matanya semakin berair. "Gawat, ulat bulu itu langsung kena mata?" "Bukan! kena di dada!" Tengsin Korden menjawab dengan tegas "Lho? Anehh? Ulat bulu ajaib itu, lagian apa hubungannya mata sama dada, dalam ilmu perdukunanku ga ada aliran chi kesana... huehuehue..." "Kena dada si Edwina pak Dhe!" Pak Dhe Harkon makin bingung, "Ulat kena dada orang lain yang sakit mata jadi sampeyan? ini kasus aneh bin ajaib yang harus diteliti dalam waktu lama..." "Ga keburu Pak Dhe klo pake teliti2an, jangan2 saya nanti malah jadi buta" Tengsin Korden protes, "Begini ceritanyah... Waktu itu saya lagi di belakang dalam tugas rutin saya, nyapu2 gitu bantu2 si Edwina van Delman, tiba2 ada ulet bulu mampir di dada dia yang montok dan sexy, Sebagai laki2 yang punya adat kesopanan yang kuat dan selalu melindungi yang lemah, langsung saya ambil itu ulat dari dada Edwina..." Tengsin Korden menghela napas, "Terus *PLAK* Si Edwina menampar mata kiri saya, maka jadi merah seperti ini..." "Ohh ya semestinyah begitu... itu namanya sudah ga punya kesopanan!!" Pak Dhe Harkon cemburu juga rupanyah karena dambaan hatinyah di begitukan oleh jongos Datuk Sun Ke Lon, dalam hati dia bilang "Kapok lu, kurang ajar ngobok milik pribadi seorang wanita!!" terus dia bertanyah lagi "Lalu mata kiri sampeyan??" "Iya Pak Dhe, saya kan sudah berkali2 ngomongin tata kesopanan, ngertilah pak Dhe!! Oleh karena saya merasa bersalah dan merasa tidak sopan telah mengambil ulat itu dari dada si Edwina, maka saya kembalikan lagi ditempatnya, ya di dadanya itu tadi, trus *PLAK* lagi pada mata kiri saya!!" Pak Dhe Harkon ga bisa ngomong apa2 lagi...
Datuk Sun Ke Lon yang memang sukanyah begituan akhirnya mengeluh soal bagian vitalnya. Sebetulnya dia mau diem2an sajah, tapi takut kalau dibiarkan nanti jadi tambah parah, apalagi di Kampung Kang Auwo tersebut sudah ada wabah penyakit AIDS, akhirnya tanpa sepengetahuan Iwano Suzuki istrinya dengan malu2 dia mendatangi Pak Dhe Harkon yang memang kebetulan pintar dalam hal pengobatan tradisional, yaa wis semacam Dukun gitulahh!! kok susah amat sih neranginya.
"Dik Har, aku punya masalah tapi janji sampeyan ga boleh tertawa yah!"
"Weh Datuk kok seperti ga tau saya sajah! Oke aku janji tidak akan ketawa, itu melanggar sumpah kedukunanku," Jawab Pak Dhe dengan mimik serius.
Tanpa sungkan lagi Datuk Sun Ke Lon menurunkan celananya.... tetapi tanpa diduga dan tanpa dinyana, Pak Dhe langsung njeplak, "Waduhh hancur reputasi anda Datuk!! Wakakakakakakakakak!!, Sumpahhh aku ga kuat nahan ketawa, ga cocok dengan apa yang dibayangkan saat ini oleh banyak orang!!"
Pak Dhe tertawa terpingkal2, sampai ngakak guling2 dilantai, apa sebab hayoo? Tau pensil ga? Pensil 2B? Ternyata alat vital Datuk Sun Ke Lon hanya segede itu, "Wakakakakakak!!"
Kira-kira lima menitan, terasa ngilu pipi Pak Dhe karena ketawa, "Ehm... Ehm... " dia mencoba mengalihkan suasana, kemudian dengan nada serius, dia bertanya, "Maaf Mas Datuk, saya kelepasan, kali ini saya janji tidak akan tertawa lagi, sekarang permasalahannya apa??"
Datuk kliatan gondok banget dan merasa sedih, tapi sebagai orang yang sudah biasa malang melintang dalam dunia persilatan dia pun bisa menguasai diri, "Dik Har, barangku sudah tiga hari bengkak seperti ini..."
Penyakit datuk Sun Ke Lon yang satu ini memang agak sulit di sembuhkan, walau istrinya Iwano Suzuki Shogun 1985CC galaknyah minta ampun, tapi tetep sajah bandel, dia sudah tidak ingat lagi permasalahan krusial yang sedang terjadi yaitu tentang perampokan Bank penting milik Golongan Putih, anaknyah Si Liping Deandy yang berkhianat, juga belum tertangkapnya Gembong kelas paus Si Thrypoon Pendekar Seribu Nama... Setelah usai melatih murid-muridnya di Padepokan, diam-diam menyelinap sambil siul-siul ga jelas, dia berjalan keluar lenggang kangkung seperti orang tanpa dosa... "Eeeh ada Datuk, mo kemana Datuk?" si Edwina van Delman memergoki dia. "Stttt diem ajah kamu, saya mau cari yang anget2 empuk!" katanyah. "Bak pao anget ada Datuk, malah segede kingkong tuhh pake yang baju kuning lantai diatas..." ya seperti biasa si Edwina cengengasan dan langsung memasang tangannyah untuk minta sogokan. "Halahh, kamu ini cantik-cantik tukang peras! aku kan pengen ronde ketan yang rada imut, sama2 isi kacang tapi kalau yang diatas terlalu besar bisa muntah diriku kekenyangan" Si Datuk Sun dengan sewot karena maksudnyah diketahui pembantunyah, dan "Prokk!!" duwit seratusan ribu lima lembar melayang ke tangan Edwina. Dia pergi ke Hotel sebelah sama pasangan selingkuhnya, Inget kan wanita yang ikut berdiri saat Datuk menanyakan burungnyah yang ilang didepan. Singkat cerita dia kencan, dan ga etis diceritakan disini detailnya pokuknyah Datuk Sun "hot" banget dehh, apalagi dengan kepala botaknya....*WIS!! SENSOR SAJAH 17Th KEATAS!!* Pas asyik2-nyah, tiba-tiba suara ketukan di pintu mengejutkan mereka. "Cepat, itu suamiku," kata pasangan selingkuh Sang Datuk ketakutan. "Loncatlah dari jendela!! Ceeeeppaaaaattt!!" "Bwentarrr!! Tunggu dulu.... Kita kan sedang di lantai 13!" bantah Datuk Sun Ke Lon. "Cepaaaaaatttt loncatttttt!" teriak si wanita dengan paniknya. "Keadaan sudah gawat begini, kamu koq masih percaya takhyul dan soal angka sial!"
Masih inget kan Dua Gembong Golongan Hitam kita, si Liping Deandy dan Si Thrypoon?? Dalam perarian mereka kali ini dihadapkan dengan masalah besar, semua umbi2an di hutan sudah habis, semua binatang buruan pun tak nampak batang hidungnya satupun... Dengan lemes karena kelaparan, Si Liping Deandy kesasar di kampung terdekat, mau ngemis minta makan gengsi, mau merampok apa daya kekuatan "setengah silumannya" ga bisa digunakan pada waktu siang hari, apalagi dalam keadaan perut lapar dangduthan, klo keroncongan udah kuno kan... Setelah berjalan kian kemari dia mendapatkan sebuah pohon mangga yang berbuah lebat dan ranum di sebuah rumah penduduk. "Wess mantab nihh, tombo lapar" kata dia sambil menirukan gaya Tukul Arwana. Setelah menoleh kian kemari dan dirasa aman, dipanjatnya pohon mangga itu, belum dia memetik satu buah pun tiba-tiba, "Hoiiiii lagi ngapain diatas sana??" Tampak yang punyah rumah membawa M-16, yang sudah diacungkan kearahnya. Saking gugup, malu dan takut pada M-16 itu si Liping Deandy menjawab, "Nganu Pak... lagi cari kelelawar untuk dibuat rujak!!"
Jeth si Ronin yang baru sembuh dari sakitnyah masuk ke Sentong tengah dimana Pak Dhe Harkon dan Keluarga Datuk Sun Ke Lon berkumpul, Dia mengeluhkan tentang keluarganya. "Bener2 pusing deh ternyata anak saya yang pertama seorang homo". "Terima sajah, dan dibimbing baik2" Kata Datuk Sun Ke Lon sok bijak... "Tenang sajah Jeth, anak kamu kan ada dua, satu punya kelainan tapi yang lain kan masih normal" Kata Iwano Suzuki Shogun 1985CC menghibur. Jeth si Ronin menjawab dengan nada yang makin lemes,"Anak saya yang nomer dua juga homo" Pak Dhe Harkon terdiam sajah ga bisa berkata apa-apa... Si Edwina van Delman yang cantik spontan menimpali, "Wehh..berarti di rumah Master Jeth ga ada yang suka wanita yah??" "Hus Edwina yang sopan bicaranyah sama Pendekar Besar!!" Nyonyah Iwano Suzuki membentak pembantunya. "Ada..." Jawab Jeth si Ronin dengan pandangan yang menerawang jauh, "Cuma ada satu yang suka wanita... dan itu adalah istri saya..." Dan mereka semua yang lagi santai di Sentong tengah itu terdiam ga bisa berkata2 apa2 lagi...
Seperti biasanya Pak Dhe Harkon pagi2 langsung ke Padepokan Datuk Sun Ke Lon selain menjadi Pelatih tamu, rupanya dia juga ada hati sama Edwina van Delman, hehe jagoan ajah ini pendekar kalau urusan beginian.... Sambil lirik-lirik ke ruang tengah, dia berdiskusi dengan Datuk Sun Ke Lon. “Aku heran sama kamu dik Har, katanya kalau banyak hubungan sex itu menyebabkan kebotakan ??” Tanya Datuk Sun Ke Lon... “Lho? ada apa ini topiknyah tetep ajah ttg sex muluw” Pak Dhe Harkon pura2 ga seneng urusan begituan.... wkwkwkwkwk.... “Aku hanya heran...” sahut sang Datuk lagi, Pak Dhe jadi penasaran, dan pengen terus mendengarkan ceritanya. “Heran??” “Iya... kamu kan istrinya empat, tapi kok rambutmu tetep utuh, alias tidak botak” Sang Datuk sambil membuka ikat kepalanya, dan bener2 terlihat kepala plontos yang mengkilat “Cling!! Ini nih saking maniaknya sampe demikian botak, hingga hanya tinggal seheai ini saja” Dua orang wanita masuk beriringan, Pak Dhe langsung jelalatan matanya melihat yang berjalan dibelakang, siapa lagi kalau bukan dambaan hatinya si Edwina van Holland “Minggir dikit toh!!” sambil kepalanya melongok2 tanpa disadari tangan Pak Dhe memegang pinggul satu sosok gemuk tambun didepan Edwina itu supaya minggir biar dia bisa melihat dambaan hatinya dengan jelas. “Biyuuuuhhh pagi2 sudah dipegang sama Pendekar Ganteng, makasihhh yah Dik Har!!” Kata Iwano Sunia Suzuki 1985CC genit, dia kesenengen dipegang2 pendekar yang gagah perkasa dan sakti mandra guna. “Ealah mbak yuuu, ga kliatan, panjenengan tohh!!” langsung ditarik tangganya, sungkan booo, istri orang.... hehe kalau dimabuk asmara ya gini ini, Bibi Iwano Sunia yang segede gajah tak nampak. “Sumimasen, maaf2!!” Pak Dhe membungkuk2 dengan gaya khas jepang. “Ini silahkan diunjuk susunya” Kata Edwina sambil menyuguhkan 2 susu-nya yang gedhe montok.... ehh salah dua gelas besar ding. “Trimakasih, ga usah kembali ke belakang, kongow2 disini sajah” kata pendekar gagah itu pada Edwina penuh harap, tetapi.... “Edwina!! Urusan dapur diberesi!! masukkkk!!” Terdengar komando Iwano Sunia dengan tegas laksana seorang komandan, kemudian berkata dengan lembut “Iya Dik, apalagi nomong2 sama dik Har, manteb pengetahuan MA-nyah banyak” tanpa babibu, si wanita gembrut tua itu ikutan gabung, ealahhhhh salah alamatt!! Kemudian mereka menyambung pembicaraan yang tadi terputus, "Tentang apa tadi?? waduuh lupa neh gara2 liat cewe cantik dari Holland, Ohh ttg sex dan kebotakan!! hmmmm.... dalam hal yang wajar ga ada hubungannya Datuk!” “Woohh kangmas Datuk-mu ini lain Har!!” Iwano Sunia dengan bersemangat dan bangga menimpali,”Hot banget dia!!” “Ya tapi apahubungannyah sama kebotakan??” “Ya jelas toh dik, si kepala botak ini emang paling pinter muasin daku, sampe bisa fly berkali2, istilah kedokteran itu multiple orgasme gitu loh!! karena barang kangmas Datuk-mu ini kecil, tapi dia punya teknik tinggi!!” Pak Dhe Harkon yang sangat berpengalaman pun makin heran, “Kok bisa Jeung?? teknik tinggi seperti apakah itu??” “Halah kamu mau tau urusan rumah tangga orang, tapi ga papa, biar kamu pengalaman dan bisa memuaskan ke empat istrimu...” “Caranyah??” “Ya kepalanya yang "dimasukin"....” Kata Iwano Sunia sambil mengelus2 kepala mengkilat si Datuk Sun Ke Lon yang tadi ikat kepalanya dilepas, tanpa tedeng aling2 “Ohhh makanyah bisa jadi botak!!” Jawab Harkon mangut2 mengerti. Si Datuk cuma mesam-mesem malu.....
Persembunyian si Thrypoon bin Mustafa Pendekar Seribu Nama memang jauh dari keramaian, Di salah satu hutan di daerah sebelah timur, memang gembong golongan hitam selalu melakukan demikian bersama dengan gerombolannya, kadang juga berpindah-pindah supaya tidak terlacak. Liping D3anDy yang ikut2an melarikan diri gara2 takut ditangkap oleh kelompok Datuk Sun Ke Lon sangat bosan disana, dia selalu inget akan pembantu ibunya yang cantik si Edwina van Holland, ingat saat2 dia bermesraan dengan gadis cantik nan sexy dan bahenol dari Amsterdam itu... Karena dah bener2 ga kuat lagi, dia mengeluhkan kebutuhannya pada si Trhypoon. Jawab Si Thrypoon, "Kami disini biasa pake Keledai betina ini" Si D3anDy yang dijuluki Manusia Setengah Siluman itu hanyah manggut2, katanyah dalam hati, "Sialan! Maniac ini gila juga, Keledai betina-pun di sikat!!" Sebulan, adalah waktu yang cukup lama dalam persembunyian mereka, mereka makan seadanya, dari akar pepohonan, juga berburuan kecil mereka di hutan itu... Akhirnyah dia ga tahan juga, dengan malu2 Si D3andy meminjam keledai betina milik si Thrypoon, singkatnya ditempat yang cukup sepi di menyalurkan hasratnya. Tidak lama, setelah sekitar 15 menit kemudian D3anDy mengembalikan keledai betina itu. Thrypoon heran, "Lho kok cepet amat??" D3anDy Si Manusia Siluman makin memerah wajahnya karena malu, "Biasanya berapa lama?" tanya dia sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Jawab Thrypoon dengan enteng, "Sekitar 3 jam, soalnyah tempat rumah BORDIL di Kampung terdekat sampai di sini sekitar 3 km"
Setelah berunding Pendekar Para Golongan putih memutuskan untuk mengirim Jeth si Ronin untuk melawan gembong Golongan Hitam Si Thrypoon bin Mustafa, yang pada akhirnya ketahuan mencuri di Bank milik Golongan Putih yang pada kisah sebelumnyah dibikin heboh. Seperti dikehendaki penulis cerita, Thrypoon memang benar2 susah dikalahkan, apalagi dia dibantu anak hasil selingkuhan Datuk Sun Ke Lon dengan Mbak Kunti si Liping D3andy Manusia setengah siluman, yang ternyata kabur dari rumah karena takut sama ibu tirinya yang gembrot Iwano Sunia Suzuki Shogun 1985CC. Jeth mengalami luka parah akibat pertarungannya, kemudian ia dirawat di Padepokan Datuk Sun Ke Lon. Usut punya usut ternyata Jeth Si Ronin ini dipenuhi tato (anggap ajah dia itu mantan Yakuza!!) tidak hanya di lengan, dada dan kaki tetapi juga seluruh tubuhnyah. karena lukanya yang berat terpaksa ia diurus oleh para wanita dalam padepokan tersebut dalam hal mandi dan berpakaian. Terjadilah percakapan antara Bibi Iwano Sunia dan pembantu muda cantik yang sexy montok dari Holland, Edwina van Delman. Bibi Iwano Sunia yang habis memandikan Jeth si Ronin, "Eh tahu nggak kamu, Si Jeth itu itu ada tato di burungnya!" Edwina van Delman penasaran, "Ah masa sih Nyonyah? gambarnya apa?" "Bukan gambar tapi tulisan .. tulisannya ADAM .. iya ADAM!" Keesokan harinya, giliran si cantik yang sexy dan montok Edwina yang memandikan Jeth si Ronin. di ruang tengah padepokan tersebut kembali terjadi percakapan. Edwina van Delman: "Nyonyah... Nyonyah... salah tuhh, tulisan bukan ADAM tapi AMSTERDAM..." Bibi Iwano Sunia terbengong2 ga ngerti maksudnya, "Aneh, lha kok bisa berubah??" *ini adalah guyonan khas anak2 Forum Martial Arts Kaskus! semua nama baik nama perguruan, jurus atau nama pelaku adalah fiksi, tidak ada maksud untuk menjelelekkan atau menyinggung siapa sajah atau golongan apa sajah, semua hanya untuk kepentingan joke atau bercanda, Mohon dimaafkan kalau ada kata salah....
Pasti semua udah kenal sama si Thrypoon bin Mustafa, Pendekar Seribu Nama, yang punya begitu banyak keahlian, dia memang tidak mau jadi tokoh baek-baek, Oke secara kebetulan Pak Dhe Harkon yang merangkap sebagai penulis naskah, merestui dan membuat cerita tentang itu. Kali ini si Thrypoon, udah bener2 gatel tangannya, setelah kapan hari bertempur habis2an dengan Kelompok Pendekar Putih, kini dia mau meneruskan kisah jahatnyah Alkisah terdapat sebuah Bank besar di Wilayah Kampung Golongan Putih yang bernama "Bank Putih". malam itu dia mengajak si Manusia Setengah Setan, Liping D3anDy yang murtad, anak tokoh putih Datuk Mesum Sun Ke Lon dan Bibi Iwano Sunia Suzuki Shogun 125CC. "Ayo kita satroni Bank besar tersebut!! Kita buat geger Dunia Persilatan..." Akhirnya merekapun berangkat, memakai pakaian hitam ala Ninja, pake helem dan langsung tancap gas dengan motor Kawasaki Ninja-nyah... Bank Putih dijaga ketat oleh 2 pendekar kelas satu, karena bank ini menampung semua milik tokoh2 penting dalam dunia persilatan... "Berhenti Kalian!!" Kata para penjaga, oh rupanya mereka adalah Kenji No Ichi dan sahabatnyah Tengsin Korden. "Minggir!! Aku mau lewat, akan ku kuras habis isi "Bank Putih" milik majikan kamu!! "Tidak bisa, langkahi dulu mayat kami" Pertarungan pun tak dapat dielakkan. Dalam skenario ini para Golongan Hitam memenangkan pertarungan, hehehe biasa kan "lakon" atau "seri" itu menang belakangan... Setelah kira2 sepeminuman teh, benar-benar kedua gembong penjahat kelas Ikan Paus (Klo ikan kakap kekecilan ahh. ikan paling gedhe kan ikan paus) tersebut menguasai keadaan, dan mereka langsung masuk kedalam bank. aneh juga pikir mereka melihat keadaan dalamnya yang tidak seperti layaknya bank. mereka pun mulai memeriksa kesana kemari bongkar sana sini akhirnya ia tidak menemukan apapun yang berharga seperti uang atau emas. Lama-kelamaaan si Thrypoon kelaparan dan iseng-iseng ia buka kulkas "Wow ada puding nih ..." mereka melihat gelas-gelas kecil dipenuhi sesuatu yang kaya agar-agar putih. "Sikat sajah ahh" sahut Liping D3anDy Karena laparnya mereka pun memakannya, beberapa gelas mereka habiskan. "Rasanya agak aneh ya... " begitu guman si Thrypoon. "Gw makan 20 gelas, hehehe..." Sahut Liping D3anDy "Rakus kaw... gw cuma 10 gelas, tapi enak juga yah kalau sedang kelaparan gini" Menjelang jam 3 pagi pulanglah mereka ke rumah Thrypoon. Hari itu Thrypoon bangun kesiangan, setelah bangun ia duduk mengambil koran pagi itu dan membacanya. sedangkan si D3andy udah mandi dan rapih mau pamit pulang, walaupun dia seorang penjahat besar, tapi paling takut sama maminya yang bawel Bibi Iwano Sunia Suzuky Shogun 125CC Tiba2 si Thrypoon berteriak, "Hoiiii!! D3anDy baca headline koran pagi ini!!" "Bank Putih sebuah bank SPERMA telah dimasuki maling, 30 (tiga puluh) buah gelas sperma telah kosong isinya" dan mereka berdua pun langsung Hoeeeekkkkzzzz!! Hoeeeekkkkzzzz!! *ini adalah guyonan khas anak2 Forum Martial Arts Kaskus! semua nama baik nama perguruan, jurus atau nama pelaku adalah fiksi, tidak ada maksud untuk menjelelekkan atau menyinggung siapa sajah atau golongan apa sajah, semua hanya untuk kepentingan joke atau bercanda, Mohon dimaafkan kalau ada kata salah....
| |